Viral Jenazah Diangkut Pakai Motor Roda 3, Ini Alasannya

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 23 Juni 2021 12:38
Viral Jenazah Diangkut Pakai Motor Roda 3, Ini Alasannya
Di tengah kebingungan warga tersebut, terdengar lantunan ayat-ayat Al Quran mengiringi jenazah yang akan dibawa ke pemakaman.

Dream - Memakamkan jenazah adalah suatu kewajiban bagi umat muslim yang tetangga atau saudaranya meninggal dunia. Biasanya jenazah di dalam keranda dipanggul oleh empat orang untuk dibawa menuju pemakaman. Ada pula yang dibawa menggunakan ambulans.

Akan tetapi, baru-baru ini beredar video di media sosial yang memperlihatkan jenazah di dalam keranda yang dibawa memakai tossa, sejenis kendaraan bermotor roda tiga.

Aksi warga yang membawa jenazah ke pemakaman memakai tossa itu pun banjir komentar warganet. Seperti apa kisahnya? Simak berikut ini.

1 dari 9 halaman

Jenazah dibawa Pakai Tossa

Ilustrasi© Instagram/@ndorobeii

Dilansir dari laman instagram @ndorobeii, proses pemakaman jenazah yang menggunakan tossa itu terjadi di Dusun Krajan Desa Jetis Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.

Terlihat dalam video, warga tampak berkumpul di sekitar tossa untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah.

Kemudian terlihat satu orang yang hendak melajukan tossa tersebut. Tampak orang tersebut kesulitan menyalakan mesin tossa. Sedangkan yang lain tampak menunggu tossa tersebut berhasil dihidupkan. Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya mesin tossa menyala.

Di tengah kebingungan warga tersebut, terdengar lantunan ayat-ayat Al Quran mengiringi jenazah yang akan dibawa ke pemakaman.

2 dari 9 halaman

Alasan Jenazah Dibawa Pakai Tossa

Ilustrasi© Instagram/@ndorobeii

Netizen pun bertanya-tanya mengapa jenazah dibawa pakai tossa. Masih dilansir dari akun tersebut, rupanya diketahui bahwa jenazah memiliki tubuh yang gemuk. Sehingga tubuhnya berat saat hendak dipangkul menuju pemakaman.

Alhasil warga pun berinisiatif membawa jenazah ke pemakaman menggunakan motor roda tiga yang kerap disebut tossa.

Terlihat saat menuju pemakaman pun, harus melewati jalan yang cukup sulit. Sehingga tossa itu pun dikendarai dengan sangat hati-hati. Sementara warga yang lain ikut membantu mengatur jalannya tossa supaya tetap seimbang.

3 dari 9 halaman

Netizen Geram

Ilustrasi© Instagram/@ndorobeii

Melihat video yang beredar tersebut, netizen geram dengan aksi orang yang memvideo-nya. Menurut warganet suasana duka tidak selayaknya divideo. Hal ini dilakukan untuk menghormati keluarga yang sedang berduka. Selain itu juga untuk menghindari fitnah yang mungkin muncul.

" Harusnya sih gak divideoin ya, gak baik dilihat soalnya inikan duka dan bisa jd banyak fitnah yg muncul," kata anony.mous2127.

" Trs di upload biar apa? Hargai keluarganya, jgn asal upload yg penting eksis,, walau di caption dijelaskan fisik alm sy yakin maksud upload video ini pasti ada hal lain,, harusnya di saring lagi mana yg layak di upload," ucap hendroarisaputro.

" @ettyningsihh mungkin sudah di coba dan mungkin itu opsi terakhir, ya harus pakai motor roda 3," kata harry_nugraha52.

4 dari 9 halaman

Jenazah Bertubuh Kecil Terasa Sangat Berat Saat Dibawa, Astaga Ternyata

Dream - Sebagai insan yang lemah, terkadang kita alpa tentang persiapan menghadapi ajal yang memang pasti bagi setiap manusia di muka bumi ini. Salah satu cara untuk menyadarkan diri adalah dengan banyak menghadiri dan mengingat kematian, karena hal itulah yang paling dekat dengan kita.

Justru, kisah yang dibagikan bukanlah bertujuan untuk menebarkan aib yang meninggal, tapi sebagai bahan iktibar kita semua agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah kematian.

Ini adalah kisah Syed Sohleh, seorang pengurus jenazah asal Kelantan, Malaysia, yang membagikan satu pengalaman yang tak terlupakan di halaman Facebooknya, ketika menyiapkan jenazah korban kecelakaan kira-kira dua tahun lalu.

5 dari 9 halaman

"  Terjadi kira-kira dua tahun yang lalu, selesai menghantar satu jenazah ke Pasir Mas, saya dikejutkan dengan satu panggilan dari kamar mayat RS Selayang untuk mengurus satu lagi jenazah yang perlu diantar ke Tanah Merah.

Demi menjalankan amanah dan tanggung jawab, saya bersama seorang pembantu bergegas ke rumah sakit yang dimaksud dan mengurus jenazah hingga selesai.

Almarhum terlibat dalam satu kecelakaan. Proses penyucian memerlukan waktu 2 jam disebabkan pendarahan yang banyak dari mulut, telinga dan hidung almarhum. Sepanjang proses pengurusan, hati saya tak henti berdoa agar jenazah dapat dipermudahkan secepat mungkin.

6 dari 9 halaman

Setelah urusan salat, saya bersama pembantu memulai perjalanan ke pantai timur. 

Sepanjang perjalanan, saya lihat ada perubahan pada raut wajah pembantu saya yang sedang mengemudikan ambulans. Akhirnya perkiraan saya terjawab ketika pembantu saya bertanya tentang informasi almarhum yang serba sedikit. Saya katakan padanya bahwa jenazah berumur sekitar 20 tahunan dan mempunyai postur tubuh kecil saja.

Dengan rasa ketakutan dia berterus terang pada saya bahwa ambulans yang dipandunya tidak seperti biasanya. Ia terasa amat berat dan perjalanan yang hanya memakan waktu kurang lebih 5 jam menjadi 9 jam. Dalam keadaan seperti ini saya mengambil langkah untuk tenang dan tidak berpikiran macam-macam. Saya hanya berdoa pada Allah SWT agar jenazah ini selamat sampai ke tempat tujuan.

 
7 dari 9 halaman

Hampir jam 12.30 malam kami selamat sampai ke Tanah Merah dan saya diarahkan oleh ahli warisnya agar membawa jenazah ke masjid terdekat untuk disalatkan dan dimakamkan dengan segera. Ketika acara pemakaman, sekali lagi Allah SWT benar benar ingin menunjukkan kekuasaan-Nya.

Orang kampung yang membantu mengangkat jenazah untuk dimasukkan ke dalam liang lahat turut tersentak ketika ukuran jenazah dan liang lahat tidak sesuai meskipun sudah diukur sebelumnya. Saat itu para penggali kubur juga tidak kelihatan sehingga suasana menjadi kalut.

8 dari 9 halaman

Menimbang jenazah ini tidak baik jika menginap hingga esok, saya mengarahkan orang kampung untuk membesarkan liang lahat. Saya juga ikut mengukur papan lahat agar sesuai dengan ukuran jenazah saat digunakan untuk menutupi liang nanti. Dua kali jenazah dimasukkan dan diangkat lagi karena liang lahat tidak muat untuk jenazah masuk.

Alhamdulillah! Allah akhirnya memudahkan urusan jenazah yang selesai dimasukkan ke dalam liang lahat. Namun, sekali lagi, saya dan orang kampung terkejut ketika papan lahat yang saya ukur sendiri barusan tadi menjadi kecil sewaktu proses menutup liang lahat.

9 dari 9 halaman

Allahu Akbar!!! Ini adalah pengalaman pertama dalam hidup saya sepanjang pengurusan jenazah dan tidak pernah lagi mengalami situasi seperti ini. Saya kuatkan hati orang kampung dengan mengajak mereka berdoa agar Allah SWT mengampunkan dosa-dosa almarhum.

Setelah menunggu agak lama akhirnya ahli waris almarhum datang dengan papan lahat yang baru dan jenazah telah berhasil disempurnakan. Syukur alhamdulillah.

Sepanjang perjalanan pulang ke Kuala Lumpur, saya dan pembantu lebih banyak diam. Segala peristiwa yang baru kami lalui barusan tadi meninggalkan kesan yang sukar dilupakan. Apa yang perlu diambil sebagai pelajaran adalah hikmah Allah SWT yang menunjukkan kekuasaan-Nya pada kita yang masih hidup.

Tidak perlulah diungkit apakah dosa yang telah dilakukan oleh almarhum hingga kematiannya diuji sedemikian rupa. Sebaliknya kita jadikan hal itu sebagai iktibar dan pengingat agar menjauhi perkara yang dilarang oleh-Nya."

(Sumber: ohbulan.com)

Beri Komentar