Investor Wait and See, Indeks Syariah Mendekam Lemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 21 November 2016 16:40
Investor Wait and See, Indeks Syariah Mendekam Lemah
Investor asing masih melakukan aksi jual saham.

Dream – Pelemahan indeks acuan saham syariah mewarnai penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal pekan perdagangan, Senin 21 November 2016.  Posisi investor yang wait and see membuat dua indeks acuan saham syariah mendekam di zona merah.

Meski aksi jual (net sell) investor asing mulai berkurang, investor sepertinya menunggu sinyal dari pergerakan bursa regional yang masih belum stabil. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah  0,736 poin (0,43%) ke level 169,166. Indeks acuan saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga terkoreksi 4,309 poin (0,63%) di level 683,484.

Kedua indeks acuan saham syariah ini memulai sesi perdagangan dari zona negatif. Tanpa sekalipun menyentuh zona positif, ISSI sempat jatuh ke level terendah di 168,632.

Hingga sesi paska perdagangan, sebanyak 27,64 miliar lembar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan dana Rp3,13 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi jual dengan nett sell mencapai Rp 193 miliar. 

Aksi jual investor menyeret pelemahan harga 102 saham syariah. Namun masih ada 78 saham syariah yang bergerak naik meski tak cukup kuat menopang kinerja indeks syariah.

Meski ditutup melemah, indeks sektor pertambangan berhasil melaju positif dengan menguat naik 1,21 persen. Disusul industri aneka 0,44 persen, dan industri dasar 0,17.

Sisanya, kinerjanya kurang menggembirakan. Koreksi terdalam terjadi emiten sektor perdagangan yang indeksnya turun 0,89 persen, keuangan 0,74 persen, dan infrastruktur 0,66 persen. 

Emiten-emiten unggulan syariah yang menjadi incaran investor dan menghuni top gainer indeks JII hari ini adalah SILO yang naik Rp150, ASII Rp50, INTP Rp50, SMGR Rp50, dan ADRO Rp30.

Namun, indeks JII justru terseret arus pelemahan top losser yang dihuni UNTR dengan koreksi harga saham sampai Rp525, LPPF Rp500, ICBP Rp325, UNVR Rp250, dan PTPP Rp150.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah bertengger di level Rp13.442 per dolar AS. Nilai tukarnya turun tipis 2 poin (0,01%).

Beri Komentar
Beda Agama, Billy Syahputra Sudah Siap Lamar Pacar?