Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream – Bursa saham syariah Indonsia ikut terseret efek kemenangan Donald Trump yang terpilih menjadi presiden ke-45 Amerika Serikat. Kemenangan Trump ini tak hanya membawa dampak negatif terhadap bursa syariah, kurs rupiah juga ikut terkulai lemas.
Laju perdagangan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat harus mengakhiri perdagangan saham di teritori negatif. Beruntung, aksi jual pemodal asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak terlalu tinggi.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Rabu 9 November 2016, indeks ISSI melemah melemah 1,969 poin (1,09%) ke level 173,233. Indeks acuan saham bluechip syariah, JII juga bergerak ke zona merah usai terkoreksi 10,815 poin (1,46%) di level 730,088.
Indeks ISSI memulai sesi perdagangan dengan dibuka menguat dan sempat menyentuh level 180.726. Namun sentimen negatif dari kecemasan pelaku pasar akan kemenangan Trump membuat investor lokal berbalik melakukan aksi jual.
Transaksi perdagangan saham syariah pun mengalami kenaikan dengan mencetak angka Rp 5,82 triliun. Meski masing mencatat nett buy Rp 273 miliar, papan ISSI justru didominasi koreksi hargsa saham dari 139 saham syariah. Aksi beli hanya mampu mengangkat harga saham dari 58 emiten saham.
Mayoritas emiten sektoral “terkapar” dengan muncul sentimen negatif ini. Pelemahan tertinggi terjadi pada emiten sektor infrastruktur yang turun 2,23 poin, diikuti sektor keuangan 1,52 poin, dan industri aneka 1,2 poin.
Hanya ada satu indeks sektoral yang ditutup positif, yaitu perdagangan yang naik 0,45 persen.
Tercatat lima emiten bluechips syariah berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Top gainer indeks JII itu adalah LPPF yang menguat Rp200, SILO Rp75, INCO Rp20, JSMR Rp20, dan WIKA Rp10.
Sebaliknya, mayoritas emiten unggulan syariah mengalami koreksi harga dipimpin UNTR yang turun Rp225. Diikuti oleh AALI Rp200, INDF Rp175, SMGR Rp175, dan TLKM Rp160.
Di pasar uang, kecemasan investor akan kemenangan Trump membuat investor ramai-ramai mengoleksi dolar AS. Mata uang Negara Paman Sam itu pun bergerak menguat 8 poin (0,06%) ke level Rp13.090 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya