IHSG Terhempas dari Level 6.000, Indeks Syariah Rontok

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 31 Januari 2020 16:57
IHSG Terhempas dari Level 6.000, Indeks Syariah Rontok
Indeks sektor ini terjun bebas.

Dream - Bursa saham Indonesia masih kurang bergairah meski sejumlah indeks acuan di kawasan regional mulai bergerak naik. Rilis data manufaktur China yang sesuai ekspektasi investor membuat beberapa indeks bursa Asia bergerak menguat.

Sayangnya penguatan tersebut tak bsia diikuti oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan tiga indeks acuan saham syariah. IHSG bahkan terlempar dari level psikologis 6000. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonsia (BEI), Jumat, 31 Januari 2020, IHSG rontok sampai 117,548 poin (1,94%) ke level 5.940,048.

Melemahnya IHSG membuat semua indeks acuan bergugurab. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan Januari 2020 dengan melemah 2,886 poin (1,64%) ke level 173,145.

Meski dibuka menguat di level 176,616 saat sesi pra-pembukaan, ISSI langsung terjun ke teritori negatif saat perdagangan baru berjalan 10 menit. Aksi jual investor menghempaskan ISSI ke level terendahnya di 172,686.

Koreksi sangat tajam juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) amblas sampai 15,027 poin (2,28%) ke level 642,804.

Sementara indeks saham syariah paling bungsu, JII70 turun 4,200 poin (1,92%) ke level 214,566.

1 dari 5 halaman

Tak Ada Indeks Sektoral yang Menghijau

Minimnya sentimen positif membuat investor ramai-ramai melepas sahamnya, terutama di sektor industri aneka. Indeks sektor industri aneka melorot 3,32 persen, disusul keuangan 2,23 persen dan barang konsumsi 2,10 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SHID yang harga sahamnya meningkat Rp760, GDYR Rp220, ACES Rp155, NFCX Rp100, dan INDR Rp80.

Sebaliknya, harga saham UNTR terkoreksi Rp775, INTP Rp750, ITMG Rp700, BLTZ Rp630, dan LPPF Rp420.

Pada 16.33, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Kurs dolar turun 41 poin (0,30%) ke level Rp13.697 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah dan IHSG Masih `Terpapar` Virus Corona

Dream - Wabah virus corona masih membayangi pasar modal. Ekonomi China yang kemungkinan melambat akibat wabah virus corona baru itu membuat investor mencemaskan roda perdagangan dan pariwisata dunia yang selama ini dimotori China.

Sentimen koreksi bursa regional turut melemahkan laju bursa saham domestik termasuk tiga indeks saham syariah yang tiaraps sepanjang sesi perdagangan, Selasa, 28 Januari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 0,522 poin (0,29%) ke level 177,764. ISSI langsung dibuka melemah di level 177,805 saat sesi pra-pembukaan perdagangan dimulai.

Tanpa sekalipun mampu menyentuh teritori hijau, indeks ISSI sempat melorot hingga level terendah di 175,950.

 

 © Dream

 

Koreksi juga dialami dua indeks acuan bluechips syariah. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas 2,711 poin (0,41%) ke level 665,724.

Sementara indeks JII70 beringsut 0,661 poin (0,29%) ke level 221,425.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tak bisa berbuat banyak dengan sentimen jual ini membuatnya melemah 22,024 poin (0,36%) ke level 6.111,184.

3 dari 5 halaman

Investor Wait and See

Kondisi ini membuat investor menahan diri untuk melantai di bursa hingga muncul kabar baik dari penanganan virus corona. Para penanam modal memlih melepas saham terutama di sektor industri dasar yang najlok sampai 1,69 persen.

Meski dilanda tekanan, investor mencoba menyelamtkan portofolionya dengan mengalihkan aksi beli pada sektor industri aneka yang naik 0,83 persen. Disusul indeks sektor properti 0,82 persen, pertambangan 0,70 persen, perdagangan 0,14 persen, dan pertanian 0,13 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah AALI yang harga sahamnya naik Rp225, INPP Rp170, PDES Rp170, PICO Rp130, dan WIKA Rp115.

Yang menjadi top loser kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.575, TCID Rp425, GMTD Rp400, BTPS Rp270, dan BTPS Rp270.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah pada perdagangan pukul 16.21 WIB mengalami tertekan. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 34 poin (0,25%) ke level Rp13.649 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah dan IHSG Terkapar Imbas Sentimen Virus Corona

Dream - Sentimen pelemahan sejumlah indeks acuan di kawasan regional melemahkan laju bursa saham Indonesia. Isu penyebaran virus corona di beberapa negara membuat investor dicekam ketakutan. 

Dua sentimen utama tersebut membuat Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kompak rontok pada penutupan perdagangan, Senin, 27 Januari 2020.  

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sudah tiarap sejak awal pembukaan perdagangan saham di awal pekan ini. Di sesi prapembukaan, ISSI sudah dibuka melemah di level 182,344 dan sempat jatuh ke posisi terendahnya di 178,164.

Di sesi penutupan, ISSi sedikit memperbaiki posisinya dengan hanya melemah melemah 4,224 poin (2,31%) ke level 178,286.  

 

 © Dream



Tekanan jual besar juga melanda saham-saham unggulan syariah di BEI. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terjun bebas 17,814 poin (2,59%) ke level 668,495.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 terkoreksi sampai 5,951 poin (2,61%) ke level 222,086.

Kecemasan pelaku pasar akan virus corona membuat IHSG tak bisa berbuat banyak. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini merosot sampai 110,901 poin (1,78%) ke level 6.133,208.

5 dari 5 halaman

Semua Indeks Sektoral Rontok

Seluruh indeks sektoral mendekam di zona merah. Investor lebih banyak melepas saham, terutama di sektor industri dasar dan aneka industri yang masing-masing melemah 4,47 persen dan 3,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BOGA yang harga sahamnya naik Rp205, BTPS Rp160, UNVR Rp100, SIPD Rp95, dan LUCK Rp70.

Sebaliknya, harga saham TPIA melorot Rp975, AALI Rp500, TCPI Rp500, ITMG Rp350, dan GMTD Rp300.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah turun tipis. Pada 16.35, kurs dolar AS melemah 38 poin (0,21%) ke level Rp13.610 per dolar AS.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'