Bukti Tilang Elektronika Akan Dikirim Lewat PT Pos Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 26 Maret 2021 17:12
Bukti Tilang Elektronika Akan Dikirim Lewat PT Pos Indonesia
Bukti pelanggaran lalu lintas akan dikirim melalui Pos Indonesia.

Dream – Korlantas Polri secara resmi meluncurkan 244 kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) tahap pertama yang akan digunakan 12 Kepolisian Daerah (Polda). Sebagai kelanjutannya,  Korlantas Polri menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) untuk melaksanakan ETLE.

Dikutip dari keterangan tertulis Pos Indonesia, Jumat 26 Maret 2021, perjanjian kerja sama antara Korlantas Polri dengan Pos Indomesia terkait pengiriman bukti pelanggaran yang akan dikirimkan melalui BUMN itu.

“ Dalam pelaksanaan E-Tilang (ETLE) ini, seluruh hasil rekaman pelanggaran atau pemberitahuan pelanggaran lalu lintas akan dikirimkan melalui PT Pos Indonesia (Persero) untuk diserahkan kepada pengendara yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) Tata Sugiarta di Jakarta.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya mengatakan kehadiran tilang elektronik Nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

“ Tentunya perlu ada upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunya menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,” kata Sigit.

Peluncuran ETLE Nasional dihadiri Menhub Budi Karya Sumadi, MenPANRB Tjahjo Kumolo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, perwakilan Menkes, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R. Djoemadi beserta para Kepala Regional Pos di seluruh Indonesia yang ikut menyaksikan secara virtual.

1 dari 3 halaman

Tilang Elektronik di Depok Berlaku 1 November 2020, Denda Rp1 Juta

Dream - Sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik resmi diluncurkan di Depok, Jawa Barat pada Jumat 25 September 2020. Untuk tahap awal, baru satu kamera pemantau ETLE yang dipasang di JPO Balai Kota.

Bentuk pelanggaran yang telah disesuaikan akan otomatis tertangkap kamera pemantau.

© Dream

Jika tertangkap kamera, pelanggar akan dikenakan denda antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung jenis pelanggaran.

" Kami sampaikan denda yang diberlakukan adalah denda maksimal, sehingga tolong diantisipasi. Tergantung pelanggarannya, ada yang Rp 500.000, Rp 750.000, dan Rp 1 juta," kata Kasat Lantas Polres Metro Depok Kompol Erwin Aras Genda, Jumat 25 September 2020.

 

2 dari 3 halaman

Sosialisasi Satu Bulan

Untuk tahap awal, polisi akan terlebih dahulu menyosialisasi aturan tilang elektronik selama satu bulan. Selama periode ini, pelanggar masih belum dikenakan denda.

" Kita sosialisasi hingga akhir Oktober 2020. Pada 1 November baru akan dilakukan penindakan," tegasnya.

Jika terjadi pelanggaran dan terekam kamera pemantau maka akan dikirimkan bukti pelanggaran beserta tagihan denda ke alamat yang tercantum dalam data nomor polisi kendaraan tersebut.

" Ada masa 14 hari untuk menjawab atau mengkonfirmasi kepada pihak Polres, apakah kendaraan tersebut masih dikuasai oleh yang bersangkutan atau sudah dijual. Apabila yang bersangkutan mengakui pelanggaran tersebut dan mengakui evidence yang dipotret oleh kamera ETLE, maka sudah ada langkah-langkah untuk membayar denda tilang," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Pantau 1 x 24 Jam

Erwin mengingatkan agar pengendara bersedia tertib lalu lintas. Diakui dia bahwa petugas tidak bisa bekerja selama 24 jam, namun dengan bantuan kamera pemantau maka dapat tetap melakukan fungsi pengawasan.

" Diharapkan dengan adanya ETLE di Margonda, bisa meningkatkan kedisiplinan dan menekan pelanggaran lalu lintas di kawasan Margonda, begitu pun nanti di kawasan-kawasan yang lain. Polisi tidak bisa mengawasi pelanggaran 1x24 jam. Namun dengan teknologi, 1x24 jam, 7 hari sebulan terekam dengan jelas pelanggaran ini, sehingga tidak ada alasan untuk tidak terakomodir pelanggarannya," tambahnya.

Ke depan, sistem tilang elektronik yang berlaku di Depok akan sama dengan sistem tilang elektronik yang terlebih dahulu telah berlaku di DKI Jakarta. Untuk tahap selanjutnya, kamera ETLE akan dipasang di simpang Juanda-Margonda.

" Jadi untuk tahun ini akan dipasang dua titik. Tahun depan akan dipasang beberapa lagi di sejumlah titik," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar