Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tempat Tinggal Di Bawah Jalur Kereta (Foto: BiPM MEDIA Via Dailystar.co.uk)
Dream – Paul, Seorang pria berusia 53 tahun, memilih hidup menjadi seorang tunawisma. Layaknya seorang pertapa, ia tinggal di bawah jalur rel kereta api yang sangat gelap selama lebih dari 11 tahun di Birmingham, Inggris.
Paul mengatakan ia lebih memilih menghabiskan hari-harinya dalam kemelaratan. Ia memiliki tempat tidur dari tiang perancah, ditopang kaleng bir dengan tikus yang berlarian di bawahnya. Ia juga menggunakan bantuan sinar matahari sebagai penanda waktu.
Paul merasa sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang. Karena ia bisa bebas mengekspresikan dirinya.
Ia rupanya juga telah menikah dan memiliki anak. Namun, sejak 1993 dirinya tak pernah lagi melihat keluarganya. Ia sama sekali tak memikirkan apa dan bagaimana kehidupan ini berlangsung.
“ Saya tidak memikirkannya. Saya hanya melakukannya. Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan,” ungkap Paul.

Untuk makan, biasanya Paul pergi ke toko keripik atau sup. Ia juga minum dari keran yang berada di sisi lain jembatan tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia sendiri sudah tinggal di bawah jalur kereta bising ini selama lebih dari 11 tahun.
Paul juga mengatakan dirinya sehat dan tidak menggunakan narkoba. Ia pun menjelaskan alasannya memilih hidup seperti ini.
“ Saya tidak ingin berada di kantor. Hanya duduk seharian bekerja di sana. Saya memilih keluar dan bekerja di sebuah pertanian,” ucap Paul.

Ia juga menambahkan ingin melihat sesuatu yang berbeda sebelum ia bertambah tua. Dan hidup dijalanan adalah pilihannya.
Pria yang memiliki enam saudara itu mengatakan sang ibu yang berusia 80 tahun masih tinggal didekatnya.
Hingga saat ini, Paul masih tetap bersemangat dan selalu merasa bahagia dengan hidupnya di jalanan.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya