Raisa dan Isyana Gaungkan Challenge #TakTerhentikan, Apa Itu?

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 8 Oktober 2019 10:46
Raisa dan Isyana Gaungkan Challenge #TakTerhentikan, Apa Itu?
Bakal ada pelatihan bagi 10.000 perempuan usia 13-18 tahun melalui program 'Kilaukan Mimpimu'

Dream - Perempuan muda masih menghadapi tantangan yang menghalangi mereka untuk mengembangkan diri dan menjadi individu berdaya.

Fenomena ini juga terjadi di Indonesia. Masih banyak tantangan yang perlu dihadapi kaum hawa. Salah satunya adalah tidak paham potensi apa yang mereka miliki.


 Sunsilk


" Masih banyak perempuan di Indonesia yang tidak punya ketertarikan di bidang tertentu. Bahkan 28 persen wanita Indonesia punya risiko tidak mendapat akses pendidikan, pelatihan dan pekerjaan (NEET). Nilainya dua kali lipat dibandingkan lelaki," papar Ira Noviarti, Beauty and Personal Care Director, PT Unilever Indonesia Tbk di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019.

 

1 dari 5 halaman

Perlu Kontribusi

Kontribusi perempuan muda yang terberdaya akan mampu menghadirkan sebuah perubahan besar yang lebih baik dari segi ekonomi, kultural maupun tatanan sosial lainnya.

Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi dari Universitas Indonesia, Devie Rachmawati menilai, diperlukan sebuah pendekatan tepat yang menunjang pengembangan diri perempuan, dan mampu memotivasi menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi sesamanya.

" Sehingga, penting dilakukan pembekalan kepada perempuan muda untuk mendorong mereka menjadi pribadi yang terberdaya," tambah Devie. 

2 dari 5 halaman

Gali Potensi Perempuan Muda

Sunsilk mengajak perempuan Indonesia untuk jadi #TakTerhentikan dan membuka kesempatan bagi mereka untuk meraih mimpinya.

Berkolaborasi dengan Girl Rising, Raisa Andriana dan Isyana Sarasvati, akan ada pelatihan bagi 10.000 perempuan usia 13-18 tahun melalui program ‘Kilaukan Mimpimu’.

Terdapat tiga fase yang harus dilalui, yaitu Inspire yang dikemas dalam aktivitas Instagram Live, Instagram video posting bersama Raisa dan Isyana, yang melibatkan lebih dari tiga juta audiens.

 Sunsilk

3 dari 5 halaman

Tahap Berikutnya

Selanjutnya ada Encourage, yang dikemas melalui #TakTerhentikan Challenge dan berhasil melibatkan ratusan partisipan, serta Equip yang dikemas melalui program misi sosial bersama Girl Rising.

“ Kami memiliki target untuk menjangkau 10.000 perempuan muda Indonesia melalui program ini hingga akhir 2020. Semoga melalui perjalanan #TakTerhentikan ini, perempuan mampu menjadi inspirasi bagi satu sama lain dalam mengeksplor segala kesempatan,” tutup Ira.

 Sunsilk

4 dari 5 halaman

Survei: Perempuan Punya Banyak Teman Lebih Percaya Diri

Dream - Kepercayaan diri rupanya kerap menjadi momok bagi sebagian kaum hawa. Mereka mudah tidak PD karena banyak sebab, salah satunya ketika bertemu dan berbicara dengan orang lain.

Aplikasi pertemanan, Tantan, membuat survei mengenai tingkat kepercayaan diri perempuan. Survei tersebut melibatkan responden sebanyak 1.000 perempuan rentang usia 18-35 tahun.

Hasilnya, perempuan kerap merasa tertekan sehingga 55 persen responden sulit menemukan jati diri. Keluarga disusul teman seprofesi menjadi sumber tekanan sosial terbesar.

" Hasil survei Tantan membuktikan bahwa keluarga menjadi sumber tekanan sosial terbesar. Lalu disusul teman seprofesi," ujar Marketing Director Tantan, Jack Wu.

5 dari 5 halaman

Penyebab Wanita Tertekan

Selain itu, ada tiga persoalan yang kerap membuat perempuan tertekan. Akibatnya, mereka merasa terhambat untuk mengeksplorasi diri.

" Perempuan merasa tertekan akibat ekspektasi untuk menjadi 'ideal'. Dan perempuan dituntut untuk memiliki kesamaan norma serta pola pikir dengan orang lain di lingkungannya," kata Wu.

Tekanan itu membuat perempuan kerap takut gagal, merasa tidak mampu, dan melakukan penolakan sebagai tanda ketidaksiapan.

Tetapi, Wu menyatakan persoalan di atas bisa diatasi dengan cara memperluas pergaulan. Sebanyak 82 responden mengungkapkan berkenalan dengan teman baru membantu mereka untuk menemukan jati diri.

Jalurnya bisa lewat apapun, baik komunitas maupun aplikasi pertemanan. Tetapi, menurut Wu, aplikasi pertemanan bisa menjadi solusi bagi perempuan untuk menjalin hubungan dengan laki-laki.

" Dengan aplikasi, perempuan bisa mengemukakan suara terpendam, mengeksplorasi jati diri dan saling menemukan kecocokan dalam hidup hingga akhirnya menemukan pasangan," ucap dia.

Namun begitu, Wu mengingatkan agar para pengguna aplikasi pertemanan tetap berhati-hati. Ini agar terhindar dari upaya kejahatan dengan memanfaatkan akun palsu.

" Karena itulah, seseorang perlu mencari aplikasi yang menawarkan sistem keamanan terintegrasi," kata dia.

Beri Komentar
20 OKT 2019 | 13:30 WIB - Pelantikan Presiden & Wakil Presiden RI 2019-2024