Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Banyaknya produk perawatan kulit tentu memudahkan kita. Tinggal memilih mana yang cocok, kulit kita jadi sehat dan terbebas dari polusi maupun sinar UV.
Perawatan kulit kini juga menjadi kebutuhan pria. Bahkan sudah banyak beredar produk skincare khusus pria. Apa bedanya dengan skincare untuk wanita?
" Sebenarnya enggak jauh berbeda dengan produk wanita," ungkap Ketua Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI) PERDOSKI, Abraham Arimuko, di Hotel Morrissey, Jakarta, Kamis 29 November 2018.
" Cuma, kalau skincare pria ditambahkan kadar membersihkannya karena kelenjar minyak cowok lebih kuat," tambah dia.

Meski begitu, wanita tidak disarankan untuk menggunakan skincare pria. Karena bisa menyebabkan berkurangnya kadar keringat dan memicu munculnya jerawat serta mempercepat proses penuaan.
" Wanita jangan pakai produk lelaki. Kalau lelaki, masih bisa pakai produk wanita karena lebih mild," tutur dia.
Abraham membebaskan kaum Hawa mencoba segala macam produk perawatan kulit. Asalkan, produk itu dicoba dulu selama tiga hari di daerah belakang telinga untuk melihat reaksinya.
Apabila tidak muncul reaksi seperti kemerahan atau comedogenic, produk tersebut aman dipakai.

Selain itu, hindari produk berbahan merkuri, hidroquinon, dan paraben. Ketiga bahan tersebut tidak aman untuk dipakai massal dan harus dengan izin dokter.
" Sudah jarang yang mengandung paraben karena menyebabkan iritasi. Merkuri itu sangat berbahaya. Sedangkan hidroquinon itu bahan standar terapi pigmen tapi hanya dokter yang boleh memberikan," jelas Abraham.
Mencampur beberapa jenis produk pun harus diperhatikan efeknya. Abraham menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter dulu untuk memastikan keamaan produk.

" Kalau pakai serangkaian produk skincare, enggak apa-apa. Yang berbahaya itu kalau pakai macam-macam produk, itu harus konsultasi ke dokter, apakah boleh dicampur," imbuhnya.
Normalnya, terang Abraham, seseorang hanya perlu memakai rangkaian produk terdiri dari satu pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen.
" Saran dokter, yang penting pagi hari cuci muka pakai pelembap dan sunscreen. Malamnya, cuci muka dan pakai pelembap saja untuk menjaga kelembapan yang terkikis akibat pembersihan," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya