Sosok Umamah, Cucu Perempuan yang Amat Dicintai Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 11 Juli 2019 20:00
Sosok Umamah, Cucu Perempuan yang Amat Dicintai Rasulullah
Perlakuan Rasulullah kepada Umamah begitu istimewa.

Dream - Rasulullah Muhammad SAW adalah pribadi yang sangat mencintai keluarga. Terutama kepada para cucunya.

Seringkali Rasulullah menggendong, menciumi, dan bermain dengan para cucu. Tidak jarang Rasulullah sholat sembari menggendong cucu-cucunya.

Mungkin banyak yang tahu cucu Rasulullah adalah si kembar Hasan dan Husein. Mereka adalah anak dari Fatimah.

Fatimah adalah putri bungsu Rasulullah dari istri pertama, Khadijah. Dia menikah dengan sahabat sekaligus keponakan Rasulullah, Ali bin Abi Thalib.

Selain Hasan dan Husein, Rasulullah juga memiliki cucu perempuan yang sangat dicintai, Umamah binti Amr Al Ash. Ayah Umamah adalah Amr bin Al Ash dan ibunya adalah Zainab, putri sulung Rasulullah dengan Khadijah.

Dari Zainab sebenarnya Rasulullah memiliki dua cucu, laki-laki dan perempuan. Sayangnya, kakak Umamah, Ali, meninggal saat masih kecil.

 

1 dari 7 halaman

Perlakuan Istimewa Rasulullah SAW Kepada Umamah

Kecintaan Rasulullah terlihat dari perlakuannya saat memberikan hadiah kepada Umamah. Hadiah itu berupa berhiasan yang cantik.

Suatu hari, Rasulullah mendapat sejumlah perhiasan dari Negus yang salah satunya berupa cincin emas. Cincin itu lalu diberikan Rasulullah kepada Umamah.

" Hiasilah dirimu dengan ini, gadis kecil," kata Rasulullah kepada Umamah.

Dalam riwayat lain dari Ali bin Zaid bin Jid'an, pernah suatu hari Rasulullah pulang membawa kalung batu onyx. Kepada keluarga, Rasulullah mengatakan akan memberikan kalung itu kepada orang yang paling dicintai.

Para istri dan anak Rasulullah mengira Aisyah yang akan mendapatkan kalung itu. Ternyata, perkiraan mereka tidak terbukti.

Rasulullah memanggil Umamah dan ketika bocah perempuan itu datang, kalung tersebut diletakkan di tangannya. Lalu, Rasulullah mengusap mata Umamah yang terlihat ada kotoran.

Bagi masyarakat Arab kala itu, sikap Rasulullah yang sangat mencintai para cucunya dianggap aneh. Sebab, hubungan kakek dan cucu di sana sangat kaku dan keras.

Sumber: NU Online

2 dari 7 halaman

Rentetan Peristiwa Sedih Jelang Wafatnya Rasulullah

Dream - Usai memakamkan jenazah di pemakaman Baqi', Rasulullah Muhammad SAW merasakan kepalanya sakit. Peristiwa itu terjadi pada bulan Safar tahun 10 Hijriah.

Sakit kepala itu dinilai sebagai awal menurunnya kesehatan Rasulullah. Setelah terserang sakit kepala, Rasulullah sakit keras hingga wafat.

Dikutip dari NU Online, Sayyidah Aisyah lah yang pertama kali mengetahui Rasulullah sakit kepala. Awalnya, Aisyah mengeluh sakit kepala dan Rasulullah kemudian mengaku juga mengalami sakit kepala.

Kesehatan Rasulullah kemudian berangsur menurun. Kondisi itu turut dipengaruhi racun dalam daging domba panggang, hadiah dari Zainab binti Al Harits usai Perang Khaibar sekitar akhir tahun ke-6 Hijriyah.

 

3 dari 7 halaman

Diracun Zainab binti Al Harits

Zainab binti Al Harits merupakan salah satu warga Yahudi Khaibar. Dia menyimpan dendam karena orang-orang terkasihnya banyak meninggal setelah Benteng Khaibar dihancurkan Rasulullah bersama umat Islam.

Pemicu Perang Khaibar sendiri adalah konsolidasi umat Yahudi yang hendak menyerang Madinah. Rasulullah bersama pasukan Muslim mendatangi Benteng Khaibar dan meminta penduduk yang mayoritas pemeluk Yahudi menyerah, namun tidak diindahkan sehingga memicu peperangan.

 Cara Rasul Obati Migrain: Ikat Kain di Kepala

Zainab tidak terima dengan kekalahan kaumnya dan mencari cara untuk membunuh Rasulullah. Dia berpura-pura memberikan hadiah makanan kegemaran Rasulullah yaitu daging domba panggang.

Rasulullah dan para sahabat menyantap daging domba itu. Ketika hendak memakan bagian paha depan, tepatnya setelah melihat kaki domba, barulah Rasulullah menyadari makanan itu mengandung racun.

Riwayat lain menyebutkan Rasululullah diberitahu tulang yang dipegangnya bahkan daging domba itu beracun. Itu terjadi setelah mendapat wahyu dari Allah.

 

4 dari 7 halaman

Kesehatan Rasulullah Terus Menurun

Setelah peristiwa sakit kepala usai pemakaman di Baqi', kesehatan Rasulullah terus menurun. Sakit yang diderita Rasulullah cukup parah, sampai-sampai keluarga dan para sahabat khawatir dan sedih.

 Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir

Meski begitu, Rasulullah tetap menjadi imam sholat lima waktu. Di hari-hari terakhir sebelum wafat, seperti tertulis dalam kitab Sirah Nabi karya Syeikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri, Rasulullah hendak menuju masjid untuk mengimami sholat.

Karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan, Rasulullah pingsan. Setelah siuman, Rasulullah ingin ke masjid lagi namun lagi-lagi pingsan sampai tiga kali.

 

5 dari 7 halaman

Penunjukan Abu Bakar Jadi Imam Sholat

Akhirnya, Rasulullah meminta Abu Bakar Ash Shiddiq untuk menggantikannya menjadi imam sholat. Sejak saat itu, Abu Bakar menjadi imam sholat sebanyak 17 kali selama Rasulullah hidup.

Jelang meninggal, kesehatan Rasulullah sempat membaik. Rasulullah kemudian menuju masjid untuk sholat Subuh dengan dibopong oleh Ali bin Abi Thalib dan Al Fadhl bin Abbas.

Para sahabat gembira mendapati Rasulullah kembali sholat di masjid. Melihat Rasulullah tiba, Abu Bakar mengambil posisi mundur, bergabung dengan shaf makmum dan mempersilakan Rasulullah menjadi imam.

Tetapi, Rasulullah meletakkan tangannya di pundak Abu Bakar. Rasulullah pun meminta Abu Bakar tetap menjadi imam sholat sementara Rasulullah menjadi makmum.

 

6 dari 7 halaman

Sholat Subuh Berjemaah Terakhir Rasulullah

Usai sholat Subuh itu, Rasulullah menyampaikan pesan kepada para sahabat.

" Api terus berkobar dan godaan datang seperti potongan-potongan malam yang gelap. Aku tidak menghalalkan kecuali yang dihalalkan oleh Alquran dan aku tidak akan mengharamkan kecuali yang diharamkan oleh Alquran. Sepeninggalku, kalian akan banyak berselisih. Apa saja yang sesuai dengan Alquran itu berasal dariku, apa saja yang tidak sesuai dengan Alquran itu bukan dariku,"  demikian pesan Rasulullah.

Sholat Subuh berjemaah itu terjadi pada Sabtu atau Minggu di masa-masa akhir kehidupan Rasulullah. Ternyata, momen itu menjadi sholat Subuh terakhir Rasulullah.

 

7 dari 7 halaman

Rasulullah Wafat

Pada Senin Subuh selanjutnya, Rasulullah menyingkap tabir penutup biliknya dan mendapati Abu Bakar akan memimpin sholat jemaah. Rasulullah juga sempat memperhatikan para jemaah, lalu tersenyum.

Abu Bakar yang mengetahui hal itu hendak mundur karena mengira Rasulullah akan mengimami sholatnya bersama para sahabat lainnya. Tetapi, Rasulullah memberikan isyarat agar Abu Bakar menyempurnakan sholatnya.

Rasulullah lalu kembali ke bilik. Setelah itu, Rasulullah tidak lagi punya kesempatan sholat berjemaah karena sudah pergi menghadap Allah SWT untuk selamanya.

(ism, Sumber: NU Online)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie