Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Syahrini Dan Dompet Dhuafa
DREAM.CO.ID - Syahrini bersama Dompet Dhuafa meluncurkan Incess for Humanity, sebuah gerakan kolaborasi kemanusiaan yang menghadirkan 11 program sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Inisiatif ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga respons kebencanaan.
Peluncuran Incess for Humanity berlangsung di kawasan Zona Madina, Parung, Bogor, pada Sabtu (24/10/2026). Melalui kolaborasi ini, Syahrini dan Dompet Dhuafa ingin memperluas jangkauan program sosial sekaligus mengajak masyarakat terlibat dalam berbagai aksi kebaikan.
Sebagai bagian dari peluncuran, Syahrini dan Dompet Dhuafa menyalurkan parsel kepada 250 penerima manfaat yang terdiri atas anak yatim dan lansia dari keluarga dhuafa.
Sebelas program yang dihadirkan dalam Incess for Humanity meliputi Lansia Berdaya Guna, Anak Indonesia Sehat, Peduli Karhutla, Beasiswa Peduli Generasi Muda, Sedekah Al-Qur’an, Santunan Anak Yatim, Indonesia Siap Siaga, Mustahik to Muzaki, Peduli Guru Ngaji, Cinta Palestina, dan Berbagi Zakat Fitrah.
Program-program tersebut menyasar beragam kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, generasi muda, lansia, hingga guru ngaji dan masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi maupun bantuan kemanusiaan.
Tak hanya menyasar penerima bantuan sosial, Incess for Humanity juga memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Dalam rangkaian peluncuran, Syahrini berkomunikasi secara daring dengan tim dan relawan Dompet Dhuafa yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Komunikasi tersebut melibatkan tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). Syahrini menyapa para relawan sekaligus menyampaikan apresiasi atas upaya mereka dalam membantu masyarakat terdampak, termasuk warga yang masih beraktivitas di tengah kondisi udara akibat asap kebakaran.
Momen ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap para petugas dan relawan yang berada di garis depan dalam penanganan bencana.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengapresiasi kesediaan Syahrini untuk berkolaborasi dalam memperluas manfaat program sosial dan kemanusiaan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Syahrini atas dukungan yang telah diberikan terhadap program-program Dompet Dhuafa dan atas kesediaannya untuk berkolaborasi bersama kami. Ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Dompet Dhuafa,” ujar Ahmad Juwaini.
Ia menjelaskan, Dompet Dhuafa menjalankan berbagai program melalui lima pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, serta dakwah dan budaya. Kelima pilar tersebut menjadi landasan untuk menghadirkan bantuan langsung sekaligus program pemberdayaan yang mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini dan peluncuran Incess for Humanity, kami berharap jangkauan kebaikan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan dapat semakin luas dan memberikan dampak yang lebih besar,” tambahnya.
Bagi Syahrini, Incess for Humanity menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan. Ia berharap gerakan ini dapat membantu anak-anak, para ibu, lansia, hingga masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk bencana alam.
“Semoga langkah kecil yang dilakukan hari ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan manfaat. Sesuatu yang jauh lebih berarti dari sekadar kebahagiaan untuk diri sendiri, tetapi juga kebahagiaan dan kebermanfaatan untuk orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan,” ungkap Syahrini.
Semangat berbagi tersebut, menurut Syahrini, telah tumbuh sejak dirinya masih kecil. Ia mengenang kebiasaan almarhum ayahnya yang mengajaknya berbagi dengan anak-anak yatim. Kebiasaan itu kemudian berkembang menjadi gerakan Syahrini Berbagi yang menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Dari kecil, almarhum ayahku selalu mengajak aku untuk berbagi kepada 500 anak yatim, hingga menjadi kebiasaan dan singkat cerita sampai 5.000 anak yatim. Itu menjadi gerakan Syahrini Berbagi dan hari ini dipertegas kembali bersama Dompet Dhuafa dengan gerakan Incess for Humanity,” ujar Syahrini saat berbagi inspirasi di hadapan para siswa SMART Ekselensia Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Syahrini berinteraksi dengan para siswa SMART Ekselensia Indonesia, sekolah berasrama bebas biaya yang merupakan bagian dari program pendidikan Dompet Dhuafa. Ia memberikan motivasi mengenai pentingnya membangun keyakinan diri, menjaga semangat, dan terus memperjuangkan cita-cita.
Syahrini juga berkeliling melihat lingkungan sekolah dan asrama siswa. Ia berinteraksi dengan para siswa serta mendapatkan penjelasan dari guru mengenai berbagai kegiatan, aktivitas, dan ekstrakurikuler yang dikembangkan di sekolah tersebut.
Rangkaian acara turut dimeriahkan penampilan tari Saman oleh anak-anak penyandang disabilitas binaan Dompet Dhuafa. Penampilan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi anak-anak sekaligus pentingnya menyediakan ruang berkarya yang inklusif.
Acara peluncuran tersebut dihadiri sejumlah pimpinan dan manajemen Dompet Dhuafa, di antaranya Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus, Rahmad Riyadi selaku Pembina, Yayat Supriyatna selaku Pengawas, Etika Setiawanti selaku Direktur Fundraising dan Komunikasi, serta Asep Hendriana, Ahmad Shonhaji, dr. Zakaria, dan jajaran lainnya.
Sebagai lembaga filantropi Islam, Dompet Dhuafa menghimpun dan mengelola dana zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana sosial lainnya untuk mendukung berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan. Melalui program-program tersebut, lembaga ini berupaya memperluas akses terhadap layanan dasar sekaligus mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Menutup rangkaian kegiatan, Syahrini mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut. Ia menegaskan bahwa berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki banyak harta.
“Incess mengajak seluruh pemirsah untuk ikut menjadi bagian dari Incess for Humanity. Tidak harus menunggu punya banyak untuk bisa berbagi. Insya Allah, setiap kebaikan yang kita lakukan dengan tulus dapat menjadi manfaat bagi sesama,” tutup Syahrini.
Melalui Incess for Humanity, Syahrini dan Dompet Dhuafa berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi dalam aksi sosial dan kemanusiaan. Masyarakat yang ingin ikut berdonasi dapat mengakses laman digital Dompet Dhuafa melalui https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/incessforhumanity.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
