Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 20 Oktober 2026 13:05
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Pengalamannya menjadi Juru Damai di sejumlah konflik Tanah Air begitu tersohor hingga mancanegara.

DREAM.CO.ID - Pengalaman Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam penanganan konflik di Tanah Air begitu tersohor bukan hanya di Indonesia tapi juga mancanegara. Tak heran kalau sosoknya juga dikenal sebagai Juru Damai. Pengalamannya tersebut dibagikan pengusaha yang juga akrab disapa JK ini di Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat, Senin 19 Oktober 2026 kemarin.

Menjadi pengajar untuk Studi Perdamaian yang dihadiri sejumlah guru besar dan mahasiswa program doktoral, JK memberikan materi " Lessons From the for Peace ; Aceh, Afghanistan and Southern Thailand" . Dalam materinya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa konflik global yang terjadi sekarang dipicu oleh 3 G; God (agama, ideologi, keyakinan), Glory (rasa hebat, perkasa, hegemoni), dan Gold (kepentingan ekonomi).

" Dalam banyak hal, Amerika menggabungkan antara kepentingan ekonomi (gold) dengan rasa perkasa (glory). Ini yang terjadi di Iran dan Veneuzela, awal tahun 2026 ini. Amerika ingin menguasai minyak di sana dengan cara menginvasi dengan kekuatan militer," ungkap Jusuf Kalla dalam pemaparan materi.

Ia juga menerangkan dalam banyak hal, Amerika menggabungkan antara kepentingan ekonomi (gold) dengan rasa perkasa (glory). Hal itu pula yang terjadi di Iran dan Veneuzela, awal 2026 ini. Amerika ingin menguasai minyak di sana dengan cara menginvasi dengan kekuatan militer.

 

1 dari 2 halaman

Konflik Agama

Khusus konflik karena agama, menurut JK masing-masing pihak yang bertikai menjajakan " surga" pada milisi atau pun pejuang sebagai barang komoditi secara murahan.

" Di kitab suci agama manapun, saling membunuh tidak dibenarkan. Mereka tidak masuk surga, melainkan masuk neraka. Ini yang terjadi saat konflik di Poso Sulawesi Tengah sekitar tahun 1998-2001 yang mengakibatkan 2.000 korban jiwa meninggal dan sekitar 5.000 jiwa meninggal akibat konflik horizontal di Ambon Maluku tahun 1999-2002," ungkapnya.

Jusuf Kalla mengajar di NIU AS

Khusus konflik di Thailand Selatan, JK menarik garis sejarah ke belakang. Banyak konflik di dunia sekarang ini, terjadi karena kebijakan Inggris sebagai penjajah. Misalnya, kasus Muslim-Melayu (Pattani) di Thailand Selatan. Inggris secara sepihak dan cenderung semena-mena menarik garis batas antara Malaysia dgn Thailand.

Kelompk Pattani yang beragama Islam dan beretnis Melayu, dimasukkan dalam jurisdiksi Thailand, bukan di Malaysia, tanpa mempertimbangkan aspek latar belakang etnis dan agama. Proses dan pendekatan yamg sama juga dilakukan antara Palestina dengan Israel. Demikian pula dengan ethnis Rohingya di Myanmar.

 

2 dari 2 halaman

Kasus Taliban

Selanjutnya JK mengemukakan, masalah Taliban di Afghanistan. Menurutnya, kelompok Taliban sebaiknya tidak secara sewenang-wenang dianggap sebagai teroris.

Jusuf Kalla mengajar di NIU AS

" Mereka itu menjadi pahlawan buat negeri mereka, melawan Amerika yang menduduki Afghanistan setelah Uni Soviet pergi. Ketika Soviet menduduki Afghanidtan (1979-1989), Amerika membantu seluruh kelompok perlawanan untuk mengusir Soviet. Setelah itu, Amerika justru menduduki Afghanistan selama 20 tahun dengan alasan, Taliban melindungi Osama Bin Laden. Ternyata, Osama berada di Pakistan tatkala Amerika membunuhnya," ungkap JK.

Membahas soal konflik Aceh, JK menegaskan bahwa konflik selama 29 tahun tersebut terjadi karena ketidakadilan ekonomi. Aceh kaya raya dari segi sumber daya alam tetapi penduduknya sangat miskin dan tingkat literasi sangat rendah. Oleh karena itu, mereka angkat senjata melawan pemerintah. Jadi, bukan karena mau mendirikan negara Islam. Menurut JK, dirinya sangat menyetujui klausul dalam perjanjian damai Aceh, 70% penghasilan Aceh, dikembalikan ke Aceh.

Beri Komentar