Viral Foto Driver Pengantar Makanan Numpang Sholat di Koridor Rumah

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 6 Juni 2020 12:01
Viral Foto Driver Pengantar Makanan Numpang Sholat di Koridor Rumah
'Maaf bang, saya sudah lewat, saya sudah salam, tapi tak ada orang," kata si pria kepada pemilik rumah yang baru pulang.

Dream - Sholat terasa ringan bagi orang yang telah merasakan ibadah ini sebagai sebuah sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Apapun kondisinya, muslim tersebut akan berupaya untuk menunaikan rukun Islam kedua ini.

Sebaliknya orang yang menganggap sholat sebagai kegiatan yang berat akan selalu menggunakan alasan apapun untuk melalaikannya. Petuah ini mengingatkan begitu banyaknya orang yang mungkin menganggap sholat sebagai hal remeh, padahal setiap detik manusia tidak bisa lepas dari rahmat-Nya.

Beberapa hari ini laman sosial media di Malaysia viral dengan foto seorang pria pengantar makanan tengah menunaikan sholat. Yang jadi perbincangan netizen negeri jiran itu adalah lokasi pria itu menjalankan sholat.

Bukan di masjid atau mushola, pria pengantar makanan itu menjalankan sholat di teras koridor rumah seseorang penyewa jasanya.

Foto tersebut diambil oleh Nor Hoda Haji Tarseh, seorang warga Malaysia. Foto itu menjadi viral setelah diunggah di akun Twitter @Aryyaff.

" Paman pulang dari kerja, lihat ada orang sholat di koridor rumah. Setelah sholat orang itu bilang, 'Maaf bang, saya sudah lewat, saya sudah salam, tapi tak ada orang. Tapi saya lihat ada pipa air, jadi saya ambil wudhu dan sholat. Saya lihat lantai ini bersih dan ada Ayat Kursi di pintu, jadi saya sholat lah'," tulis pemilik akun.

Pemilik akun melanjutkan unggahannya. Dia tuliskan jawaban dari pamannya.

" Jawab paman, 'Tidak apa-apa, Dek, kamu sholat saja, kiblatmu juga sudah betul, mugkin hidayah Allah'," tulis pemilik akun.

1 dari 4 halaman

Ramai Dikomentari Netizen

Unggahan tersebut ternyata menggerakkan hati banyak orang. Malah, tidak sedikit yang mendoakan driver tersebut mendapatkan keturunan yang hebat, melihat akhlak yang ditunjukkan.

" Jika niatmu benar, semua jadi sempurna," tulis netizen.

" Semoga darinya lahir keturunan-keturunan yang hebat," tulis netizen lainnya.

" Semoga Allah murahkan rezeki dan sehatkan driver dan tuan rumah," tulis netizen lainnya.

Sumber: Siakapkeli.my

2 dari 4 halaman

Viral Gadis Cilik Pecahkan Celengan Demi Beli Ponsel Untuk Belajar Online

Dream - Pandemi virus Covid-19 memaksa setiap orang sebisa mungkin melakukan kegiatan dari rumah. Aktivitas sehari-hari harus tetap berjalan agar kehidupan berjalan normal dan pemasukan tetap datang. Semua dilakukan sebagai upaya bersama menekan penyebaran virus corona.

Langkah yang sama juga terpaksa dilakukan para pelajar. Banyak negara yang menerapkan sistem belajar di rumah melalui daring (online). Bagi anak-anak yang terlahir dari keluarga berkecukupan, metode belajar ini mungkin takkan terlalu jadi masalah. Namun tidak untuk anak didik dari keluarga kurang beruntung.

Akhir-akhir ini banyak sekali media yang memberitakan tentang keluarga yang kurang mampu dan terpaksa melakukan tindakan drastis demi memastikan anak-anak mereka mendapat fasilitas belajar online.

Inilah yang terjadi pada seorang gadis kecil dari keluarga kurang mampu. Kisahnya dibagikan oleh salah satu netizen asal Thailand yang bekerja di kios ponsel.

3 dari 4 halaman

Suatu ketika, seorang gadis kecil datang ke konter ponsel dan membawa setumpuk uang receh dan uang kertas lusuh di atas meja kiosnya.

" Saya ingin membeli telepon baru," katanya dengan sopan.

Sontak pria penjaga kios itu kebingungan. Bagaimana ia membawa uang sebanyak itu tanpa kehadiran orang tuanya yang mendampinginya membeli ponsel.

Netizen itu kemudian bertanya apakah dia berencana menggunakannya untuk bermain game mobile, seperti yang dilakukan kebanyakan anak.

Namun jawaban gadis itu membuat sang netizen yang tidak disebutkan namanya itu tercengang.

4 dari 4 halaman

" Tidak, aku membutuhkannya agar aku bisa bergabung dengan teman-teman untuk belajar secara online" dia menjawab.

Bahkan, kakeknya, yang menemaninya ke kios, bertanya apakah mungkin bagi mereka untuk membayar dengan uang receh, khawatir bahwa toko hanya akan menerima pembayaran kartu kredit.

Kisah di penjaga toko Ponsel itu segera menjadi viral di media sosial. Cerita ini juga menjadi sorotan bagaimana e-learning mungkin terbukti lebih bagi anak-anak dari kalangan keluarga beruntung, namun tidak dengan anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Banyak netizen juga menyinggung tentang fakta bahwa tidak semua orang dapat dengan mudah melakukan e-learning.

(Sah, Sumber: worldofbuzz.com)

Beri Komentar