Jumat, 30 Oktober 2026 Cari

Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 30 Oktober 2026 17:04
 Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan
Beberapa program dan teknologi diterapkan agar produksi pangan tidak berdampak buruk pada lingkungan dan sosial.

DREAM.CO.ID - Berkembangnya teknologi dalam industri pangan saat ini membuat produksi makanan maupun minuman bisa dibuat seefisien mungkin. Tak hanya soal produksi, tapi yang juga jadi pertimbangan penting adalah pengolahan limbah industri untuk mendukung sustainability atau keberlanjutan. Munculnya limbah dari industri pangan baik padat maupun cair tentunya harus diperhitungkan dengan baik.

Saat ini teknologi pun begitu berkembang untuk meminimalisir limbah dari industri pangan. Beberapa program dan teknologi diterapkan agar produksi pangan tidak berdampak buruk pada lingkungan dan sosial. Industri pangan memiliki peran penting dalam mengurangi limbah.

Limbah food industry

Mulai dari proses pengolahan bahan baku, penggunaan energi dan air, pengemasan, hingga distribusi produk, perusahaan pangan dapat menerapkan berbagai strategi untuk menekan dampak lingkungan sekaligus menciptakan sistem produksi yang lebih berkelanjutan.

 

1 dari 4 halaman

Mengapa Limbah Industri Pangan Perlu Dikurangi?

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dihimpun dari 311 kabupaten/kota menunjukkan bahwa sisa makanan menjadi penyumbang sampah terbesar di Indonesia pada 2024, dengan proporsi mencapai 39,36 persen dari total sampah yang tercatat.

Angka-angka tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan limbah pangan secara lebih serius. Bukan hanya di tingkat konsumen, tetapi juga sejak proses produksi, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Karena itu, industri pangan perlu menerapkan strategi yang dapat mengurangi limbah sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya agar lebih berkelanjutan.

Limbah food industry

Industri pangan menghasilkan berbagai jenis limbah, mulai dari sisa bahan baku, produk yang tidak memenuhi standar, limbah cair, hingga kemasan plastik. Limbah pangan yang tidak dikelola dengan baik dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama metana dari sampah organik yang membusuk di tempat pembuangan akhir.

Untuk itu pengelolaan untuk meminimalisir limbah harus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Agar produksi bisa dilakukan secara efisien, begitupun ketika sampai di tangan konsumen agar limbah yang dihasilkan tidak berlebihan berdampak buruk pada lingkungan.

2 dari 4 halaman

Apa Strategi dan Teknologi yang Diterapkan Industri Pangan untuk Kurangi Limbah?

Sejumlah strategi dilakukan oleh industri untuk meminimalisir limbah yang ditimbulkan. Berikut beberapa hal yang dilakukan sejumlah industri untuk mengurangi limbah dan meminimalisir dampak buruknya.

1. Software Enterprise Resource Planning (ERP) System
Sistem Enterprise Resource Planning (ERP), dikutip dari Inecta.com, merupakan sistem perangkat lunak yang mengintegrasikan berbagai proses dan fungsi bisnis ke dalam satu platform terpadu. Dalam industri manufaktur pangan, ERP memungkinkan untuk menyederhanakan operasional, meningkatkan efisiensi, serta memperbaiki pengambilan keputusan dengan menyediakan visibilitas dan kendali secara real-time atas berbagai sumber daya, seperti keuangan, inventaris, manufaktur, penjualan, dan sumber daya manusia.

Teknologi ERP juga bisa membuat demand forecasting (perkiraan permintaan), dan pelacakan stok secara digital, membantu mengurangi produk kedaluwarsa maupun kelebihan bahan baku. Hal ini jika dilakukan dengan konsisten bisa mengurangi limbah yang ditimbulkan.

 

3 dari 4 halaman

2. Pemanfaatan Sisa Produksi Melalui Upcycling
Teknologi upcycling juga banyak diterapkan sejumlah industri, yaitu mengubah sisa bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pakan ternak, tepung fungsional, serat pangan, bahan kosmetik, atau bahan baku farmasi. FAO (Food and Agriculture Organization) di bawah PBB juga menekankan aktivitas ini, seperti pemanfaatan kulit buah, ampas penggilingan biji-bijian, dan cangkang kakao untuk menghasilkan pigmen serta senyawa bernilai tambah.

Limbah food industry

Pada sektor perikanan, potensi upcyling ini juga sangat besar. FAO memperkirakan sekitar 70 persen hasil pengolahan ikan, seperti kepala, kulit, tulang, dan jeroan, dibuang sebagai limbah, padahal dapat diolah menjadi tepung ikan, pakan, pupuk, bahan makanan, atau energi.

 

4 dari 4 halaman

3. Pengolahan Limbah Organik Menjadi Biogas
Strategi lain yang diterapkan industri adalah teknologi anaerobic digestion atau pencernaan anaerobik mengolah limbah organik dan limbah cair menjadi biogas, pupuk organik, serta bahan perbaikan tanah. Dikutip dari EPA.org, proses ini mengurangi volume limbah sekaligus menekan emisi metana dari sampah organik yang membusuk di tempat pembuangan akhir.

Contoh di Indonesia, dikutip dari Pertanian.go.id,  adalah fasilitas biogas PT Greenfields Dairy Indonesia di Blitar. Dalam fasilitas tersebut terdapat reaktor berkapasitas 12.000 meter kubik yang mampu mengolah limbah dari sekitar 10.000 ekor sapi perah setiap hari, biogas digunakan untuk operasional perusahaan dan kebutuhan rumah tangga, sedangkan sisa fermentasi menjadi pupuk kandang.

4. Pengelolaan limbah cair jadi air yang dapat digunakan kembali
Industri pangan di Indonesia mulai menerapkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau Wastewater Treatment Plant (WWTP) dan teknologi membran untuk mendaur ulang air produksi. Air hasil olahan umumnya digunakan untuk penyiraman area pabrik, pembersihan area non-produksi, atau kebutuhan operasional tertentu.

Seperti Nestlé Indonesia dikutip dari Nestle.co.id,  yang menerapkan teknologi Membrane Bio-reactor dalam unit pengolahan limbah cair. Air limbah yang telah diolah digunakan kembali untuk menyiram tanaman di lingkungan pabrik dan membersihkan area non-produksi.

Limbah food industry

Contoh lainnya yaitu PT Indofood yang menerapkan Wastewater Treatment Plant (WWTP) atau instalasi pengolahan air limbah di seluruh unit operasionalnya. Dikutip dari Indofood.com, seluruh air limbah dari proses produksi diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan, dan kualitasnya diuji secara berkala oleh laboratorium independen terakreditasi.

Kunci dari pengelolaan limbah ini bisa berjalan dengan efektif adalah dilakukan dengan konsisten dan sesuai standar. Tak hanya mempertimbangkan lingkungan tapi juga kondisi sosial di sekitarnya dan terus menerapkan prinsip sustainability atau keberlanjutan.

Beri Komentar