Lantunan Merdu Ketua BEM UGM Baca Ayat Suci Alquran

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 25 September 2019 16:01
Lantunan Merdu Ketua BEM UGM Baca Ayat Suci Alquran
Ketua BEM UGM ternyata seorang tahfiz Alquran.

Dream - Argumen Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Atiatul Muqtadir, saat hadir di program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan TVOne semalam menjadi sorotan.

Pembawaannya yang tenang dan gaya bicaranya yagn cerdas membuat banyak audiens terpukau. 

Di balik itu, rupanya ada karakter yang mungkin belum banyak diketahui publik. Atiatul ternyata tidak hanya dikenal sebagai Ketua BEM UGM yang karismatik.

Ustaz Yusuf Mansur yang membuat unggahan viral mengenai Atiatul. Di laman akun instagramnya, @yusurmansurnew, Ustaz YM mengunggah kembali cuitan mengenai Atiatul dari pengguna Twitter.

" Nilai tambah yg tak trnilai," tulis Ustaz Yusuf, diakses pada Rabu 25 September 2019.

 
 
 
View this post on Instagram

Nilai tambah yg tak trnilai... . . Met siap2 zuhur.

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew) on

 

1 dari 6 halaman

Seorang Tahfiz dan Qori

Apa yang membuat Atiatul istimewa? Di balik penampilannya yang memukau dalam adu argumen, Atiatul ternyata seorang tahfiz Alquran.

Atiatul hafal sejumlah ayat Alquran. Selain itu, dia juga seorang qori yang memiliki suara indah saat membaca Alquran.

Diketahui, Atiatul memiliki channel YouTube dengan identitas Muhammad Muqtadir. Di channel tersebut diunggah beberapa video milik Atiatul.

Yang mengesankan, ada beberapa video berisi lantunan ayat suci Alquran. Ayat-ayat itu dibacakan sendiri oleh Atiatul dengan suara begitu merdu.

2 dari 6 halaman

Lihat Penampilan Atiatul

3 dari 6 halaman

Menjadi Tahfiz Quran, Ini Adab yang Patut Diperhatikan

Dream - Menghafal Alquran memang mengandung keutamaan tersendiri. Di setiap hurufnya terkandung sepuluh kebaikan bagi orang membacanya.

Keutamaan lebih besar didapat mereka yang bisa menghafal Alquran. Salah satunya, jaminan masuk surga dan mahkota bagi orangtua.

Dewasa ini, banyak yang berlomba-lomba untuk menghafal Alquran. Tidak sedikit dari saudara kita yang memutuskan menjadi tahfiz mandiri ataupun masuk ke pesantren dan rumah tahfiz demi menjadi penghafal Alquran.

Namun demikian, menjadi tahfiz hakiki tidak mudah. Tidak cukup hanya dengan hafal Alquran, namun dituntut untuk menerapkan isinya dalam kehidupan nyata.

Dikutip dari NU Online, Imam Al Qathalani seperti dikutip Mustafa Murad dalam kitabnya Kaifa Tahfadz Alquran menyatakan Ahlu Alquran adalah orang yang mengamalkan Alquran. Mereka adalah kekasih Allah.

Sehingga, setiap orang yang ingin menjadi tahfiz Alquran patut memperhatikan sejumlah adabnnya. Ini untuk menjaga identitasnya sebagai Ahlu Allah wa khasshatuh (keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya).

4 dari 6 halaman

Adab Menjadi Tahfiz, Memiliki Perangai Sempurna

Adab pertama yaitu perangai dan akhlak sempurna. Seseorang yang menjadi tahfiz harus mencerminkan akhlak Alquran. Dia harus mencontoh akhlak Rasulullah Muhammad SAW.

Rasulullah adalah teks Alquran yang hidup. Seluruh kandungan dalam Alquran terejawantahkan dalam diri Rasulullah.

Adab kedua, harus meninggalkan segala larangan untuk memuliakan Alquran. Seseorang tidak boleh sekalipun melanggar larangan yang tercantum dalam Akquran.

Adab ketiga yaitu menjaga diri dari pekerjaan rendah. Seorang penghafal Alquran tidak boleh menjalankan pekerjaan tak halal atau menjerumuskan pada dosa.

 

5 dari 6 halaman

Berjiwa Mulia

Adab keempat, memiliki jiwa mulia. Jiwa seorang tahfiz harus bersih dari segala prasangka buruk dan selalu menjaga lisan serta perbuatannya. Tidak boleh seorang tahfiz kasar sikapnya, pelupa, bersuara lantang, serta pemarah.

Adab kelima, seorang penghafal Alquran memiliki derajat lebih tinggi dari penguasa yang sombong dan pecinta dunia yang jahat. Sehingga, dia tidak boleh merendahkan diri di hadapan penguasa angkuh dan serta tidak menjadi pengikut kaum pecinta dunia.

Adab keenam, harus bersikap tawadhu' kepada orang-orang sholeh, baik serta miskin. Dia diharuskan bersikap santun kepada semua orang terutama kepada orang sholeh serta menyayangi mereka yang miskin.

 

6 dari 6 halaman

Berjiwa Khusyuk dan Tak Jadikan Alquran Sumber Pendapatan

Adab ketujuh, jiwa diharuskan khusyuk, tenang dan berwibawa. Seorang ahli Alquran hendaknya berjiwa tenang dalam penampilan serta sabar menjaga dan merawat hafalannya.

Adab kedelapan, tidak boleh menjadikan Alquran sebagai sumber penghasilan. Seorang tahfiz Alquran tidak pantas menggantungkan diri kepada orang lain dan justru dia dituntut memenuhi kebutuhan saudaranya.

Sedangkan adab kesembilan, selalu mengulang hafalannya. Yang paling utama adalah dengan muraja'ah tiap malam mengingat sebagai waktu mustajab.

Sumber: NU Online

Beri Komentar