Makna di Balik Rajin Bersholawat untuk Rasulullah SAW

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 21 Desember 2018 12:00
Makna di Balik Rajin Bersholawat untuk Rasulullah SAW
Allah memerintahkan umat Islam untuk bersholawat, sebagaimana Allah dan malaikat bersholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Dream - Rasulullah Muhammad SAW merupakan manusia terpilih. Dalam diri Rasulullah SAW terdapat banyak sekali kemuliaan.

Allah SWT sampai memerintahkan hamba-Nya untuk bershalawat. Bahkan Sang Khalik sendiri beserta para malaikat juga menyampaikan shalawat kepada Rasulullah SAW.

Sebagai umatnya, kita dianjurkan untuk selalu bersholawat. Lantas, apakah manfaat sholawat umat sampai kepada Rasulullah SAW?

Dikutip dari NU Online, Syeikh Dahlan Ihsan dalam kitabnya Sirajut Thalibih ala Minhajil Abidin, menjelaskan Rasulullah SAW adalah manusia sempurna. Meski begitu, Rasulullah tetap mendapatkan manfaat atas sholawat kita.

" Ketahuilah bahwa Nabi Muhammad SAW menerima manfaat atas bacaan sholawat kita, tetapi orang yang bersholawat tidak boleh meniatkan sholawatnya untuk itu. Yang ia niatkan adalah manfaat yang berpulang untuk dirinya sendiri sebagaimana manfaat untuk dirinya bertambah dengan memperbanyak amal-ibadah yang sesuai dengan hukum syariat. Hal serupa adalah ketika seorang guru mengajarkan sebuah hukum kepada seseorang, lalu ia mengamalkan dan mengajarkannya, maka manfaat untuknya akan semakin bertambah dengan memperbanyak pengamalan ilmu tersebut sebagaimana dikatakan oleh Al Quthub Ad Dasuqi dan ulama lain."

1 dari 1 halaman

Meniatkan Sholawat Sebagai Doa

Maksud penjelasan di atas, seseorang harus meniatkan sholawatnya untuk ibadah. Sholawat bisa menjadi doa bagi orang yang mengamalkannya.

Syeikh Ismail Al Hamidi, seperti dikutip Syeikh An Nawawi dalam kitabnya Kasyifatus Saja menjelaskan maksud sholawat dari manusia dan malaikat.

" Jawabannya, tujuan sholawat (doa) kita untuk Nabi Muhammad SAW adalah permohonan rahmat baru yang belum ada karena tiada satu waktu yang berlalu kecuali di situ terdapat rahmat Allah yang belum didapat oleh Rasulullah. Dengan sholawat, derajat Nabi Muhammad SAW selalu naik dalam kesempurnaan tak terhingga. Jadi, Rasulullah SAW jelas menerima manfaat atas sholawat kita kepadanya, menurut pendapat ulama yang shahih. Tetapi orang yang bersholawat tidak seharusnya bermaksud demikian, tetapi bermaksud tawasul kepada Allah (melalui sholawat) dalam mewujudkan harapannya."

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya