Pencari Untung Lengserkan Indeks Saham Syariah

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 22 Agustus 2014 16:36
Pencari Untung Lengserkan Indeks Saham Syariah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 7,24 poin (0,14%) ke level 5.198,89.

Dream - Harapan pencetakan rekor baru indeks bursa saham Indonesia sehari usai adanya kepastian hasil Pemilihan Presiden 2014 pupus. Aksi ambil untung pemodal justru membawa pasar modal nasional tersungkur ke zona merah.

Pemodal asing juga mulai mengerem sedikit aksi beli saham yang dilakukannya dalam beberapa hari terakhir. Asing sore ini mencetak nett buy tipis sekitar Rp 100 miliar.

Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 22 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 7,24 poin (0,14%) ke level 5.198,89.

IHSG semula memunculkan harapan adanya pencapaian rekor setelah dibuka menguat. Acuan indeks pasar modal Indonesia ini bahkan mencetak level tertinggi di 5.223,97.

Sayang, aksi jual pemodal domestik membawa angin negatif pada pergerakan IHSG. IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.186,56.

Aksi ambil untung pemodal juga memaksa dua indeks saham syariah di BEI melorot ke zona merah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,41 poin (0,24%) ke level 170,87.

Pelemahan harga saham dari 102 emiten cukup ampuh melemahkan laju penguatan indeks ISSI. Tercatat 82 emiten syariah menutup perdagangan jelang libur akhir pekan di zona hijau sementara 59 lainnya berakhir stagnan.

Volume transaksi perdagangan saham syariah mencapai 33,91 miliar efek dengan nilai mencetak Rp 3,9 triliun.

Indeks ISSI sebetulnya sempat mengawali perdagangan di teritori positif setelah menguat ke level 171,66.

Kondisi sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 3,22 poin (0,45%) ke level 704,21. Indeks JII pagi tadi dibuka menguat ke level 709,34 dan sempat menyentuh possi tertinggi 710,06.

Sebanyak 17 emiten bluechips syariah masih sanggup bertahan di zona hijau namun 12 lainnya tak mampu menahan aksi ambil untung pemodal.

Koreksi yang dialami indeks bursa saham domestik ini terjadi ditengah penguatan sebagian besar pasar modal regional. Selain Nikkei yang melemah 0,3 persen, indeks bursa saham Asia seperti Hang Seng dan Strait Times menguat masing-masing 0,47 persen dan 0,15 persen.

Beruntung, pelemahan di bursa saham Indonesia tak menjalar ke pasar keuangan. Nilai kurs rupiah pekan ini ditutup menguat 0,13 persen menjadi 11,677 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar
Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival