Pengalaman Baru Sejumlah Komunitas Jelajahi Kandang Kampung Ternak Dompet Dhuafa di Cianjur

Stories | Rabu, 13 Mei 2026 18:56

Reporter : Kojiro Hyu

Pastikan kurbanmu tersalurkan secara transparan, amanah, dan tepat sasaran hingga ke pelosok negeri.

Dompet Dhuafa kembali menggelar kegiatan Jelajah Kandang Pemberdayaan bertajuk “The Series of Impact” dengan menggandeng sejumlah komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat ekosistem pemberdayaan hewan kurban, mulai dari penerapan teknologi digital hingga interaksi langsung dengan kehidupan peternak di lapangan, Cibeber, Cianjur, Sabtu (09/05/2026).

Sejumlah komunitas dari berbagai bidang turut serta dalam agenda ini seperti MasakTV, Ruang Temenin, Doodle Art Indonesia, Ayo Motret Jakarta, Komunitas Narasi Jabodetabek, Ipemi, TBM KOLONG, Traditional Games Returns (TGR), Pijar Desa, Jadi Teman Baru, MY DAY AND JARS SOCIAL PROJECT, BJX Beyblade Community, Youth Ranger Indonesia, Hijabersmom Community, Komunitas Bens, hingga Panti Goceng.

Kegiatan dimulai sejak pemberangkatan dari Jakarta menuju Cianjur. Setibanya di lokasi, dilanjutkan dengan sarasehan yang berlangsung hangat di saung bersama Kang Ayi selaku Ketua Kelompok Al Ikhwan, Yunan selaku Wakil Ketua Program Tebar Hewan Kurban (THK) dan Yogi selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Barat.

Yogi menjelaskan bahwa Program Tebar Hewan Kurban (THK) tahun ini didukung oleh Kurban Information System (KIS). Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan kepastian bagi donatur melalui laporan yang dikirimkan secara otomatis.

“Melalui sistem KIS, donatur akan menerima notifikasi melalui WhatsApp, SMS, atau email. Laporan dimulai dari konfirmasi transaksi, pemberitahuan lokasi penyembelihan pada H-3, hingga notifikasi saat hewan kurban telah selesai dipotong di Hari Raya,” jelas Yogi.

Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi ini merupakan komitmen Dompet Dhuafa untuk menyajikan data secara gamblang kepada masyarakat.

Tidak hanya sekedar mendengar paparan, para peserta dari berbagai komunitas ini diajak untuk terjun langsung merasakan aktivitas di kawasan pemberdayaan. Mereka mendapatkan pengalaman unik mulai dari mencukur bulu domba, memandikan ternak, hingga mencicipi madu hasil budidaya lokal di lokasi.

Keseruan memuncak saat para peserta melepas alas kaki untuk turun ke lumpur dan mencoba membajak sawah bersama petani binaan. Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi masyarakat perkotaan mengenai proses panjang di balik pemberdayaan ekonomi desa.

Salah satu peserta menyampaikan kekagumannya terhadap inovasi yang dilakukan.

“Aku amazed banget, terutama soal variasi hewan kurban bahkan tahun ini ada unta juga. Prosesnya, mulai dari sebelum sampai sesudah penyembelihan, benar-benar dijelaskan secara lengkap,” ungkapnya saat diwawancarai.

Ia juga mengapresiasi bagaimana Dompet Dhuafa mengelola amanah donatur hingga menjangkau masyarakat di pelosok yang jarang menikmati daging.

“Penyalurannya benar-benar tepat sasaran ke penerima manfaat. Karena semuanya sudah terorganisir dan teradministrasi dengan baik, teman-teman tidak perlu ragu lagi untuk berkurban di Dompet Dhuafa,” ajaknya.

Jelajah Kandang ini menjadi momentum penting bagi komunitas untuk melihat secara nyata bagaimana sinergi antara dana kurban, teknologi, dan kerja keras para peternak lokal dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih berdaya.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari rantai kebaikan dan pemberdayaan peternak lokal. Pastikan kurbanmu tersalurkan secara transparan, amanah, dan tepat sasaran hingga ke pelosok negeri. Segera pilih hewan kurban terbaikmu melalui https://digital.dompetdhuafa.org/kurban. 

Sisi lain Bupati Wanita Pertama Di Lebak
Join Dream.co.id