Cetak Wirausahawan Muda Pertanian

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 18 September 2018 16:16
Cetak Wirausahawan Muda Pertanian
Sebagai negara agraris, Indonesia butuh lebih banyak pelaksana pertanian, bukan hanya arsitek bidang pertanian.

Dream - Dalam upaya mempercepat pembangunan pertanian berbasis teknologi dan generasi muda pertanian yang unggul dan inovatif, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan terobosan baru.

Mereka meluncurkan transformasi lembaga pendidikan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Langkah ini didukung PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) dengan penandatanganan nota kesepahaman di Polbangtan Bogor, Selasa 19 September 2018.

" Transformasi Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian melalui pendidikan, terutama mencetak generasi muda pertanian yang inovatif,” ujar Amran Sulaiman, Menteri Pertanian dalam keterangan tertulis.

Amran berharap inovasi dan teknologi dapat dikembangkan di Politeknik ini, karena tanpa teknologi tidak mungkin pertanian Indonesia dapat bersaing.

Jalinan kerja sama ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Japfa dalam mendorong penguatan program vokasi guna membentuk individu untuk siap berada di lapangan pekerjaan.

Pendidikan vokasi ini juga dapat meningkatkan kualitas penelitian, mengingat bahwa civitas akademika akan terjun langsung dalam melihat praktik pengolahan pakan.

Penandatanganan yang digelar Polbangtan dengan beberapa industri agribisnis lainnya, juga merupakan simbolisasi peluncuran 6 dari 10 Polbangtan yang tersebar di Indonesia; Medan, Gowa, Manokwari, Malang, Yogyakarta Magelang, dan Bogor, dimana peminatnya meningkat pesat hingga 13.200 orang.

”Bukan kali pertama bagi Japfa menjalin kerja sama dengan instansi pendidikan. Sejak 2017, kami telah membuka akses untuk pendidikan vokasi di empat lokasi yang menyasar pada pendidikan SMK,” tutur Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs Japfa.

Dengan tersebarnya unit Japfa di Indonesia, JAPFA akan ikut mendukung mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan akses dan kesempatan memiliki pengalaman kerja praktik sebelum terjun ke dunia industri. Sampai saat ini setidaknya lebih dari 30 SMK telah terpapar oleh program vokasi Japfa.

Rachmat melanjutkan, lebih dari 500 siswa SMK telah mendapatkan kesempatan turun langsung ke dalam praktik pengolahan pakan ternak Japfa, dimana mereka belajar mengenai industri pakan sesuai dengan kurikulum dan modul pembelajaran yang telah diselaraskan.

Sebagai negara agraris, Indonesia butuh lebih banyak pelaksana pertanian, bukan hanya arsitek bidang pertanian.

Beri Komentar