Indeks Syariah Berguguran Sambut Kemenangan Donald Trump

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 9 November 2016 16:40
Indeks Syariah Berguguran Sambut Kemenangan Donald Trump
Sentimen negatif kemenangan Donald Trump yang melanda bursa global dan regional ikut menyeret ISSI dan JII.

Dream – Bursa saham syariah Indonsia ikut terseret efek kemenangan Donald Trump yang terpilih menjadi presiden ke-45 Amerika Serikat. Kemenangan Trump ini tak hanya membawa dampak negatif terhadap bursa syariah, kurs rupiah juga ikut terkulai lemas. 

Laju perdagangan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat harus mengakhiri perdagangan saham di teritori negatif. Beruntung, aksi jual pemodal asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak terlalu tinggi.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Rabu 9 November 2016, indeks ISSI melemah melemah 1,969 poin (1,09%) ke level 173,233. Indeks acuan saham bluechip syariah, JII juga bergerak ke zona merah usai terkoreksi 10,815 poin (1,46%) di level 730,088.

Indeks ISSI memulai sesi perdagangan dengan dibuka menguat dan sempat menyentuh level 180.726. Namun sentimen negatif dari kecemasan pelaku pasar akan kemenangan Trump membuat investor lokal berbalik melakukan aksi jual. 

Transaksi perdagangan saham syariah pun mengalami kenaikan dengan mencetak angka Rp 5,82 triliun. Meski masing mencatat nett buy Rp 273 miliar, papan ISSI justru didominasi koreksi hargsa saham dari 139 saham syariah. Aksi beli hanya mampu mengangkat harga saham dari 58 emiten saham. 

Mayoritas emiten sektoral “ terkapar” dengan muncul sentimen negatif ini. Pelemahan tertinggi terjadi pada emiten sektor infrastruktur yang turun 2,23 poin, diikuti sektor keuangan 1,52 poin, dan industri aneka 1,2 poin.

Hanya ada satu indeks sektoral yang ditutup positif, yaitu perdagangan yang naik 0,45 persen.

Tercatat lima emiten bluechips syariah berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Top gainer indeks JII itu adalah LPPF yang menguat Rp200, SILO Rp75, INCO Rp20, JSMR Rp20, dan WIKA Rp10.

Sebaliknya, mayoritas emiten unggulan syariah mengalami koreksi harga dipimpin UNTR yang turun Rp225. Diikuti oleh AALI Rp200, INDF Rp175, SMGR Rp175, dan TLKM Rp160.

Di pasar uang, kecemasan investor akan kemenangan Trump membuat investor ramai-ramai mengoleksi dolar AS. Mata uang Negara Paman Sam itu pun bergerak menguat 8 poin (0,06%) ke level Rp13.090 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar