Viral Hadis Pahala Sholat Tarawih di Tiap Hari Ramadhan, Ini Pendapat Ulama

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 29 April 2020 10:01
Viral Hadis Pahala Sholat Tarawih di Tiap Hari Ramadhan, Ini Pendapat Ulama
Ternyata, ulama menyebut hadis itu bermasalah.

Dream - Di zaman serba canggih seperti sekarang ini, informasi begitu mudah didapat. Dengan diam saja, ada informasi masuk ke ponsel kita.

Setiap kali Ramadhan dalam beberapa tahun belakangan, beredar pesan berisi hadis mengenai sholat Tarawih. Hadis itu menyebutkan pahala sholat Tarawih setiap hari.

Dari hari pertama hingga terakhir, masing-masing punya pahala berbeda. Pahalanya bahkan dirinci setiap hari.

Hadis tersebut diklaim berasal dari Sahabat Ali bin Abi Thalib RA yang didapat dari Rasulullah Muhammad SAW. Tetapi, sanad (jalur periwayatan) dan matannya (isinya) dianggap bermasalah.

Benarkah ada pahala sholat Tarawih tiap hari seperti pada hadis viral tersebut? Apakah kita bisa meyakini kebenaran hadis tersebut?

 

1 dari 3 halaman

Mengandung Banyak Kejanggalan

Dikutip dari NU Online, Wakil Katib PCNU Jember, Ustaz Abdul Wahab Ahmad, membuat artikel yang membahas tingkat validitas hadis tersebut. Abdul menemukan cukup banyak kejanggalan dalam hadis tersebut.

Keanehan pertama yaitu istilah sholat Tarawih yang diklaim disebutkan Ali dari Rasulullah. Padahal, istilah tersebut tidak dikenal di zaman Rasulullah masih hidup.

Ibadah malam pada Ramadhan yang dijalankan Rasulullah bersama sahabat disebut dengan istilah sholat Qiyamu Ramadhan. Dasar dari nama Qiyamu Ramadhan yaitu hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

Siapa yang berdiri sholat di (malam) bulan Ramadhan (qama Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.

 

2 dari 3 halaman

Asal Istilah Tarawih

Sedangkan nama Tarawih baru digunakan ketika Umar bin Khattab RA menjabat sebagai Khalifah. Kata 'Tarawih' berasal dari kata 'tarwihah' berarti 'istirahat', merujuk pada aktivitas beristirahat setiap kali selesai melaksanakan sholat sunah dua rakaat salam.

Hal ini dijelaskan Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari.

" Tarawih adalah jamak dari tarwihah yaitu istirahat satu kali, seperti kata taslimah berasal dari kata salam. Sholat berjemaah di malam-malam bulan Ramadan disebut sebagai tarawih karena pada awal ia dilakukan berjamaah, para sahabat beristirahat di antara setiap dua kali salam."

Penyebutan fadlilah sholat Tarawih ditautkan para Rasulullah sangat aneh. Karena istilah Tarawih saja belum ada zaman itu.

 

3 dari 3 halaman

Pahala yang Disebutkan Terlalu 'Wah'

Keanehan lainnya yaitu keutamaan yang disebutkan kesannya terlalu luar biasa. Ini merupakan salah satu ciri dari hadis bermasalah, sebanding dengan hadis yang menyebut sholat di Masjidil Haram seperti mengkhatamkan 4 kitab suci, bahkan dianugerahi seperti ibadahnya para Nabi.

Secara sanad, sudah tidak diragukan lagi hadis tersebut bermasalah karena memang tidak ada. Hadis tersebut bersumber dari kitab Durrotun Nashihin yang kerap tidak menyampaikan sanad.

Sehingga, hadis pahala sholat Tarawih tiap hari adalah bermasalah, bahkan memiliki ciri hadis palsu. Seandainya dhaif (lemah), tentu tercantum dalam kitab hadis mu'tabar yang akan memcantumkan sanadnya.

Tetapi, hadis mengenai pahala sholat Tarawih tiap hari tidak tercantum dalam kitab-kitab kumpulan hadis. Bahkan sanadnya saja tidak ada sehingga hadis tersebut tidak bisa dijadikan pedoman.

Beri Komentar