Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Limbah Makanan Atau Food Waste/ Foto: Unsplash
DREAM.CO.ID - Segala sesuatu hal yang berlebihan tentunya tidak baik, termasuk dalam persediaan makanan di rumah. Seringkali demi memastikan kebutuhan pangan rumah tangga selalu aman, kita langsung stok bahan pangan dengan banyak dan berlebihan. Sayangnya, bahan pangan tersebut berujung terbuang mubazir dan jadi limbah makanan atau food waste.
Faktanya, jumlah limbah makanan atau food waste di Indonesia sangat tinggi. Menurut data daari Badanpangan.go.id setiap tahunnya, sekitar 115 hingga 184 kilogram makanan terbuang per kapita. Selain berdampak pada lingkungan, susut dan sisa pangan (SSP) ini juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp213 hingga Rp551 triliun per tahun, atau setara dengan 4 hingga 5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Pangan yang terbuang di Indonesia mencapai puluhan juta ton per tahun, padahal sebagian masih layak dikonsumsi dan dapat membantu ketahanan pangan. Kajian Bappenas memperkirakan food loss and waste nasional sebesar 23–48 juta ton per tahun. Angka tersebut tentunya harus ditelaah lebih bijak terutama dalam situasi ekonomi yang serba sulit seperti sekarang.
Lalu menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), mayoritas sampah di Indonesia berasal dari rumah tangga, yaitu 56,7%. Untuk itu sangat penting memastikan makanan yang ada di rumah benar-benar sesuai dengan anggaran rumah tangga, kebutuhan anggota keluarga agar tidak tidak malah menjadi limbah.
Banyak faktor yang membuat rumah tangga menghasilkan limbah makanan atau food waste yang sangat tinggi. Seperti berbelanja bahan makanan secara berlebihan, penyimpanan bahan makanan yang tidak benar, memasak tidak sesuai kebutuhan, juga tidak membuat perencanaan menu makanan secara bijak.

Demi mengurangi limbah makanan di rumah, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Mulailah dengan menerapak lima langkah mudah ini, berdasarakan rekomendasi FAO (Food and Agriculture Organization), PBB.
1. Cek stok bahan makanan sebelum belanja
Periksa kulkas, freezer, dan lemari dapur sebelum berbelanja agar tidak membeli bahan yang sudah ada. Buat catatan bahan yang perlu segera digunakan. Sangat direkomendasikan untuk membuat perencanaan menu mingguan agar berbelanja benar-benaar sesuai menu dan kebutuhan.
2. Buat daftar belanja dan disiplin mengikutinya
Buat perencanaan jumlah makan yang akan dimasak di rumah, tulis daftar belanja beserta kuantitasnya, dan hindari pembelian impulsif. FAO menekankan bahwa membeli hanya sesuai kebutuhan adalah cara paling sederhana untuk mengurangi food waste atau limbah makanan dan tentunya bisa menghemat uang.
3. Simpan makanan dengan benar
Gunakan prinsip " first in, first out yaitu taruh bahan yang dibeli lebih dulu atau mendekati tanggal kedaluwarsa ke bagian depan kulkas/lemari bahan makanan, dan letakkan makanan/ bahan baru di belakang" . Simpan makanan sisa dalam wadah tertutup, beri label tanggal, dan bekukan makanan yang tidak akan segera dimakan.

4. Masak dan sajikan porsi yang tepat
Masak sesuai jumlah yang benar-benar akan dimakan, gunakan informasi porsi pada label kemasan, dan pilih porsi lebih kecil saat makan di luar. Jika makan di restoran, minta bungkus untuk sisa makanan alih-alih membiarkannya di piring.
5. Olah sisa makanan/ kompos
Manfaatkan sisa makanan menjadi menu baru, misalnya sayur sisa untuk tumisan atau sup, buah terlalu matang untuk smoothie, dan nasi sisa untuk nasi goreng. Jika benar-benar tidak dapat dimakan, pisahkan sampah organik untuk dikomposkan agar nutrisi dapat kembali ke tanah.

Coba segera ya trik-trik di atas agar limbah makanan dari rumah jadi sangat minim dan jika ada bisa dimanfaatkan dengan baik.
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym