Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Mandi. (Source: Shutterstock)
Dream - Kebanyakan dari kita pasti rutin mandi pagi karena harus beraktivitas kerja atau hendak bertemu teman. Sementara untuk mandi sore ada sebagian orang yang baru melakukan ketika sudah larut bahkan sampai tengah malam.
Selain membuat tubuh lebih harus dan bugar, mandi harus menjadi kebutuhan karena bisa menyingkirkan berbagai bakteri yang mungkin menempel di tubuh.
Tapi, tidak semua orang memiliki kebiasaan mandi secara rutin dengan waktu yang sama. Setiap orang memiliki kebiasaan mandi yang berbeda-beda.
Bahkan, tidak sedikit orang yang mempercayai beberapa mitos dan menghindari kebiasaan tertentu saat mandi. Tentunya, kebiasaan tersebut berpengaruh pada kesehatan tubuh. Dikutip dari unggahan Dokter Kulit, Arthur Simon, berikut beberapa mitos seputar mandi beserta faktanya.
1. Mandi Air Hangat Lebih Baik Bagi Kesehatan

Foto: Shutterstock
"Suhu air tidak ada hubungannya dengan tingkat kebersihan mandi kamu," ungkap Arthur. Mandi air panas justru akan membuat kulit kering, sensitif, dan iritasi meski bisa menghilangkan minyak, lemak, maupun kuman pada benda mati.
Jadi, gunakanlah air bersuhu hangat-hangat kuku dan sabun mandi yang tepat sesuai dengan jenis serta kondisi kulitmu. Perhatikan juga cara membersihkan badan. Pastikan kamu membersihkan tubuh hingga ke sela-sela dengan lembut dan gunakan handuk lembut setelah mandi.

Foto: Shutterstock
Beredar beberapa mitos seputar buruknya mandi saat berkeringat. Salah satunya adalah timbulnya panu jika keringat belum benar-benar kering saat mandi.
Padahal, panu disebabkan oleh jamur yang timbul saat kulit lembap dan tidak segera dibersihkan. Mandi justru sangat dianjurkan dilakukan segera setelah berolahraga atau berkeringat agar tubuhmu tetap bersih dan bebas dari kuman, bakteri, maupun jamur.
Tapi jika ingin lebih aman dan nyaman, kamu bisa mengeringkan keringat terlebih dulu sebelum mandi atau mengganti pakaian agar terbebas dari jamur penyebab panu.
Mandi malam merupakan kebiasaan yang seringkali tidak dianjurkan oleh orangtua karena diklaim bisa sebabkan rematik akibat suhu dingin pada air. Namun, pernyataan tersebut merupakan mitos. Faktanya, penderita rematik bisa merasa nyeri tulang jika terkena suhu dingin dari udara maupun air.
Sementara mandi malam tidak bisa menyebabkan rematik. Maka dari itu, penderita rematik disarankan untuk mandi menggunakan air hangat di malam hari.
4. Mandi yang Bersih Bisa Hilangkan Daki Secara Maksimal
Ada atau tidaknya daki tidak bisa jadi penanda mandi yang bersih. Daki merupakan sel kulit mati yang mudah muncul ketika kulit lembap dan basah. Itulah mengapa daki akan tetap muncul ketika kulitmu digosok setelah mandi.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire