Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Dinar | Senin, 5 Oktober 2026 15:05

Reporter : Syahid Latif

PT Chandra Asri Pasific Tbk mengungkapkan rencana ekspansi bisnis perusahaan yang diperkirakan bakal membuka 1.000 lapangan pekerjaan baru

DREAM.CO.ID - PT Chandra Asri Pacific Tbk, grup perusahaan milik orang terkaya Indonesia Prayogo Pangestu, bakal merekrut 1.000 pekerja baru sampai tahun 2028. Pembukaan lapangan kerja ini seiring langkah perusahaan yang akan melakukan transformasi dan ekspansi bisnis Chandra Asri Group di Indonesia dan kawasan untuk mendorong pengembangan organisasi, operasional, dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Rencana ekspansi bisnis tersebut disampaikan manajemen PT Chandra Asri Pacific Tbk dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin, 5 Oktober 2026.

“Transformasi Chandra Asri Group tidak hanya membawa perkembangan pada bisnis dan portofolio kami, tetapi juga pada kapabilitas yang mendukungnya," ujar Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat, Suryandi dalam keterangan tertulis perusahaan. 

Menurut Suryanti, seiring dengan ekspansi Group di kawasan, perusahaan melihat Indonesia tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari basis talenta dan kapabilitas yang mendukung pertumbuhan bisnis kami.

"Karena itu, penguatan organisasi dan pengembangan talenta di Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan kami,” ujarnya

Ekspansi Bisnis Chandra Asri

Perkembangan tersebut merupakan bagian dari transformasi Chandra Asri Group yang kini memiliki portofolio bisnis melalui tiga pilar, yaitu Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, dan Solusi Mobilitas.

Pertumbuhan di berbagai lini bisnis, mulai dari pengembangan fasilitas industri, perluasan kegiatan operasional, pengembangan bisnis regional, hingga penguatan fungsi pendukung Group, turut mendorong kebutuhan akan talenta Indonesia dengan beragam keahlian dan pengalaman.

Kebutuhan talenta tersebut hadir seiring dengan pengembangan berbagai lini bisnis Chandra Asri Group. Di bidang Energi & Kimia, pengembangan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CAEDC) di Cilegon, Banten, menjadi bagian dari penguatan kapabilitas operasional Group.

Sejalan dengan persiapan menuju tahap operasional, fasilitas CA-EDC akan membutuhkan tenaga kerja untuk mendukung kegiatan produksi di berbagai fungsi pendukung lainnya. Di tengah perkembangan bisnis regional, Chandra Asri Group juga terus memperkuat kapabilitas yang berbasis di Indonesia. PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS), yang mulai beroperasi pada Januari 2026, berperan sebagai shared service center untuk mendukung operasional Group.

CASS juga telah mendukung operasional Aster Chemicals & Energy Pte. Ltd. (Aster) di Singapura, memberikan kesempatan bagi talenta di Indonesia untuk memperoleh pengalaman bekerja dengan kebutuhan, proses, dan standar bisnis lintas negara. CASS akan terus membutuhkan talenta Indonesia seiring dengan pengembangan bisnis solusi mobilitas di Singapura dan Malaysia. 

Secara keseluruhan, pembukaan lebih dari 1.000 lapangan kerja tersebut mencerminkan transformasi dan perkembangan portofolio Chandra Asri Group turut menciptakan peluang bagi talenta Indonesia. Kebutuhan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari fungsi teknis dan operasional hingga komersial, digital, keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, customer operations, serta fungsi pendukung lainnya.

“Ketika bisnis kami berkembang dan portofolio semakin beragam, kebutuhan terhadap talenta juga ikut berkembang. Bagi Chandra Asri Group, Indonesia tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Kami ingin pertumbuhan bisnis yang kami bangun dapat berjalan bersama dengan pengembangan talenta dan kapabilitas di Indonesia, sekaligus memberikan kesempatan bagi sumber daya manusia di Indonesia untuk berkontribusi dalam bisnis Group yang terus berkembang di Indonesia maupun di kawasan,” tutup Suryandi.

2 dari 2 halaman

Dari Raja Kayu Jadi Penguasa Petrokimia

Sebelum terjun ke dunia petrochemical lewat bendera PT Chandra Asri, nama Prajogo Pangestu sudah tersohor sebagai salah satu pengusaha kayu lewat perusahaan PT Barito Pacific. Seiring memudarnya sektor bisnis kehutanan, Prajogo mengubah haluannya dengan terjun ke bisnis petrokimia.

Prajogo Pangestu memulai bisnis perkayuan pada akhir 1970-an, kemudian membawa Barito Pacific ke bursa pada 1993. Titik penting terjadi pada 2007 ketika Barito Pacific mengakuisisi 70% saham Chandra Asri.

Meski terjun ke bisnis yang jauh berbeda, Chandra Asri berkembang menjadi pemain utama petrokimia Indonesia. Perusahaan memproduksi bahan baku penting seperti olefin, polyolefin, styrene monomer, dan butadiene yang digunakan berbagai industri. Bisnisnya kini juga meluas ke energi, infrastruktur, perdagangan, serta aset strategis di Singapura.

Kunci kekayaan Prajogo bukan hanya besarnya bisnis, tetapi kepemilikan saham dan pertumbuhan nilai perusahaan. Ia menguasai sekitar 71% Barito Pacific, yang memiliki kepentingan besar di Chandra Asri, sekaligus memiliki eksposur kuat ke bisnis energi melalui Barito Renewables.

Dengan strategi akuisisi, ekspansi, dan diversifikasi tersebut, nilai aset serta saham yang dimilikinya melonjak. Forbes mencatat kekayaan Prajogo sekitar US$16,2 miliar pada September 2026, meski peringkat dan kekayaannya dapat berubah mengikuti harga saham.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id