Clean Beauty (Foto: Shutterstock)
Dream - Tahun lalu merupakan saat mulanya banyak orang mulai memikirkan tentang lingkungan.
Sifat ramah lingkungan tidak hanya berlaku untuk makanan dan pakaian, tapi juga kecantikan. Istilah ramah lingkungan untuk industri kecantikan adalah clean beauty.
Dilansir dari Times of India, istilah ini digambarkan dengan produk yang diproses secara hati-hati dan tidak mengandung bahan berbahaya bagi lingkungan.
Produk yang diklaim sebagai clean beauty terjamin aman bagi lingkungan. Clean beauty juga termasuk ke dalam salah satu tren perawatan kulit pada generasi milennial.
" Ini semua tentang penggunaan bahan alami serta natural dan memanfaatkannya secara maksimal," kata Rubeina Karachiwalla, Pebisnis Kecantikan.

Dermatologis, Anil Abraham mengungkapkan pasiennya ingin mengetahui tren dan manfaat ini.
" Sebagai dokter, kami menyadari bahwa ini saatnya dunia kecantikan mulai lebih ramah lingkungan," tambahnya.
Beauty Creator, Deep Lalvani juga sependapat. Peningkatan polusi, stres dan toksin pada skincare akan membuat kulit lebih sensitif. Maka dari itu, clean beauty sangat perlu dilakukan.

" Produk mempengaruhi lingkungan dari 2 komponen, yaitu kandungan dan kemasan. Kemasan profuk mengandung beberapa komponen yang memberikan efek negatif pada lingkungan, seperti plastok. Clean beauty bisa menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan dsn mudah didaur ulang," tutur Deep.
Pakar menyarankan untuk memperhatikan kembali produk yang berlabel 'clean'.
" Ada risiko produk yang berlabel natural, organik atau bebas bahan berbahaya justru mempengaruhi kandungannya. Itu bisa saja hanya teknik penjualan pada orang yang perhatian dengan lingkungan," ujar Anil.

" Kadang, pabrik menggunakan bahan yang lebih murah untuk menggantikan bahan organik dan mengklaim bahwa produknya natural, vegan atau clean. Pelanggan tetap harus diedukasi untuk lebih memperhatikan bahan pada produk," tutur Rubeina.

Pemilik sebuah merek kecantikan, Desiree Pereira menyatakan pabrik mungkin menggunakan bahan yang justru lebih berbahaya daripada apa yang berusaha dihindari, agar diklaim natural.
" Jadi, jangan hanya memperhatikan labelnya. Apalagi, jika tidak yakin bahwa produk tersebut organik," tutupnya.