Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(istimewa)
Dream - Dalam upaya mempercepat pembangunan pertanian berbasis teknologi dan generasi muda pertanian yang unggul dan inovatif, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan terobosan baru.
Mereka meluncurkan transformasi lembaga pendidikan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Langkah ini didukung PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) dengan penandatanganan nota kesepahaman di Polbangtan Bogor, Selasa 19 September 2018.
" Transformasi Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian melalui pendidikan, terutama mencetak generasi muda pertanian yang inovatif,” ujar Amran Sulaiman, Menteri Pertanian dalam keterangan tertulis.
Amran berharap inovasi dan teknologi dapat dikembangkan di Politeknik ini, karena tanpa teknologi tidak mungkin pertanian Indonesia dapat bersaing.
Jalinan kerja sama ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Japfa dalam mendorong penguatan program vokasi guna membentuk individu untuk siap berada di lapangan pekerjaan.
Pendidikan vokasi ini juga dapat meningkatkan kualitas penelitian, mengingat bahwa civitas akademika akan terjun langsung dalam melihat praktik pengolahan pakan.
Penandatanganan yang digelar Polbangtan dengan beberapa industri agribisnis lainnya, juga merupakan simbolisasi peluncuran 6 dari 10 Polbangtan yang tersebar di Indonesia; Medan, Gowa, Manokwari, Malang, Yogyakarta Magelang, dan Bogor, dimana peminatnya meningkat pesat hingga 13.200 orang.
”Bukan kali pertama bagi Japfa menjalin kerja sama dengan instansi pendidikan. Sejak 2017, kami telah membuka akses untuk pendidikan vokasi di empat lokasi yang menyasar pada pendidikan SMK,” tutur Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs Japfa.
Dengan tersebarnya unit Japfa di Indonesia, JAPFA akan ikut mendukung mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan akses dan kesempatan memiliki pengalaman kerja praktik sebelum terjun ke dunia industri. Sampai saat ini setidaknya lebih dari 30 SMK telah terpapar oleh program vokasi Japfa.
Rachmat melanjutkan, lebih dari 500 siswa SMK telah mendapatkan kesempatan turun langsung ke dalam praktik pengolahan pakan ternak Japfa, dimana mereka belajar mengenai industri pakan sesuai dengan kurikulum dan modul pembelajaran yang telah diselaraskan.
Sebagai negara agraris, Indonesia butuh lebih banyak pelaksana pertanian, bukan hanya arsitek bidang pertanian.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya