Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Chef Aiko Di Kebun Pangan Keluarga Dompet Dhuafa, Kawasan Beji, Depok (Foto: Dompet Dhuafa)
Dream - Ketahanan pangan harus dimulai dari yang paling kecil yaitu keluarga di rumah. Manfaatkanlah lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam sayur dan memelihara sumber pangan seperti ikan atau ayam.
Seperti yang dilakukan Dompet Dhuafa selama pandemi Covid-19, yaitu meningkatkan ketahanan pangan keluarga di wilayah Beji, Depok. Sebuah program Kebun Pangan Keluarga dilakukan untuk mensiasati kebutuhan pangan bagi keluarga yang terdampak virus Covid-19.
" Agar bisa memperoleh kebutuhan pangan dasarnya dari halaman rumah sendiri," ujar Bambang Suherman, Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf, Minggu 28 Juni 2020, dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id.
Untuk membuat hidangan lezat dari sayuran Kebun Pangan, hadir Chef Aiko yang memberikan tips-tips. Sajian bisa tetap nikmat dengan sayuran dan bahan pangan dari kebun sendiri.
“ Lingkungan lainnya bisa mengambil contoh dengan pemanfaatan lahan kosong untuk dijadikan kebun pangan keluarga. Meskipun tidak setiap hari, setidaknya 3-4 hari bisa panen untuk melengkapi kebutuhan pangan keluarga. Selain itu keberadaan kebun pangan ini bisa dijadikan lahan bisnis bagi keluarga," katanya.
Pengalaman memiliki Kebun Pangan diceritakan oleh Retno, warga Beji. Saat panen, kebutuhan pangan bisa memenuhui untuk satu hingga 2 keluarga.
“ Kebun pangan yang ada di lahan saya cukup untuk beberapa keluarga aja (1-2 kepala keluarga saja). Pernah sekalinya panen banyak, kami makan-makan dengan warga maupun panitia jumatan kala itu. Kesulitan kami pada program kebun pangan adanya beberapa hewan ternak yang memakan sebagian bibit sayuran yang ingin kami panen. Sejak adanya kebun pangan kami menjadi jarang belanja, sayur-mayur tinggal kami petik saja,” ujar Retno.

Kebun pangan berhasil memenuhi kebutuhan pangan bagi warga sekitar. Tak hanya itu, dengan adanya kebun pangan juga bisa membantu masyarakan meredakan stres di tengah pandemi Covid-19 serta pemanfaatan ruang terbatas maupun lahan yang tidak terkelola secara baik.

" Saya berharap Dompet Dhuafa semakin kuat dalam memberikan manfaat tentu saja bagi masyarakat, selalu bisa hadir dalam mengisi kekosongan harapan masyarakat yang dhuafa. Mendampingi masyarakat yang berjuangan dalam memperbaiki perlikau maupun kondisi ekonomi,” tutup Bambang Suherman.
Dream - Daun rempah dan bumbu jadi andalan kita untuk membuat cita rasa masakan jadi lebih nikmat. Daun basil, thyme, kemangi, rosemarry kerap dijual dalam pot di pusat perbelanjaan.
Jangan ragu untuk membelinya dan menaruhnya di dapur. Tanaman daun rempah yang dijual di toko sangat mudah dirawat. Tertarik untuk merawat tanaman rempah di dapur sebagai bumbu masakan? Simak trik berikut.

1. Pisahkan jika sudah lebat
Daun rempah dalam pot yang baru dibeli kerap terlihat penuh, lebat, dan sehat. Nah, kondisi ini terlalu padat, akan lebih baik membagi dan memindahkannya ke pot yang lebih kecil. Taruh beberapa di luar ruangan.
Cara ini akan membuat daun tumbuh lebih banyak. Gunakan satu pot kecil (sekitar empat inci) untuk setiap tanaman, atau pot yang lebih besar jika memiliki ruang untuk menaruhnya.
2. Sirami setiap dua hingga tiga hari
Tanaman dalam pot kecil akan mengering sangat cepat. Uji tanah setiap beberapa hari dengan memasukkan jari ke dalam tanah dan periksa kelembapannya. Buat tanah lebih lembap secara konsisten. Jangan biarkan mengering di sela-sela penyiraman, karena ini akan membuat tanaman stres. Lakukan penyiraman tiap dua hari sekali.

3. Panen secara teratur
Agar tanaman rempah hidup lebih lama, harus dipanen secara teratur. Banyak yang cenderung membiarkannya. Padahal semakin banyak dipanen, semakin banyak tanaman yang akan dihasilkan, jadi pastikan untuk memotong beberapa cabang dan batang secara teratur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya