Pembuat Mobil Nirsopir Ikut Tanggung Klaim Jika Tabrakan?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 25 Maret 2019 12:16
Pembuat Mobil Nirsopir Ikut Tanggung Klaim Jika Tabrakan?
Mobil swakemudi marak dikembangkan oleh perusahaan otomotif.

Dream – Perusahaan mobil dan teknologi getol mengembangkan mobil berteknologi driveless. Dengan teknologi ini, pengemudi bisa lepas tangan dari setir dan mobil bisa menyetir sendiri.

Namun keandalan mobil nirsopir ini memang masih diragukan. Banyak juga peminat yang khawatir mobil driverless ini akan sudah mendapatkan perlindungan asuransi

Kekhawatiran itu sepertinya takkan terjadi di Inggris. Dikutip dari Carscoops, Senin 25 Maret 2019, Negeri Ratu Elizabeth II itu telah menyetujui Undang-Undang Kendaraan Listrik dan Otomatis (Autonomous and Electric Vehicle).

Dalam salah satu ketentuannya, Inggris memastikan mobil swakemudi itu bisa mendapatkan perlindungan asuransi.

Pimpinan AXA Insurance Inggris, David Williams, mengatakan ada struktur yang jelas untuk pertanggungjawaban. Pemilik mobil harus membeli polis asuransi untuk mematuhi peraturan lalu lintas.

“ Karena mobil otonom memungkinkan pengemudi untuk beralih dari mode manual menjadi swakemudi, memiliki dua polis asuransi yang berbeda akan terlalu rumit,” kata Williams.

Sebagai gantinya, pemilik mobil bisa membeli satu polis asuransi yang mencakup dua mode mengemudi. Pembayaran klaimnya dibagi dua antara pihak asuransi dan produsen mobil.

Kepala Asuransi Pribadi dan Umum di Insurance Europe, Nicolas Jeanmart, mengatakan suatu hari mobil otonom memungkinkan adanya kepemilikan mobil bersama. Ini berarti bahwa jenis polis asuransi baru perlu ditulis untuk memenuhi skenario seperti itu.

“ Bahkan dalam kasus kendaraan bersama, kendaraan itu sendiri masih perlu diasuransikan. Terlepas dari apakah asuransi dibagi antara pemiliknya atau tidak,” kata Jeanmart.

1 dari 1 halaman

Tekan Risiko Kecelakaan?

Williams memperkirakan kecelakaan lalu lintas akan turun dengan mobil otonom ini. Menurut data National Highway Traffice Safety Administration (NHTSA), kesalahan manusia berperan 94 persen dalam kecelakaan mobil. Peran ini bisa diperkecil dengan keberadaan mobil otonom.

“ Pada waktunya, 50 persen mobil aman dan memiliki lebih kecil kecelakaan. Itu berarti mobil manual yang tersisa akan memiliki lebih kecil kecelakaan juga,” kata dia.

Klaim terhadap mobil otomom mungkin tinggi pada awalnya. Hal ini disebabkan oleh teknologi mahal di mobil itu. Namun, kondisi ini berubah ketika produksinya meningkat seiring waktu.

Jeanmart mengatakan asuransi kewajiban pihak ketiga, bekerja dengan baik dalam melindungi pengguna jalan. “ Ini akan terus menjadi kasus dengan teknologi yang sedang berlangsung, seperti connected vehicle dan otonom,” kata Jeanmart.(Sah)

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi