Pemakaman Pasien Covid-19 Bikin Haru, Keluarga Lihat dari Jauh

Reporter : Sugiono
Rabu, 25 Maret 2020 10:01
Pemakaman Pasien Covid-19 Bikin Haru, Keluarga Lihat dari Jauh
Tidak ada keluarga dan pelayat yang mengantar hingga ke lihat lahat. Hanya empat petugas medis dengan Alat Pelindung Lengkap yang memakamkan korban Covid-19.

Dream - Bila ada salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia, maka waktu itulah kita akan berada di sisinya untuk menatap wajahnya buat kali terakhir.

Tapi hal itu tidak terjadi pada seorang netizen bernama Luqman Idris. Disebabkan ayahnya meninggal karena Covid-19, Luqman tak punya peluang melihat wajah orang yang sangat dihormati itu.

Jangankan melihat wajah untuk terakhir kali, mengurus jenazah ayahnya saja keluarganya tak diizinkan.

Luqman dan keluarga di Malaysia hanya bisa melihat proses pemakaman ayahnya yang sudah dimasukkan ke dalam peti dari jarak cukup jauh.

1 dari 4 halaman

Keluarga Tak Mengiringi Sampai Liang Lahat

Dalam sebuah video yang dia bagikan di Twitter, tampak empat orang petugas rumah sakit mengurus pemakaman ayahnya.

Para petugas itu terpaksa menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat menurunkan peti mati dari ambulans dan membawanya ke pemakaman.

 Korban Covid-19 dimakamkan oleh 4 petugas medis, keluarga menyaksikan dari jauh.© Twitter @pakhabib98

Sementara Luqman dan anggota keluarga hanya bisa melihat dari dalam mobil yang diparkir agak jauh dari ambulans.

" Hanya empat orang saja yang mengurus jenazah ayah. Yang memakai APD lengkap saja yang diperbolehkan mengusung peti mati," tulis Luqman.

 Proses pemakaman memakan waktu kurang dari 30 menit.© Twitter @pakhabib98

Luqman mengatakan proses pemakaman ayahnya yang meninggal akibat tertular virus corona itu berlangsung tidak sampai 30 menit.

2 dari 4 halaman

Boleh Berziarah Korban Covid-19?

Sebagai seorang anak, Luqman pasti merasa sedih karena tak dapat memandikan jenazah ayahnya. Tapi dia bersyukur masih bisa mengiringi kepergian sang ayah biar hanya dari jauh.

Pemakaman korban virus Covid-19 yang terpaksa dilakukan dengan cara ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari netizen.

Seorang netizen menanyakan apakah anggota keluarga diperbolehkan berziarah setelah seorang anggota tertular Covid-19 meninggal dunia?

" Seharusnya boleh saja anggota keluarga berziarah. Tapi tunggu Inspektur Kesehatan beri izin baru boleh berziarah. Jika kawasan itu sudah disterilkan," tulis Luqman.

3 dari 4 halaman

Rasanya Jika Ada Keluarga Kritis karena Covid-19

Luqman kemudian bercerita pengalaman ketika seorang anggota keluarganya mengalami masa kritis akibat virus corona.

Kata Luqman, saat ayahnya dalam masa kritis sekali pun, keluarga tak bisa berada di sisinya untuk menemani seperti biasanya.

" Hanya menunggu kabar dari rumah sakit. Kami (di rumah) hanya mampu berdoa dari jauh, semoga ada keajaiban," kata Luqman.

Menurut Luqman, keluarganya tidak bisa menemani ayahnya yang kritis karena untuk melindungi mereka dari tertular virus corona.

Sumber: Lobak Merah

4 dari 4 halaman

Lihat Videonya

Proses pemakaman korban virus Covid-19 membuat netizen sedih. Tidak ada keluarga dan pelayat yang mengantar hingga ke lihat lahat. Hanya empat petugas medis dengan Alat Pelindung Lengkap yang memakamkan korban Covid-19.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna