Menghindari Kerusakan Kulit Akibat Penggunaan Masker

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 8 April 2020 11:16
Menghindari Kerusakan Kulit Akibat Penggunaan Masker
Kamu sering pakai masker?

Dream - Penggunaan masker pada saat ini jadi suatu kewajiban agar terhindar dari Virus Corona. Namun, penggunaan masker yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan kulit.

Sebab, keringat yang keluar dari kulit akan menumpuk terlebih adanya gesekan masker ke hidung.

Ilustrasi masker© Shutterstock

Seperti dilansir Miss Kyra, ahli kulit di University of Huddersfield menjelaskan dan menyarankan beberapa solusi untuk menghilangkan kerusakan kulit.

" Pemakai masker akan berkeringat di bagian wajah yang tertutupi masker dan ini menyebabkan gesekan, sehingga terjadi kerusakan (kulit) pada hidung dan pipi," kata Professor Karen Ousey, University's Director of the Institute of Skin Integrity and Infection Prevention.

Dia menambahkan, " Ini dapat menyebabkan infeksi potensial."  

Karen juga memberikan saran bagi orang-orang yang memakai masker agar menjaga kebersihan kulit mereka, terhidrasi dengan baik dan lembab.

1 dari 5 halaman

Kasih Jarak Penggunaan Krim Wajah

ilustrasi krim© Shutterstock

Tak lupa juga ia bahkan menyarankan, memakai krim wajah harus diterapkan setidaknya setengah jam sebelum mengenakan masker.

" Dan kami menyarankan agar tekanan dari masker dikurangi setiap dua jam. Jadi kamu harus menjauh dari pasien, mengurangi tekanan di tempat yang aman, dan membersihkan kulit," katanya.

Sarannya kepada masyarakat umum yang memakai masker untuk menjaga kulit tetap bersih, bebas dari keringat dan kering. Bahkan jika telah merasa masker tergesek, maka harus dilepaskan secepat mungkin.

(Laporan: Cindy Azari)

2 dari 5 halaman

Warga DKI Diminta Selalu Gunakan Masker Kain

Dream - Penggunaan masker saat beraktivitas di luar jadi benda yang wajib dikenakan. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta seluruh warga Jakarta untuk selalu mengenakan masker kain, ketika ke luar rumah.

Masker medis lebih diperuntukkan untuk para tenaga medis yang kontak langsung berkali-kali baik dengan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 dan pasien positif. Di mana risiko para tenaga medis tersebut lebih besar.

Kondisi masker medis kini semakin langka di pasaran. Jika pun ada, harganya melonjak tinggi. Kebutuhan masker untuk rumah sakit dan pusat-pusat medis sangat diperlukan.

3 dari 5 halaman

Jaga kesehatan, Sahabat Dream

Anies mengeluarkan instruksi khusus melalui surat edaran untuk warga Jakarta. Jadi, bagi Sahabat Dream yang harus keluar rumah, lebih baik menggunakan masker kain.

Instruksi Anies© Instruksi Anies

Masker ini bisa dipakai berkali-kali. Pastikan saja selalu mencucinya dengan sabun segera setelah digunakan, lalu keringkan.

4 dari 5 halaman

Aturan Pakai Masker Kain Agar Maksimal Cegah Virus Corona

Dream – Masker kain buatan sendiri memang tidak sepenuhnya bisa mencegah tertular virus corona Covid-19. Dikabarkan kemampuan masker ini hanya 70 persen untuk menangkat virus corona. Dengan stok masker medis yang terbatas, masker kain ini lebih baik digunakan daripada tidak sama sekali.

© Dream

Penyebaran virus yang sangat cepat dan kepanikan sejumlah masyarakat yang menimbun masker kesehat telah membuat tenaga medis kekurangan pasokan.

Raina Maclntyre, Kepala Program Penelitian Biosecurity di Universitas New South Wales di Australia mengatakan tragedi pandemik ini menyebabkan kematian di masyarakat dan tenaga medis makin tinggi karena mereka tak mendapatkan masker medis yang layak. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, (CDC) merekomendasikan penggunaan masker kain buatan rumah jika tak ada pilihan lain.

Meski kemampuan penyaringan virus oleh masker ini tak sepenuhnya mengurangi risiko terpapar corona karena biasanya kain cenderung lembab dan sering digunakan kembali.

5 dari 5 halaman

Masker Kain Buatan Sendiri Adalah Pilihan Terakhir

Melansir dari Live Science, peneliti dari Australia itu akhirnya mengatakan jika masker kain adalah pilihan terakhir yang harus digunakan timmedis ketika merawat pasien.

Hal ini lebih baik daripada merawat pasien tanpa menggunakan masker sama sekali.

Sementara laporan The Journal Disaster Medicine and Public Health Preparedness, menemukan bahwa masker bedah tiga kali lebih efektif daripada masker kain untuk mencegah penyebaran flu.

Karena masker kain lebih longgar, tidak seperti masker N95 yang dirancang ketat untuk menyaring partikel virus yang sangat kecil.

Kesimpulan dari jurnal tersebut adalah masker kain buatan sendiri hanya dijadikan sebagai upaya terakhir, karena lebih baik daripada tidak menggunakan sama sekali.

Beri Komentar