Zikir Rasulullah Ketika Menyaksikan Hilal Ramadan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 8 April 2021 20:00
Zikir Rasulullah Ketika Menyaksikan Hilal Ramadan
Hilal menjadi petanda pergantian bulan dalam kalender Hijriah.

Dream - Waktu maghrib di akhir Syaban selalu jadi momen istimewa bagi umat Islam. Sebab, itu adalah momen menantikan datangnya hilal sebagai penanda datangnya bulan suci yang diharapkan, Ramadan.

Hilal merupakan penampakan bulan baru yang usianya sangat muda. Jika dilihat, bentuk hilal seperti garis tipis melengkung ke atas.

Bentuknya seperti bulan sabit. Tetapi sangat tipis sehingga hampir tak terlihat jika tidak dipandangi dengan seksama.

Menentukan Ramadan dengan metode melihat hilal tetap digunakan umat Islam hingga saat ini. Meski telah berkembang metode lain yaitu hisab atau perhitungan astronomis mengenai posisi hilal.

Rasulullah Muhammad SAW punya sunah setiap kali menyaksikan hilal. Sesudah hilal terlihat, Rasulullah membaca zikir ini, yang terdapat dalam hadis riwayat Imam Ahmad.

 

1 dari 5 halaman

Zikir Rasulullah Usai Lihat Hilal

Zikir Rasulullah Lihat Hilal© Dream.co.id

Allahu akbaru, la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'adh?mi. Allahumma inn? as'aluka khoira hadzas syahri, wa a'udzu bika min syarril qodari, wa min syarril mahsyari.

Artinya,

" Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah Yang Maha Agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar."

Sumber: NU Online

2 dari 5 halaman

Doa Menyambut Ramadan yang Selalu Dilantunkan Rasulullah

Dream - Hanya dalam hitungan hari, Bulan Ramadan akan kembali menyapa kita. Bulan penuh keberkahan yang dinantikan umat Islam sedunia.

Insya Allah, awal Ramadan akan jatuh dalam lima hari ke depan. Umumnya, awal Ramadan bisa diketahui dengan dua pendekatan yaitu hisab dan rukyat.

Dengan hisab, kita dapat mengetahui posisi hilal atau bulan baru di akhir bulan Syaban melalui perhitungan astronomis. Sedangkan dengan rukyat, posisi hilal bisa kita saksikan secara langsung.

Dua metode itu umum digunakan untuk memastikan kapan datangnya Ramadan oleh umat Islam di seluruh dunia. Sehingga, umat Islam bisa melaksanakan puasa.

Begitu sudah ditetapkan 1 Ramadan, kita bisa melaksanakan ibadah sholat Tarawih di malam hari lalu sahur sebelum fajar. Kemudian, kita melaksanakan ibadah yang menjadi inti di bulan Ramadan yaitu puasa dari fajar hingga matahari terbenam.

Rasulullah Muhammad SAW punya kebiasaan tersendiri dalam menyambut Ramadan. Seperti memperbanyak ibadah dan terus mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, Rasulullah membaca doa ini. Doa tersebut tercantum dalam riwayat Imam At Thabarani dan Imam Ad Dailami.

 

3 dari 5 halaman

Doa Jelang Ramadan dari Rasulullah

Doa Sambut Ramadhan© dream.co.id

Allahumma sallimni li ramadlana, wa sallim ramadlana li wa sallimhu minni.

Artinya,

" Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) bulan Ramadan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di bulan Ramadan."

4 dari 5 halaman

Sepanjang Syaban, Rutinkan Istighfar Ini

Dream - Syaban merupakan bulan yang diistimewakan dalam Islam. Bulan ini menjadi wadah umat Islam untuk meningkatkan ibadah baik kualitas maupun kuantitas.

Rasulullah Muhammad SAW juga memanfaatkan Syaban untuk memperbanyak amalan dibandingkan pada bulan-bulan lain.

Karena itulah dianjurkan bagi Muslim untuk memperbanyak amalan ibadah di bulan ini. Amalan tersebut termasuk bagian dari menjalankan sunah Rasulullah.

Di antara amalan yang dianjurkan, memperbanyak istighfar menjadi salah satunya. Manfaatkan Syaban untuk memohon ampunan kepada Allah agar kita bersih dari dosa.

Sehingga hati menjadi jernih. Kita pun siap menyambut datangnya Ramadan yang penuh berkah.

Sepanjang Syaban, rutinkan untuk beristighfar dengan lafal ini.

5 dari 5 halaman

Istighfar Sepanjang Syaban

Istighfar Syaban© Dream.co.id

Astaghfirullahal 'adhim al ladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumur rahmanur rahimu wa atubu ilaihi, Astaghfirullahal 'adhim al ladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi.

Artinya,

" Saya memohon ampun kepada Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup, yang Maha Berdiri Sendiri, yang Pengasih lagi Maha Penyayang, dan saya bertaubat kepada-Nya, saya memohon ampun kepada Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup, yang Maha Berdiri Sendiri, dan saya bertaubat kepada-Nya."

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar