Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan
Bursa Efek Indonesia
Reporter : Syahid Latif
IHSG dibuka menguat dengan hampir seluruh indeks sektoral bergerak menguat.
DREAM.CO.ID - Bursa saham Indonesia di awal pekan ini bergerak relatif menguat mengikuti gerak laju indeks regional yang melaju positif. Meski sempat mengalami tekanan jual di pertengahan perdagangan, aksi beli investor mampu mendorong laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona hijau hingga sesi siang.
IHSG menutup perdagangan sesi I pada Senin, 5 Oktober 2026 dengan menguat 5,53 poin (0,09%) ke level 6.042,42. Meski ditutup menguat di sesi siang kenaikan IHSG lebih rendah dari sesi pembukannya.
Pada sesi pembukaan, IHSG dibuka menguat 18,27 poin (0,30%) ke level 6.055,16. Hampir seluruh indeks sektoral memulai perdagangan di awal pekan ini dengan bergerak di zona hijau.
Laju IHSG sepanjang paruh perdagangan sebagian besar melaju di zona positif. IHSG sempat mencetak level tertingginya di 6.081,32 saat bursa baru berjalan 2 menit. Hingga sekitar pukul 10.57 WIB, IHSG masih betah berjalan di jalur hijau.
Tekanan datang pada satu jam jelang penutupan sesi I. Aksi jual yang dilakukan investor membuat IHSG terpeleset ke teritori merah. IHSG sempat 20 menit melaju melemah dengan level terendahnay di 6.023,16.
Data perdagangan BEI mencatat sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat hingga penutupan sesi I. Penguatan tertinggi dialami indeks sektor properti yang naik 1,03%, barang konsumsi (0,86%), transportasi (0,8%)industri dasar (0,43%), dan energi (0,34%).
Tiga indeks sektor masih mengalami tekanan dipimpin sektor teknologi yang terkoreksi cukup tajam 2,14%, disusul keuangan 0,99%, dan kesehatan 0,33%.
Data RTI mencatat saham-saham penggerak bursa di awal pekan ini berasal dari emitem MBSS yang menguat Rp4.360 (20,11%). Top gainer lainnya adalah CMS yang naik 18,07%, PACK (9,81%), BUVA (8,47%), dan SRSN (8,33%).
Sementrara top losser IHSG hari ini dihuni saham ENRG Yang terkoreksi 4,69%, DOOH 3,83%, GOTO 3,33%, AMMN 3,07%, dan ANTM 0,64%.
Dari pasar keuangan, nilai tukar mata uang garuda awal pekan ini mengalami tekanan terhadap dollar AS. Hal yang serupa juga terjadi pada dollar Singapura, Dolar Hong Kong, dan yen Yepang.
Rupiah pada siang ini tercatat melemah 0,18% ke level 17.915 per dollar AS. Penguatan terjadi pada kurs dollar Australia yang menguat 0,20%, Pound sterling 0,23%, dan euro 0,16%.