Jumat, 16 Oktober 2026 Cari

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 16 Oktober 2026 18:30
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Sepucuk surat berisi pengumuman MSCI membuat bursa saham Indonesia tak berdaya. IHSG ditutup melemah ke level terendahnya sejak 1998, atau ketika krisis ekonomi melanda Asia dan Indonesia.

DREAM.CO.ID - Boom! sepucuk surat pengumuman dari MSCI Inc membuat pasar modal Indonesia terjungkal. Inilai kali kedua kabar yang dibawa oleh perusahaan keuangan global bermarkas di Amerika Serikat yang menyediakan penyusunan indeks pasar saham, data serta alat analis portofolio bagi investor institusional di seluruh dunia ini mengguncang lantai bursa di Tanah Air.

Sepucuk surat dengan kop MSCI itu bertanggal 15 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat. Dari New York, MSCI mengisimkan pesan cukup mencemaskan. MSCI menyatakan tengah meluncurkan periode konsultasi terkait proposal untuk mengklasifikasikan ulang status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

" MSCI akan mengumumkan keputusan akhirnya pada akhir Juni 2027 dan dapat memberikan informasi terkini mengenai masukan dari para pelaku pasar selama periode konsultasi berlangsung," tulis MSCI dalam pengumuman yang dimuat di situs resminya, msci.com.

Judul surat pengumuman dari MSCI langsung berdampak dahsyat. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk membekukan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan bursa pada pukul 08.58 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

" Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:28:00 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan," tulis Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Valentina Simon dalam siaran persnya yang diunggah di situs resmi BEI.

Dalam penjelasannya, otoritas bursa menyampaikan bahwa tindakan trading halt dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8%.

" BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025," tulis otoritas bursa untuk menenangkan pasar.

Kepanikan pasar terlihat jelas dalam tangkapan data RTI Infokom. Dikutip dari laman bisnis.com, IHSG dibuka anjlok 8,01% ke level 5.393,92 saat sesi perdagangan dibuka. Sebanyak 14 saham menguat, 595 melemah, dan 354 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di BEI tercatat Rp9.538,22 triliun. Sejumlah saham mengalami auto rejection bawah (ARB) pada awal perdagangan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Meski otoritas bursa sudah mengerem kepanikan dengan tindakan trading hal, langkah tersebut belum cukup meredam kegelisahan investor. Buktinya, IHSG terus longsor setelah perdagangan saham dibuka usai pencabutan trading halt.

IHSG pada perdagangan pukul 09.37 WIB terpangksa sampai 11,06% ke level 5.215. Penurunan lebih tajam melanda saham-saham bluechips yang terlihat dari indeks LQ45 yang anjlok 12,55%.

 

1 dari 4 halaman

Apa Isi Pengumuman MSCI?

Pengumuman yang disampaikan MSCI memang bakal membuat jantung para investor berdegup kencang. Sebagai bagian dari Market Classification Review Juni 2026, MSCI melaporkan bahwa para pelaku pasar telah menyampaikan kekhawatiran yang signifikan terkait kemampuan untuk berinvestasi (investability) di pasar ekuitas Indonesia.

Kekhawatiran tersebut mencakup kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta adanya dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

Meskipun otoritas Indonesia telah mengumumkan berbagai reformasi seperti peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan klasifikasi investor yang lebih terperinci, pelaporan Konsentrasi Kepemilikan Saham yang Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), serta peta jalan menuju persyaratan free float minimum 15, MSCI menilai para investor institusional menekankan perlunya implementasi yang konsisten dan bukti nyata mengenai dampak berkelanjutan dari langkah-langkah tersebut

MSCI sebetulnya sudah mengingatkan otoritas Indonesia untuk menunjukkan upaya perbaikan sejak Juni 2026 lalu. Ancamannya tak main-main. " Jika tidak terlihat kemajuan yang memadai hingga Tinjauan Indeks (Index Review) bulan November 2026, MSCI akan mempertimbangkan untuk memulai konsultasi mengenai klasifikasi ulang pasar Indonesia," tulis MSCI

Masih Buat Investor Cemas

Namun upaya pembenahan itu tak sepenuhnya memuaskan. MSCI mengaku mendapat informasi dari para pelaku pasar yang menganggap belum terlihat kemajuan yang memadai dan konsisten di seluruh pasar ekuitas Indonesia hingga saat ini.

Terlepas dari reformasi yang telah diumumkan, MSCI menyatakan kekhawatiran mendasar tetap ada terkait disfungsi pasar, termasuk masih adanya dugaan praktik perdagangan terkoordinasi serta kurangnya bukti penegakan aturan yang berarti.

" Oleh karena itu, MSCI menilai bahwa klasifikasi Indonesia sebagai Emerging Market tidak lagi tepat, sehingga MSCI memulai konsultasi mengenai usulan untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Standalone Market. Berdasarkan masukan dari para pelaku pasar, klasifikasi ulang menjadi Frontier Markets dianggap tidak mencerminkan secara tepat kedalaman permasalahan yang ada di pasar tersebut," tulis pengumuman MSCI.

Hingga pengumuman keputusan reklasifikasi indeks MSCI pada 30 Juni 2026, MSCI tetap memberlakukan pembekuan (freeze) yang telah dibuat sebelumnya. Berdasarkan kebijakan ini, MSCI tidak akan menerapkan peningkatan pada Faktor Inklusi Asing (Foreign Inclusion Factors/FIF) atau Jumlah Saham (Number of Shares/NOS), penambahan sekuritas ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), ataupun migrasi ke atas (upward migration) antar indeks segmen ukuran (size-segment indexes).

2 dari 4 halaman

Wakil Ketua DPR sampai Kapolri Tenangkan Pasar

Menyadari lantai bursa dipenuhi kepanikan, otoritas langsung bergerak. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa OJK menghormati view dari MSCI dan terus melakukan pembenahan dan tindak lanjut atas berbagai masukan yang diberikan. OJK juga mencermati dan memberikan perhatian serius terhadap penilaian MSCI mengenai area-area yang masih memerlukan penyempurnaan ke depan.

OJK, tegas Friderica menghormati independensi lembaga-lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan yang diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan.

“ Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif," kata Friderica.

Hal senada disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi yang menyampaikan bahwa masukan yang disampaikan MSCI dalam pengumuman ini juga sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, termasuk dalam aspek penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan

“ OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait," kata Hasan.

Ke depan, OJK bersama SRO terus melanjutkan engagement yang konstruktif dengan lembaga-lembaga penyedia indeks maupun investor institusi global. Engagement yang berkesinambungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa otoritas Indonesia dapat mengkomunikasikan progress terkini reformasi pasar modal Indonesia, serta memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan untuk penyempurnaan yang berkelanjutan.

Tak cukup lewat pernyataan tertulis, Ketua OJK turun mendampingi Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani yang menyambangi Gedung BEI di kawasan SCBD Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum perdagangan sesi kedua dimulai.

Bos Danantara berusaha menenangkan pelaku pasar dengan membawa kabar gembira. Danantara menilai valuasi dari perusahaan di BEI saar ini masih rendah. Adanya koreksi tajam seiring penurunan IHSG hari ini dinilai Danantara sebagai sebuah peluang.

" Kami melihatnya ini adalah suatu opportunity ke depannya karena tentunya kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long term investment bukan sebagai investor in and out yang anytime bisa masuk," ujar Rosan meyakinkan pelaku pasar.

 

3 dari 4 halaman

Kok Nggak Ngomong?

Dihubungi terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto tak kalah terkejutnya dengan investor menanggapi pengumuman MSCI.

" Pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi. Kan sebetulnya mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober," kata Airlangga saat ditemui di kantornya

Padahal, lanjut menteri dari Partai Golkar ini, dirinya bersama sejumlah pejabat Indonesia belum lama ini sempat bertemu dengan pihak MSCI di Bangkok, Thailand. Dalam pertemuan itu, MSCI tidak mengungkit tentang perhatian Serius MSCI terhadap masalah di bursa saham Indonesia.

" Kemarin di Thailand kok nggak ngomong ini? Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum," ujar Airlangga dikutip dari detik.com.

Upaya menenangkan pasar saham tak cuma datang dari pihak-pihak yang terkait langsung dengan sektor ekonomi dan bisnis. Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto turut menyambangi gedung BEI.

Kedatangan Kapolri untuk menyampaikan secara langsung bahwa Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri akan turut mengusut adanya temuan pelanggaran hukum yang dilakukan beberapa emiten hasil pemeriksaan OJK.

" Kami dari Polri tentunya akan menurunkan tim dari Bareskrim Polri sesuai dengan informasi dan pengaduan yang kami dapatkan adanya dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal dan tentunya dengan alat bukti yang kami akan kumpulkan," ujar jenderal bintang empat itu.

 

4 dari 4 halaman

IHSG Tetap Ambruk

Namun langkah-langkah yang diperlihatkan para menteri, wakil ketua DPR, hingga Kapolri sepertinya belum bisa membuat pelaku pasar tenang. Buktinya, IHSG jelang liburan akhir pekan ini harus menangis. Terjun bebas hingga menjauh dari level 6.000.

Pada penutupan perdagangan, IHSG ambrol hingga 678,6 poin (11,58%) ke level 5.185,11. Penurunan harian ini merupakan yang terbesar sejak 1998, atau ketika krisis ekonomi melanda Indonesia.

Tercatat hanya 11 saham yang bergerak menguat sementara 812 lainnya harus pasrah menghadapi koreksi. Beruntung 140 saham melaju stagnan di tengah kepanikan pasar.

MNC Sekuritas dalam risetnya memperingatkan sentimen ancaman penurunan status bursa saham Indonesia oleh MSCI akan menjadi snetimen negatif dalam periode pendek-menangah. Hal ini akan menyebabkan arus dana asing keluar dari lantai bursa.

Beri Komentar