Mobil LCGC Akan Dikenakan Pajak, Harganya Tak Lagi Murah?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 25 Oktober 2019 06:36
Mobil LCGC Akan Dikenakan Pajak, Harganya Tak Lagi Murah?
Mobil LCGC turut dikenakan PPnBM dalam PP No. 73 Tahun 2019.

Dream – Para calon pembeli mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) sebaiknya mulai bersiap-siap menambah modal membeli kendaraan ini. Harga jual mobil murah ini kemungkinan akan naik karena dikenakan pajak oleh pemerintah. 

Kendaraan LCGC akan dikenakan pajak merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

Dikutip dari ortax.org, Kamis 24 Oktober 2019, pasal 25 bagian 1 menyebutkan bahwa tarif PPnBM LCGC mencapai 15 persen dengan dasar pajak persen harga jual kendaraan LCGC. Konsumsi bahan bakar sesuai dengan peraturan untuk LCGC tidak berubah, yaitu 20 km per liter.

Ada spesifikasi tambahan, yaitu tingkat emisi CO2 sampai dengan 120 gram per km untuk mobil kapasitas silinder sampai dengan 1200 cc.

Pajak ini juga berlaku untuk mobil bahan bakar diesel atau semi diesel dengan konsumsi bahan bakar 21,8 km per liter. Tingkat emisinya CO2 sampai dengan 120 gram per km untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

Sekadar informasi, selama ini, mobil LCGC tidak dikenakan pajak. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

1 dari 5 halaman

Mobil LCGC Agya Dongkrak Pangsa Pasar Toyota

Dream – Toyota meraih penjualan wholesales sebanyak 29.821 unit pada September 2018. Pangsa pasar produsen otomotif ini naik jadi 32 persen dari bulan sebelumnya sebesar 30,5 persen.

“ Kami bersyukur, market share Toyota di bulan September ini meningkat menjadi 32 persen,” kata Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 25 Oktober 2018.

Menurut Fransiscus, pencapaian ini cukup melegakan mengingat perilaku konsumen dalam dua bulan terakhir cenderung memperketat pengeluarannya, termasuk dalam urusan pembelian kendaraan.

 

 © Dream

 

Pertumbuhan pangsa pasar Toyota hingga akhir kuartal III-2018 ini ditopang segmen hatchback, multi purpose vehicle (MPV) dan sport utility vehicle (SUV).

Di segmen hatchback, total penjualan pada September mencapai 2.789 unit. Penjualan Agya menyumbang 87,4 persen dari total penjualan hatchback Toyota.

“ Di segmen entry hatchback kelas 1.200 cc, market share Agya mencapai lebih dari 61 persen. Ini menunjukkan minat pelanggan terhadap Agya masih sangat besar, khususnya di segmen 1.200 cc,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Bagaimana dengan MPV dan SUV?

Soeryo mengatakan penjualan mobil SUV pada September 2018 tercatat 7.929 unit. Dua andalan Toyota, Rush dan Fortuner, berhasil menaikkan pangsa pasar. Penjualan Rush pada September mencapai 5.797 unit dan membukukan market share 44,8 persen.

Di segmen high SUV, Fortuner juga mengalami pertumbuhan pangsa pasar. Dengan angka penjualan 2.093 unit, pangsa pasar Fortuner pada September sudah mencapai 42,6 persen dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 37,4 persen.

Di segmen MPV, penjualan mobil Toyota pada September mencapai 17.767 unit. Market share MPV produsen otomotif ini naik menjadi 46,1 persen dari yang sebelumnya 43,63 persen.

Penyumbang terbesar berasal dari penjualan Avanza yang mencapai 6.151 unit atau berkontribusi sekitar 34,6 persen dari total MPV. Penjualannya disusul dengan Kijang Innova yang berkontribusi 29,1 persen. (Sah)

3 dari 5 halaman

Kenalkan, Hatchback Bertenaga Tapi Ramah Lingkungan

Dream – Saat ini, pengembangan mobil tak hanya sekadar fitur, tetapi juga cara menciptakan mobil yang ramah lingkungan dan rendah emisi. Ini juga dilakukan oleh Suzuki.

PT Suzuki Indomobil Sales memperkenalkan mobil konsep hatchback nan ramah lingkungan, yaitu All New Swift Strong Hybrid.

Head of 4W Product Development and Accessories Suzuki Indomobil Sales, Yulius Purwanto, mengatakan All New Swift Strong Hybrid ini, merupakan perpaduan dua tenaga yang memaksimalkan performa mobil, tapi tetap ramah lingkungan.

“ Kami menyadari kebutuhan mobil yang ramah lingkungan dan rendah emisi semakin penting untuk masa depan,” kata Yulius dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 9 Agustus 2018.

 

 © Dream

 

Konsep ini, kata dia, menggunakan sistem perpaduan dual jet engine dan motor general unit (MGU). Dual jet engine merupakan mesin kemudi kompak yang langsung memberikan tenaga besar, sedangkan MGU merupakan motor penggerak untuk membantu kinerja mesin.

Dengan tetap menjaga handling khas Swift, sistem ini mengombinasikan efisiensi bahan bakar hingga 32km/L dan sensasi berkendara secara langsung berkat duet mesin dual jet engine dan MGU.

Yulius juga mengatakan, mobil itu menawarkan dua jenis mode mengemudi. Pengendara bisa memilih antara berkendara dengan kecepatan tinggi (standard mode) maupun dengan efisiensi bahan bakar dengan electric vehicle (EV).

4 dari 5 halaman

Fitur Penghentian Kecepatan Otomatis

Pada saat kecepatan di bawah 80 km per jam atau kecepatan konstan MGU membantu menghentikan mesin secara otomatis dan mengubahnya menjadi EV (Electric Vehicle).

Ketika kecepatan dinaikkan atau pergantian gigi secara bertahap mesin akan bekerja dan MGU membantu kinerja mesin untuk menambah kecepatan. Sebaliknya, saat kecepatan berkurang, motor akan menghasilkan listrik yang digunakan untuk men-charge battery (Li-thium). 

Lebih dari sekedar display, perkenalan All New Swift Strong Hybrid pada gelaran GIIAS 2018 bertepatan dengan penyelenggaraan Student’s Day. Dihadiri 50 orang siswa dari SMK Triguna Utama Tangerang Selatan, Suzuki berkesempatan mengedukasi para siswa mengenai produk All New Swift Strong Hybrid.

Pada kesempatan kali ini Suzuki mengundang tim mobil listrik Arjuna dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta yang akan mengikuti pertandingan Formula Student Automotive Engineer- Australasia (FSAE-A) 2018 di Melbourne, Australia. Ajang ini merupakan kompetisi internasional kedua di mana Tim Arjuna menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia. (ism) 

[crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Mobil Murah Sigra Masih Jadi Anak Emas Daihatsu

Dream – Daihatsu Indonesia membukukan penjualan ritel sebanyak 31.419 unit dan wholesales 31.074 unit selama Januari—Februari 2019. Mobil Sigra menjadi kontributor terbanyak untuk ritel dan wholesales.

Produsen otomotif asal Jepang ini mendapatkan pangsa pasar 18,6 persen untuk volume ritel nasional yang sebanyak 168.519 unit dan wholesales 163.675 unit.

“ Kami bersyukur penjualan Daihatsu selama dua bulan ini mendapat capaian yang cukup baik,” kata Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 18 Maret 2019.

Amelia mengatakan penjualan ritel Daihatsu didominasi oleh Sigra sebanyak 8.277 unit, diikuti oleh Gran Max (PU) 6.426 unit, dan Xenia 4.575 unit.

 

 © Dream

 

Penjualan ini disusul Terios 4.489 unit, Ayla 4.189 unit, Gran Max (MB) 2.574 unit. Luxio, Sirion, dan Hi-Max terjual 719 unit.

Untuk wholesales atau penjualan dari pabrik ke dealer, Sigra lagi-lagi memimpin penjualan. Penjualan wholesales Sigra tercatat sebanyak 8.154 unit, Xenia 6.244 unit, dan Gran Max (PU) 5.869 unit. Ayla laku 4.380 unit, Terios 3.560 unit, dan Gran Max MB 1.958 unit. Model Sirion, Luxio, dan Hi-Max laku 909 unit.

“ Daihatsu akan terus meningkatkan pelayanan terbaik Sahabat Daihatsu, baik penjualan maupun purna jual di seluruh Indonesia,” kata dia.

Beri Komentar