Sebuah Mobil Yang Menjalani Crash Test. (Foto: Wikimedia)
Dream – Setiap mobil yang diproduksi harus lulus crash test atau uji tabrak. Lolos uji ini menjadi salah satu nilai plus untuk sejumlah merek otomotif, apalagi nilainya tinggi alias bintang lima.
Tapi, tahukah kamu kalau uji tabrak yang dilakukan oleh lembaga independen ini merupakan buntut dari kecelakaan tunggal yang menimpa Putri Diana dan Dody Al Fayed di terowongan Pont de I’Alma di Paris, Prancis, pada 1997?
“ Crash Test ini terus berkembang. Boleh percaya, boleh tidak, salah satu pemicunya kematian Lady Diana tahun 1997,” kata pengamat otomotif, Taqwa Suryo Swasono, di ICE BSD, Tangerang, Banten, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 8 Agustus 2018.
Taqwa mengatakan, Putri Diana bersama Al Fayed menggunakan mobil Mercedes Benz S-280. Kemudian, mobil ini menabrak salah satu sisi depan bagian kiri, lalu menabrak tiang. “ Kemudian, meninggal,” kata dia.
Sebelum Diana meninggal dunia, tak ada pengujian mobil ditabrakkan ke dinding dengan posisi separuh (overlap) dan seperempat (small overlap). Yang ada hanya frontal crash test, yaitu mobil diuji dengan seluruh badannya ditabrakkan ke tembok.
“ Ternyata, beda saat mobil ditabrakkannya hanya setengah atau seperempat bagian. Impact-nya luar biasa. Sejak itu, pabrikan berlomba meng-improve kendaraannya. Ada tabrak separuh. Ada tes seperempat. Jadi, crash test ini sangat penting,” kata mantan pembalap rally itu.
Taqwa megnatakan tes crash ini biasanya dilakukan pada kendaraan yang melaju dengan kecepatan 60-64 km per jam. Ketika diuji, mesin dalam keadaan mati, tapi kontak kunci ON agar pada bagian fitur dan sistem keamanan masih dalam keadaan menyala.
Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi