8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
© Pexels.com/Jometo Design
DREAM.CO.ID - Pernah merasa ada warna pakaian tertentu yang membuat wajah terlihat lebih segar, sementara warna lain justru membuat kulit tampak kusam? Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan color analysis atau analisis warna semakin banyak digunakan untuk menentukan pilihan pakaian dan riasan yang paling sesuai dengan karakter warna alami seseorang.
Dilansir dari Verywell Mind, color analysis membantu mengidentifikasi warna pakaian dan makeup yang paling cocok dengan warna kulit, rambut, dan mata. Konsep ini berakar pada teori warna dan telah digunakan selama puluhan tahun oleh penata busana maupun makeup artist. Memahami undertone kulit dan tingkat kontras juga dapat membantu seseorang memilih warna yang lebih selaras dengan penampilan alaminya.
Berawal dari Teori Warna
Color analysis diperkenalkan oleh perancang busana sekaligus ahli teori warna Suzanne Caygill pada 1940-an. Ia mengembangkan pendekatan yang mengelompokkan seseorang ke dalam empat musim warna, yakni spring, summer, autumn, dan winter, berdasarkan karakteristik kulit, rambut, dan mata.
Beberapa dekade kemudian, konsultan warna Carole Jackson mempopulerkan pendekatan yang lebih sederhana melalui bukunya Color Me Beautiful. Konsep tersebut kemudian berkembang pesat pada 1980-an.
Dalam praktiknya, analisis warna melihat tiga dimensi utama warna, yaitu hue atau nuansa warna, value atau tingkat terang-gelap, serta chroma atau tingkat kejernihan warna.
Salah satu langkah pertama dalam color analysis adalah menentukan undertone kulit. Menurut bahan Verywell Mind, undertone secara umum dibagi menjadi tiga kategori: warm, cool, dan neutral.
Undertone warm cenderung memiliki nuansa kuning atau peach, sedangkan undertone cool memiliki nuansa biru atau merah muda. Undertone neutral merupakan perpaduan karakteristik warm dan cool.
Mengetahui undertone dapat membantu menentukan warna yang lebih sesuai dengan kulit. Misalnya, warna bernuansa ruby atau blush dapat cocok untuk undertone cool, sedangkan warna bumi seperti amber dan copper dapat lebih sesuai untuk undertone warm. Pemilik undertone neutral memiliki pilihan yang lebih luas, termasuk cokelat, abu-abu, biru, dan teal.
Salah satu cara sederhana untuk memperkirakan undertone adalah memperhatikan respons kulit terhadap sinar matahari. Kulit yang mudah terbakar cenderung dikategorikan cool, kulit yang terbakar lalu berubah kecokelatan cenderung neutral, sedangkan kulit yang relatif mudah menjadi cokelat cenderung warm.
Selain undertone, tingkat kontras antara warna kulit, rambut, dan mata juga menjadi pertimbangan.
Kontras tinggi terjadi ketika terdapat perbedaan mencolok antara fitur paling terang dan paling gelap. Sebaliknya, kontras rendah menunjukkan perbedaan warna yang lebih kecil antara kulit, rambut, dan mata.
Untuk mengetahuinya, seseorang dapat mengambil foto selfie di bawah cahaya alami kemudian mengubahnya menjadi hitam putih. Foto tersebut dapat membantu melihat seberapa besar perbedaan terang-gelap antara rambut, mata, dan kulit.
Dalam pendekatan seasonal color analysis, seseorang dikelompokkan ke dalam spring, summer, autumn, atau winter.
Spring umumnya dikaitkan dengan undertone warm dan kontras rendah. Summer cenderung memiliki undertone cool dengan warna rambut dan mata yang lebih terang. Autumn biasanya cocok dengan undertone warm serta rambut dan mata yang lebih gelap. Sementara itu, winter umumnya memiliki undertone cool, mata yang lebih mencolok, rambut gelap, dan kontras tinggi.
Untuk menentukan kelompok warna secara lebih tepat, berbagai kain atau color swatches dapat diletakkan di dekat wajah dalam cahaya alami untuk melihat warna mana yang membuat kulit tampak lebih cerah dan mata lebih menonjol.
Color analysis bukan hanya tentang memilih warna yang terlihat bagus. Bahan Verywell Mind menyebut sejumlah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan daya tarik fisik dapat berkaitan dengan interaksi sosial yang lebih baik dan peningkatan self-esteem. Cara berpakaian juga dapat memengaruhi suasana hati, sementara berpakaian dengan lebih baik bahkan dikaitkan dengan peningkatan produktivitas.
Analisis warna juga dapat diterapkan pada makeup dan aksesori. Undertone warm dapat dipadukan dengan aksesori emas kuning atau rose gold, sedangkan undertone cool cenderung cocok dengan silver, platinum, atau white gold. Undertone neutral dapat bereksperimen dengan keduanya.
Bagi yang ingin mencobanya sendiri, gunakan cahaya alami, hindari makeup, kenakan pakaian putih atau warna terang, dan coba berbagai warna di depan cermin. Alat analisis warna online dapat menjadi titik awal, tetapi hasilnya belum tentu seakurat analisis profesional.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi