Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Indeks Syariah Kok Berbalik Melemah, Ya? (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah berbalik melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 15 April 2020. Aksi ambil untung investor setelah penguatan dua hari terakhir memaksa tiga indeks acuan saham syariah terguling kembali ke zona merah.
Sentimen negatif juga datang dari proyeksi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang melaporkan PDB dunia akan terkontraksi 3 persen pada tahun ini. Angka ini lebih rendah dari prediksi sebelumnya sebesar 3,3 persen.
Sementar dari dalam negeri, investor seperti tak terlalu terpengaruh dengan data perdagangan surplus Indonesia yang memang sudah diperkirakan sebelumnya.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 2,276 poin (1,68%) ke level 137,621. ISSI hanya bergerak menguat selama 40 menit sejak perdagangan dibuka. ISSI mengawali perdagangan dengan naik ke level 139,917 di sesi pra-pembukaan.
Saat bergerak naik, ISSI sempat bertengger di level tertinggi 140,837 dan sempat terperosok ke posisi terburuknya di 137,298.
Koreksi lebih tajam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan anjlok 11,862 poin (2,33%) ke level 496,421.
Indeks JII70 terkoreksi 3,496 poin (2,07%) ke level 165,640.
Tekanan aksi jual investor yang mencoba manrik untung dari dua hari penguatan turut menjungkalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG di tengah pekan ini melorot 80,586 poin (1,71%) ke level 4.625,905.
Mayoritas indeks sektoral terbakar. Indeks industri aneka merosot 2,59 persen, infrastruktur 2,35 persen, dan properti 2 persen.
Sektor pertanian satu-satunya yang menguat. Indeksnya terangkat 0,12 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya meningkat Rp1.800, TCPI Rp300, SMAR Rp200, INDS Rp160, dan BSSR Rp150.
Sebaliknya, harga saham GMTD terpangkas Rp625, UNTR Rp525, POLL Rp500, SILO Rp250, dan EMTK Rp200.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis, Pada 16.03, kurs dolar AS melemah 72 poin (0,46%) ke level Rp15.573 per dolar AS.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya