Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kamu Perlu Mengetahui Cara Pengolahan Makanan Yang Tepat. (Foto: Shutterstock)
Dream - Makanan yang seringkali diklaim sehat tidak selamanya berdampak baik untuk tubuh. Bahkan, terkadang makanan sehat pun bisa berisiko buruk bagi tubuh.
Kamu perlu mengetahui cara pengolahan makanan yang tepat untuk menghindari risiko buruk seperti keracunan.
Dilansir dari Sehatq.com, berikut 5 jenis bahan makanan yang berbahaya jika tidak diolah dengan cara tertentu.
Kentang

Kentang yang disimpan terlalu lama akan tumbuh tunas. Tunasnya mengandung toksin yang disebut glikoalkaloid.
Mengonsumsi glikoalkaloid dalam jumlah tertentu bisa menyebabkan diare, koma, kejang serta kematian di beberapa kasus. Hilangkan tunasnya jika ingin tetap memakan kentang tersebut.

Ayam yang tidak lagi berwarna pink bukan berarti sudah benar-benar matang. Selalu cek suhu internal ayam dan masak hingga 165 derajat selsius agar tidak menjadi sumber dari banyak bakteri penyakit campylobacter serta salmonella.

Cukup banyak yang mengonsumsi telur mentah untuk mendapatkan manfaat maupun rasanya secara maksimal atau sebagai campuran dalam masakan.
Tapi, telur mentah bisa mengandung bakteri salmonella yang dapat mengakibatkan keracunan dan sakit perut.
Bahkan pada beberapa kasus, telur mentah bisa menyebarkan virus flu. Jadi, pastikan telurmu matang sempurna.

Nasi mentah kemungkinan besar mengandung bakteri Bacillus cereus yang bisa menimbulkan gejala keracunan. Bakteri tersebut mudah hidup di tempat kering.
Jika tidak matang sempurna, bakteri bisa bertahan dalam suhu panas dan masuk ke dalam tubuh.

Terong merupakan sayur yang mengandung banyak nutrisi. Namun, terong yang mentah atau kurang matang bisa memiliki kandungn berbahaya untuk sistem pencernaan. Jadi, masak terong hingga matang sempurna.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya