Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

Reporter : Abidah
Sabtu, 17 Oktober 2026 14:00
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Sebagian orang yang mengalami kecemasan sosial membawa keyakinan tersembunyi bahwa ada sesuatu yang kurang dalam diri mereka dibandingkan orang lain.

DREAM.CO.ID - Bagi sebagian orang, undangan ke pesta, pertemuan warga, atau acara kantor bukan sesuatu yang menyenangkan. Baru membayangkannya saja sudah muncul keinginan mencari alasan untuk tidak datang. Ketika akhirnya berada di tengah banyak orang, muncul perasaan aneh seolah-olah semua orang cocok berada di sana, kecuali dirinya.

Perasaan seperti itu menjadi perhatian psikolog Jonice Webb, Ph.D., dalam artikel yang diterbitkan Psychology Today. Menurut Webb, sebagian orang yang mengalami kecemasan sosial membawa keyakinan tersembunyi bahwa ada sesuatu yang kurang dalam diri mereka dibandingkan orang lain.

Webb menyebut perasaan tersebut sebagai fatal flaw, yang secara sederhana dapat dipahami sebagai perasaan mendalam bahwa “ ada yang salah dengan saya” atau bahwa seseorang tidak memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain. Perasaan itu dapat membuat seseorang merasa berbeda, tidak cocok, atau seolah-olah tidak benar-benar menjadi bagian dari lingkungan sosialnya.

Namun, menurut Webb, fatal flaw bukanlah kekurangan nyata dalam diri seseorang. Ia merupakan sebuah perasaan. Masalahnya, perasaan tersebut dapat begitu kuat sehingga membuat seseorang menghindari interaksi sosial, merasa tidak termasuk dalam kelompok, atau memilih berada sendirian meskipun sebenarnya orang-orang di sekitarnya menerima dirinya.

1 dari 2 halaman

Berawal dari Pengabaian Emosi saat Kecil

Webb mengaitkan munculnya perasaan tersebut dengan childhood emotional neglect, yakni kondisi ketika kebutuhan emosional anak tidak cukup mendapat respons dari orang tua atau pengasuh.

Anak yang tumbuh dalam lingkungan ketika perasaan mereka sering diabaikan atau tidak dianjurkan untuk diungkapkan dapat belajar menekan emosinya. Dalam jangka panjang, menurut Webb, orang tersebut bisa tumbuh dewasa dengan akses yang lebih terbatas terhadap perasaannya sendiri.

Di sinilah muncul persoalan yang lebih sulit dikenali. Emosi sebenarnya merupakan bagian penting dari pengalaman manusia dan hubungan dengan orang lain. Ketika seseorang terbiasa menjauh dari emosinya sendiri, ia dapat merasakan ada sesuatu yang hilang dalam dirinya, tanpa mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Perasaan tidak lengkap atau berbeda tersebut kemudian dapat berkembang menjadi rasa tidak cocok dengan lingkungan sosial. Kondisi inilah yang menurut Webb dapat menjadi lahan bagi munculnya kecemasan sosial.

Yang membuatnya semakin sulit disadari adalah sumber masalah tersebut sering kali tidak terlihat. Webb juga menekankan bahwa pengabaian emosional tidak selalu terjadi karena orang tua sengaja menyakiti anak. Sebagian orang tua mungkin sedang melakukan yang terbaik berdasarkan pengalaman dan pola pengasuhan yang mereka terima sebelumnya.

2 dari 2 halaman

Menyadari bahwa Perasaan Bukan Selalu Kenyataan

Menurut Webb, salah satu hal yang dapat membantu adalah mengenali perasaan tersebut ketika kecemasan mulai muncul.

Ia memberikan gambaran melalui tokoh bernama Donald. Dalam sebuah acara, Donald merasa tidak cocok berada di antara orang-orang yang hanya sedikit dikenalnya. Ia ingin segera pergi, tetapi kemudian menyadari bahwa perasaan tersebut tidak otomatis menggambarkan kenyataan. Ia tetap berada di sana dan mulai berinteraksi dengan orang lain.

Situasi Donald sebenarnya tidak berubah. Ia tidak tiba-tiba menjadi lebih menarik atau lebih pandai berbicara. Yang berubah adalah pemahamannya terhadap perasaan yang muncul di dalam dirinya.

Webb menyarankan beberapa langkah untuk menghadapi pola tersebut. Pertama, mengenali bahwa rasa tidak cocok belum tentu berarti seseorang benar-benar tidak diterima. Kedua, memperhatikan kemunculan kecemasan ketika sedang berada dalam situasi sosial, misalnya ketika tiba-tiba ingin memeriksa ponsel atau keluar sebentar dari ruangan.

Ketiga, seseorang dapat menceritakan pengalaman tersebut kepada orang terdekat yang dipercaya. Dukungan itu dapat membantu mengingatkan bahwa perasaan tidak diterima bukan berarti dirinya memang tidak diterima.

Keempat, persiapan sebelum menghadiri acara sosial juga dapat dilakukan. Webb menyarankan membayangkan situasi tersebut terlebih dahulu, termasuk membayangkan diri sendiri bersikap hangat dan percaya diri serta mengingatkan diri bahwa dirinya berharga dan penting.

Pada akhirnya, gagasan utama Webb bukan bahwa seseorang harus memaksa dirinya menjadi pribadi yang sangat sosial. Yang lebih penting adalah mengenali perasaan yang selama ini mungkin mengendalikan perilaku.

Rasa tidak cocok, takut dinilai, atau keinginan untuk melarikan diri memang dapat terasa sangat nyata. Tetapi, menurut Webb, perasaan tersebut tidak selalu merupakan gambaran objektif tentang bagaimana orang lain melihat kita. Dengan mengenalinya, seseorang memiliki kesempatan untuk tidak lagi membiarkan rasa tersebut menentukan setiap keputusan dalam kehidupan sosialnya.

Beri Komentar