Umair bin Wahab dan Rencana Pembunuhan Rasulullah yang Bocor

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 6 Mei 2019 04:30
Umair bin Wahab dan Rencana Pembunuhan Rasulullah yang Bocor
Umair sangat dendam dan ingin membunuh Rasulullah.

Dream - Ketika berdakwah, Rasulullah Muhammad SAW menghadapi banyak sekali ancaman dari kaum Quraisy. Mulai dari sekadar mengganggu hingga ancaman pembunuhan.

Kaum Quraisy sangat menentang syiar Rasulullah. Mereka takut ajaran yang dibawa Rasulullah dapat mematikan keyakinan nenek moyang yang sudah berjalan lama sekali.

Banyak yang dendam kepada Rasulullah. Tidak sedikit pula yang ingin menghabisi nyawa Sang Nabi.

Salah satu orang yang sangat ingin membunuh Rasulullah SAW adalah Umair bin Wahab Al Jumahi. Dia adalah pemuka kaum Quraisy dan pernah terlibat dalam Perang Badar bersama Abu Jahal dan Umayah.

Umair cukup beruntung dalam Perang Badar lantaran selamat. Sementara dua rekannya sesama pembesar kaum Quraisy tewas dalam perang itu.

Kematian Abu Jahal dan Umayah menimbulkan dendam kesumat di hati Umair. Ditambah putranya, Wahab bin Umair, menjadi tawanan perang.

1 dari 2 halaman

Pertemuan Umair dengan Shafwan

Disebutkan dalam kitab Shirah Nabawiyah karya Syeikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri, beberapa hari usai Perang Badar, Umair bertemu dengan Shafwan bi Umayyah. Shafwan pun membujuk Umair untuk balas dendam.

Umair pun segera berangkat menuju Madinah dengan pedang terikat di pinggangnya. Dalam pikirannya hanya ada satu hal, matinya Rasulullah SAW.

Sembari menenteng pedang, Umair tiba di Masjid Nabawi. Umar bin Khattab bersama para sahabat yang berada di depan masjid langsung mengamankan Umair. Pembesar kaum Quraisy itu kemudian dibawa ke hadapan Rasulullah.

" Apa maksud kedatanganmu, hai Umair?" tanya Rasulullah.

Umair tidak langsung menjawab maksud sebenarnya dia datang ke Madinah. Awalnya, dia meminta Rasulullah berbuat baik kepada para tawanan Perang Badar, termasuk pula anaknya.

2 dari 2 halaman

Rasulullah Tahu Rencana Jahat Umair

Rasulullah tidak begitu saja percaya dengan perkataan Umair. Rasulullah kemudian mendesak Umair mengatakan sebenar-benarnya maksud kedatangannya namun pria itu ngotot dengan jawaban awalnya.

" Bukankah Shafwan hendak menanggung utang-utangmu dan keluargamu agar kau mau membunuhku? Demi Allah, mustahil kau bisa melakukannya," kata Rasulullah SAW.

Rupanya, Rasulullah sudah tahu pertemuan Umair dengan Shafwan sebelum pria itu datang ke Madinah. Bahkan sampai pembicaraan yang terjadi pada keduanya.

Mendengar ucapan Rasulullah, Umair tertegun. Dia serasa tidak percaya Rasulullah bisa mengetahui apa yang dibicarakannya dengan Shafwan. Padahal, Umair yakin tidak ada orang lain selain Shafwan waktu itu.

Seketika itu juga, Umair yakin apa yang disampaikan Rasulullah adalah wahyu Allah. Dia pun akhirnya mengucap kalimat syahadat, lalu kembali ke Mekah dan menyebarkan Islam di sana.

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone