Jumat, 23 Oktober 2026 Cari

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 23 Oktober 2026 09:37
IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking
IHSG menguat dalam tiga hari berturut-turut sehingga dikhawatirkan akan memicu aksi profit taking jelang libur akhir pekan.

DREAM.CO.iD - Bursa saham Indonesia masih terus melanjutkan penguatannya di sesi pembukaan perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Didukung sentimen aksi beli saham Danantara serta respons otoritas pasar modal yang menjamin pelaksanaan proses reformasi pasca pengumuman MSCI Index, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan kenaikan tipis.

IHSG pagi ini dibuka menguat 9,43 poin atau 0,18% ke levl 5.397. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG pagi ini membuka perdagangan pada pukul 09.00 JATS di posisi 5.398,82.

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Hingga 10 menit perdagangan di awal sesi pembukaan, IHSG masih bergerak di dua zona. IHSG tercatat sempat tergelincir ke teritori negatif di level terendah 5.378,79 pada pukul 09.05. Namun IHSG berhasil rebound dengan kembali melaju ke zona hijau dengan kenaikan tertinggi di level 5.409,47.

Hampir seluruh indeks sektoral dibuka menanjak pada sesi perdagangan pagi ini. Indeks sektor infrastruktur tercatat memimpin penguatan sebesar 1,13% pada pukul 09.20 WIB. Diikuti indeks sektor energi yang naik 1,07%, konsumsi non cylical 1,05%, industri 0,75%, konsumsi cylical 0,46%.

Sebaliknya, tekanan jual terjadi pada indeks sektor teknologi yang melemah 0,34%, keuangan 0,14%, dan transportasi 0,13%.

Top gainer saham-saham bluechips pagi ini dihuni oleh saham AKRA yang menguat 3,03%, ADMR 2,77%, dan ASII dengan kenaikan 2,47%. Nasib berbeda dialami saham TLKM yang menjadi top losser indeks LQ45 dengan koreksi 0,91%, WIFI 0,9%, dan MDKA 0,89%.

Riset Phitraco Sekuritas menilai IHSG telah mengalami rebound selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini mendorong investor untuk mewaspadai potensi aksi ambil untung pada akhir pekan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

"Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level resistance 5,400 dan jika bertahan di atas level tersebut berpotensi untuk melanjutkan penguatan," tulis riset tersebut.

Level 5,300 diperkirakan dapat menjadi support terdekat untuk menjaga momentum positif dan mengantisipasi potensi tekanan jual. "Jika menembus level tersebut, berpotensi menguji level support berikutnya di 5,180-5,200."

Pergerakan pasar modal hari ini akan dipengaruh sentimen kenaikan harga minyak yang berpotensi memperbesar tekanan inflasi global dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi ini meningkatkan risiko suku bunga BI dan the Fed bertahan tinggi atau kembali naik, sehingga berpotensi menekan pasar saham dan obligasi serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

 

Namun kenaikan harga minyak dan gas berpotensi menguntungkan saham-saham sektor energi. Sementara sektor batu bara dapat memperoleh sentimen positif dari meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global, meskipun dampaknya tetap bergantung pada harga komoditas dan kondisi fundamental masing-masing emiten.

Sementara MNC Sekuritas dalam risetnya menilai laju kenaikan IHSG beberapa hari terakhir di tengah melemahnya bursa saham Asia dipicu sentimen positif aksi beli saham oleh Danantara. Langkah pemerintah Self Regulation Organization (SRO) mengatasi pengumuman MSCI turut mendongrak aksi beli investir.

"Kami memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 5.336-5.460," tulis riset tersebut.

Beri Komentar