Wudhu Sambil Berbincang, Sahkah?

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 19 Juni 2019 20:01
Wudhu Sambil Berbincang, Sahkah?
Wudhu menjadi ibadah kunci untuk masuk ke ibadah lainnya.

Dream - Wudhu menjadi amalan wajib dilakukan Muslim sebelum sholat. Amalan ini untuk menyucikan diri dari hadas.

Wudhu bisa tidak dikerjakan sebelum sholat selama belum batal. Sementara pembatal wudhu yang sering terjadi yaitu kencing, buang air besar, atau kentut.

Mungkin kita pernah menjumpai orang berwudhu sembari berbincang dengan orang lain. Padahal, sebenarnya perbincangan itu bisa ditunda.

Bahkan ada masyarakat yang menganggap berbincang saat tengah berwudhu bisa membatalkan amalannya itu.

Terkait hal ini, apakah wudhu yang dilakukan tetap sah?

Dikutip dari NU Online, wudhu merupakan amalan kunci untuk masuk ke ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, thawaf, membaca Alquran, dan lain sebagainya. Jika tidak sah wudhunya, dapat berpengaruh pada sah tidaknya beragam ibadah itu.

 

1 dari 5 halaman

Boleh Bicara, Syaratnya...

Mengenai persoalan ini, Kiai Sahal Mahfuz memberikan penjelasan dalam kitabnya Dialog Problematika Umat. Ulama asal Pati, Jawa Tengah mengutip pendapat Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha ad-Dimyathi yang dituangkan dalam kitab I'anatuth Thalibin.

Kiai Sahal berpandangan ketika berwudhu, disunahkan untuk tidak berbicara tanpa keperluan. Apabila ada keperluan mendesak, bicara saat wudhu malah bisa menjadi wajib.

Misalnya, ada orang buta berjalan menuju jalan berlubang. Menjumpai situasi ini, orang yang sedang wudhu wajib hukumnya berbicara untuk mengingatkan si buta agar tidak tercebur ke dalam lubang.

 

2 dari 5 halaman

Wudhu Juga Butuh Khusyuk

Tetapi, di luar alasan semacam itu, diam lebih disunahkan ketika berwudhu. Sebab, wudhu juga merupakan amalan ibadah yang membutuhkan kekhusyukan.

Seperti diketahui, setiap basuhan dalam wudhu harus dilakukan dengan merata. Tidak boleh ada satupun anggota tubuh yang tidak tersentuh air karena dapat mengurangi kesempurnaan wudhu.

Apabila wudhu tidak sah, maka ibadah yang dilakukan setelahnya juga menjadi tidak sah. Sehingga, dibutuhkan kehati-hatian dalam berwudhu dan dikhawatirkan konsentrasi seseorang terganggu akibat bicara.

Sumber: NU Online.

3 dari 5 halaman

Hendak Sholat Usai Mandi Junub, Harus Wudhu Lagi?

Dream - Pria dan wanita tentu memiliki kebutuhan biologis yang perlu dipenuhi. Caranya dengan melakukan hubungan intim antara suami dan istri untuk meraih kenikmatan dan ketentraman batin.

Selain itu bisa juga karena bermimpi basah hingga keluar mani. Dalam Islam, kondisi ini digolongkan dalam keadaan junub.

Seseorang yang junub wajib hukumnya untuk menyucikan diri dengan mandi besar. Dia terlarang untuk sholat maupun menyentuh Alquran jika belum melaksanakan syariat mandi junub.

Sebelum sholat, terdapat syariat bersuci yaitu wudhu. Amalan ini gunanya untuk menyucikan tubuh dari hadas kecil dan najis.

Tetapi, apakah tetap harus berwudhu jika hendak sholat usai mandi junub?

4 dari 5 halaman

Kebiasaan Rasulullah SAW

Dikutip dari Islami, wudhu menjadi wajib dilakukan jika hendak sholat. Amalan ibadah ini dilakukan untuk menyucikan diri setelah kita buang hajat maupun kencing, atau sekadar kentut.

Tetapi, Rasulullah Muhammad SAW ternyata tidak pernah berwudhu lagi. Rasulullah langsung sholat setelah manji junub.

Hal ini berdasarkan riwayat Abu Daud, Nasai dan Tirmizi, dari Aisyah RA.

" Rasulullah sering mandi kemudian melakukan sholat dua rakaat dan sholat Subuh. Dan aku tidak melihatnya memperbarui wudhunya setelah mandi."

Ibnu Abi Syaibah juga meriwayatkan hadis senada, namun dari Ibnu Umar RA.

" Ketika Rasulullah SAW ditanya terkait wudhu setelah mandi, (Rasulullah menjawab) 'Adakah wudhu yang lebih umum daripada mandi."

Hadis dari Ibnu Umar menunjukkan kedudukan mandi lebih umum dari wudhu. Sehingga ketika seseorang mandi junub, maka dia juga dinyatakan sudah berwudhu.

 

5 dari 5 halaman

Pendapat Ulama

Abu Bakar bin Al Araby, seperti dikutip oleh Al Mubarakfury dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi, membahas persoalan ini. Pendapat Abu Bakar bin Al Araby membuat makna dari dua riwayat di atas semakin jelas.

Abu Bakar menyatakan tidak ada ulama yang berbeda pendapat terkait persoalan wudhu yang telah masuk dalam mandi. Sedangkan niat bersuci dari junub menyempurnakan niat bersuci dari hadas karena penyebab janabat lebih banyak daripada hadas.

Demikian pula dengan Imam An Nawawi. Dalam kitabnya Al Majmu' Syarh Muhadzdzab, Imam An Nawawi menyatakan boleh tidak berwudhu bagi orang yang telah mandi junub. Meski menyebutkan ada tiga pendapat mengenai hal ini, Imam An Nawawi menyatakan pendapat tak perlu wudhu usai mandi junub adalah yang paling sahih.

(ism, Sumber: Islami)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik