Zaid bin Haritsah, dari Budak Jadi Anak Angkat Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 10 Mei 2019 09:01
Zaid bin Haritsah, dari Budak Jadi Anak Angkat Rasulullah
Zaid adalah orang yang selalu membersamai Rasulullah SAW.

Dream - Zaid bin Haritsah tidak bisa dipisahkan dari Rasulullah Muhammad SAW. Dia adalah orang yang membersamai Rasulullah sejak sebelum diangkat sebagai Nabi.

Masa lalu Zaid begitu kelam. Dia harus menjadi budak tanpa sengaja ketika diajak ibunya berkunjung ke kampung kaumnya, Bani Ma'in, ketika berusia delapan tahun.

Letak kampung Bani Ma'in sangat jauh. Satu riwayat menyebut dia dan ibunya dirampok di tengah jalan sementara riwayat lain menyatakan ketika tiba di Bani Ma'in, mereka diserang oleh Bani Al Qain.

Kaum itu menjarah seluruh harta dan menawan anak-anak. Zaid menjadi salah satu anak yang kurang beruntung kala itu. Dia bersama anak-anak lainnya dijadikan budak dan dijual di pasar Ukaz.

Zaid dibeli oleh Hakim bin Hizam bin Khuwailid dengan harga 400 dirham. Hakim lalu memberikan Zaid kepada Khadijah binti Tuwailib yang kemudian menikah dengan Rasulullah.

Khadijah lalu menghadiahkan Zaid kepada Rasulullah saat belum diangkat sebagai Nabi. Sejak saat itu, Zaid tinggal dan melayani segala kebutuhan Rasulullah.

Lambat laun, Zaid menjadi sahabat paling istimewa. Hingga pada akhirnya Zaid dimerdekakan dan diangkat sebagai anak oleh Rasulullah.

 

1 dari 3 halaman

Kesedihan Zaid dan Orangtuanya

Awal tinggal dengan Rasulullah, Zaid sempat menangis sedih karena kangen dengan ibu dan bapaknya. Lama-lama, Zaid betah tinggal bersama Rasulullah karena perlakuan Sang Nabi yang lembut dan penuh kasih sayang kepadanya.

Sebaliknya, orangtua Zaid malah sedih lantaran anak itu tidak bersama mereka. Ibu Zaid, Su'ad binti Tsa'labah, terus meratapi anaknya yang dikira hilang. Dia tidak tahu apakah Zaid masih hidup atau sudah meninggal.

Demikian pula dengan ayah Zaid, Haritsah. Dia tidak pernah berhenti mencari di mana keberadaan anaknya. Perasaan sedih yang mendalam sampai menghantui Haritsah.

 

2 dari 3 halaman

Kabar Baik dari Mekah

Kesedihan mereka terus berlanjut hingga datang kabar Zaid masih hidup. Kabar itu datang dari sekelompok orang dari kaumnya Zaid yang pulang dari haji ke Mekah.

Mereka memberitahu keberadaan Zaid kepada Haritsah dan Su'ad. Seketika, mereka berangkat ke Mekah untuk menemui dan mengajak Zaid pulang. Tak lupa, mereka telah menyiapkan uang untuk menebus bocah itu.

Begitu tiba di Mekah, mereka segera menemui Rasulullah. Diutarakan maksud mereka yang ingin membawa pulang Zaid. Mereka juga menyerahkan uang kepada Rasulullah agar Zaid bisa dimerdekakan.

Rasulullah tidak segera mengiyakan ataupun menolak. Rasulullah lalu memanggil Zaid.

Bocah itu diminta memilih apakah ingin tinggal bersama orangtuanya atau tetap bersama Rasulullah. Uang yang disiapkan orangtua Zaid tidak akan diterima Rasulullah ketika bocah itu memutuskan untuk pulang.

" Engkau sungguh-sungguh berlaku adil," kata mereka kepada Rasulullah.

 

3 dari 3 halaman

Diangkat Anak oleh Rasulullah

Begitu melihat ayah dan pamannya, Zaid langsung menangis. Selama ini, dia memendam rasa rindu yang sangat.

Setelah Zaid sedikit tenang, Rasulullah menyampaikan maksud kedatangan Haritsah. Rasulullah juga meminta Zaid memilih, dan bocah itu memutuskan tetap tinggal bersama Rasulullah.

Mendengar keputusan Zaid, Haritsah marah besar. Dia tidak terima anaknya malah memilih orang lain dan tetap menjadi budak.

Rasulullah kemudian menenangkan Haritsah. Diajaknya pria itu di Hijir Ismail di samping Kabah. Zaid juga diajak waktu itu.

" Wahai segenap yang hadir di sini, saksikanlah bahwa ia (Zaid) adalah anakku. Dia adalah ahli warisku," kata Rasulullah di hadapan banyak orang.

Mengetahui hal itu Haritsah menjadi tenang. Mereka maklum dan bisa menerima keputusan Zaid yang lebih memilih tetap bersama Rasulullah. Dia pun pulang dengan hati lega karena sang anak telah memiliki kedudukan mulia di Mekah.

(ism, Sumber: NU Online)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone