Ustaz Yusuf Mansur Ingin Jodohkan Putrinya dengan Putra Almarhum Syekh Ali Jaber

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 20 Januari 2021 14:01
Ustaz Yusuf Mansur Ingin Jodohkan Putrinya dengan Putra Almarhum Syekh Ali Jaber
Untuk itu Ustad Yusuf Mansur berencana untuk menjodohkan putrinya Wirda Mansur dengan Hasan putra Syekh Ali Jaber.

Dream - Ustaz Yusuf Mansur masih ingat betul keinginan Syekh Ali Jaber sebelum wafat. Menurut dia, ulama asal Madinah, Arab Saudi, itu ingin menikahkan sang anak.

Karena itulah Ustaz Yusuf Mansur berencana menjodohkan putrinya, Wirda, dengan putra Almarhum Syekh Ali Jaber, Hasan putra Syekh Ali Jaber.

Keinginan Ustadz Yusuf Mansur ini disampaikan saat menjadi bintang tamu acara Siraman Qolbu MNC TV.

“ Dijodohin sama Wirda aja kali ya,” seloroh Ustaz Yusuf Mansur.

1 dari 7 halaman

Ingin Dijodohkan

Apalagi, menurut Ustaz Yusuf Mansur, perbedaan usia antara Hasan dan Wirda tak berbeda jauh. Keduanya hanya berbeda satu tahun. Wirda saat ini berusia 19 tahun, sementara Hasan umur 20 tahun.

Mendengar penuturan Ustaz Yusuf Mansur, Hasan tersipu malu. Ustaz Yusuf Mansur menyebut keduanya merasa pas dan cocok.

“ Mau dijodohin? Ya Allah,” timpal Irfan Hakim.

2 dari 7 halaman

Menggoda Hasan

Ustadz Yusuf Mansur dan Hasan© YouTube MNC

Lucunya lagi, Usta Yusuf Mansur berusaha kembali menggoda Hasan. Ia menyebut perjodohan ini akan terjadi jika nanti sang anak mau.

“ Iya sama Wirda, kalau anaknya mau, kamu mau enggak?” tanya Ustaz Yusuf Mansur.

Namun Hasan terlihat tidak menjawab pertanyaan yang kembali dilontarkan Ustaz Yusuf Mansur. Melihat reaksi ini tentu membuat Irfan Hakim bersama Ustaz Yusuf Mansur dan Ustaz Amir tertawa geli melihat ekspresi Hasan.

3 dari 7 halaman

Video

Berikut video momen Ustadz Yusuf Mansur rencana jodohkan putrinya dengan putra Syekh Ali Jaber:

4 dari 7 halaman

Syekh Ali Jaber, Hafal Quran Usia 10 Tahun Jadi Imam Masjid di Madinah Umur 13

Dream - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Syekh ALi Jaber meninggal dunia, Kamis 14 Januari 2021. Pendakwah kelahiran Madinah, Arab Saudi, itu wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta.

Menurut Ketua Yayasaan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi, pendakwah 44 tahun yang dirawat karena terpapar Covid-19 itu meninggal dunia pada pukul 08.30 WIB.

" Dalam keadaan negatif Covid," kata Habib Abdurrahman Alhabsyi di Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber.

Lewat unggahan itu pula, Habib Abdurrahman Alhabsyi meminta umat Islam mengikhlaskan kepergian Syekh Ali Jaber.

" Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau," tambah dia.

5 dari 7 halaman

Pria bernama asli Ali Saleh Muhammad Ali Jaber merupakan seorang pendakwah asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976 atau 3 Shafar 1396 Hijriyah. Dia merupakan sulung dari 12 bersaudara.

Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga Aliyah di Kota Nabi tersebut. Lulus dari sekolah menengah, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Sejak kecil, dia mendapat bimbingan langsung dari sang ayah, yang merupakan seorang penceramah agama. Pada usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber telah menghapal 30 juz Alquran. Pada usia 13, dia bahkan menjadi imam salah satu masjid di Kota Madinah.

6 dari 7 halaman

Sejak 2008, dia mulai berdakwah di Indonesia. Pada tahun itu pula, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan dikaruniai satu anak, Hasan.

Awal mula kedatangannya ke Indonesia sebenarnya hanya untuk kunjungan silaturahmi saja. Soalnya, saat ditelusuri ia memiliki hubungan darah dengan Indonesia. Kakeknya kelahiran Jawa Tengah.

Baca juga: Kisah Syekh Ali Jaber Jadi WNI, Sang Kakek Ternyata Kelahiran Jawa Tengah

" Sebenernya pertama kali saya ke Indonesia hanya kunjungan silturahmi karena ada hubungan darah ke Indonesia. Ternyata sejak saya di Indonesia ingin kenal keluarga, siapa saja keluarga saya. Ternyata saya menemukan kakek saya kelahiran bumi ayu, Jawa Tengah," terang Syekh Ali.

" Bahkan salah satu juga saudara dari kakek saya adalah yang jadi korban tewas jajah Jepang. Menurut saya, saya Arab asli. Jadi Arab asli tapi darah saya tidak jauh dari Indonesia," sambungnya.

7 dari 7 halaman

Syekh Ali Jaber resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012. Syekh Ali Jaber disambut baik oleh warga Muslim Indonesia. Dakwahnya memang menyejukkan. Segala penjelasannya gamblang disertai dalil Alquran dan hadis.

Sejak menjadi WNI, Syekh Ali Jaber kerap berkeliling Indonesia untuk berdakwah. Dia juga mengisi berbagai program dakwah di televisi tanah air.kecil di pelosok kota dan daerah.

Beri Komentar