Uang Saku Lebaran Anak Dipakai Orangtua Belanja, Bolehkah?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 20 Juni 2019 20:01
Uang Saku Lebaran Anak Dipakai Orangtua Belanja, Bolehkah?
Lebaran, banyak anak gembira karena dapat uang saku.

Dream - Lebaran jadi momen penuh kebahagiaan bagi umat Islam. Tidak hanya bagi Muslim dewasa melainkan juga anak-anak.

Tetapi, anak-anaklah yang merasa lebih bahagia. Karena terdapat tradisi bagi uang saku dari orang dewasa kepada anak-anak.

Di sejumlah daerah di Indonesia, anak-anak berkumpul untuk bersilaturahmi bersama ke rumah-rumah tetangga. Tidak jarang, mereka pulang membawa uang saku yang didapat dari pemilik rumah yang didatangi.

Jika dikumpulkan, jumlah cukup banyak. Bahkan ada yang sampai bisa dipakai belanja kebutuhan bulanan rumah.

Tetapi, bolehkah orangtua menggunakan uang saku lebaran anaknya?

 

1 dari 5 halaman

Tanggung Jawab Orangtua

Dikutip dari NU Online, anak memiliki keterbatasan dan berhak mendapatkan perwalian sebagai bentuk perlindungan terhadap dirinya. Hal ini tidak hanya menyangkut pada diri si anak saja melainkan juga hartanya.

Segala pemberian kepada si anak adalah hibah kepadanya. Namun begitu, hibah yang didapat menjadi tanggung jawab orangtuanya untuk menjaganya.

Hal ini dijelaskan oleh pakar fikih dunia, Syeikh Wahbah Az Zuhayli dalam kitabnya Al Fiqhul Islami wa Adillatuh.

" Jika orang dengan keterbatasan memiliki harta, maka seorang bapak memiliki kewajiban atas harta anak berupa pemeliharaan dan pengembagan berdasarkan kesepakatan ulama empat mazhab."

 

2 dari 5 halaman

Hak Penggunaan

Mengenai hak penggunaannya, tanggung jawab orangtua yaitu mendayagunakan harta si anak agar berkembang. Atau minimal sebisa mungkin orangtua menjaga harta anak agar tidak habis secara sia-sia.

Selain itu, orangtua hanya dibolehkan menggunakan harta anaknya untuk kepentingan si anak. Tidak boleh orangtua memakai uang anaknya untuk kepentingan pribadi atau untuk transaksi yang merugikan si anak.

Pun demikian jika dimaksudkan untuk donasi. Orangtua tetap tidak dibolehkan menggunakan uang yang diperoleh anaknya untuk donasi seperti sedekah dan lain sebagainya.

Sebabnya, uang lebaran merupakan aset anak sementara orangtua tidak memiliki hak atas harta tersebut. Meskipun demi tujuan baik yaitu sedekah, amalan itu tidak berdampak pada si anak.

 

3 dari 5 halaman

Tidak Boleh Orangtua Mendonasikan Uang Lebaran Anak

Secara tegas, dalam kitab yang sama Syeikh Wahbah memberikan penjelasan berikut.

" Seorang bapak tidak berhak mendonasikan harta anaknya yang masih kecil dan seumpamanya karena pendonasian adalah transaksi yang murni mudharat. Sedangkan seorang wali meskipun ayahnya sendiri bukan pemilik aset tersebut."

Pendapat Syeikh Wahbah menunjukkan ketidakbolehannya orangtua membelanjakan uang saku lebaran anak untuk belanja kebutuhan pribadi ataupun orang lain. Bahkan menyedekahkannya juga tidak dibolehkan.

Sehingga, para orangtua perlu berhati-hati dalam mengelola uang saku lebaran si anak. Lebih baik uang tersebut dibelanjakan untuk kepentingan anak seperti biaya sekolah, belanja mainan, ataupun untuk jajan si anak.

Sumber: NU Online.

4 dari 5 halaman

Zikir Saat Punya Utang Melilit

Dream - Tidak selamanya hidup berjalan dengan mulus. Ada saja masalah yang datang dan menguji kesabaran.

Salah satu masalah yang kerap kita hadapi adalah keuangan. Pemasukan tetap namun harga kebutuhan merangkak naik.

Dampaknya, ada kebutuhan yang terpaksa tidak terpenuhi. Penyebabnya, tidak ada jatah pendapatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan memaksa kita berutang.

Utang memang dibolehkan dalam Islam. Namun begitu, sangat dianjurkan untuk segera dilunasi.

Berutang juga pernah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah. Tidak sedikit dari mereka mengalami kesulitan karena lilitan utang.

5 dari 5 halaman

Zikir Saat Dililit Utang

Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan lafal zikir kepada para sahabat ketika terlilit utang. Zikir ini dibaca 100 kali di antara waktu terbitnya fajar dan sholat Subuh.

 Zikir saat dililit utang

Subhanallahi wa bi hamdih, subhanallahil 'azhim, astaghfirullah.

Artinya,

" Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung, saya memohon ampun kepada Allah."

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik