Rabu, 28 Oktober 2026 Cari

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 28 Oktober 2026 13:06
Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
Tanpa kita sadari, selalu ada jejak sampah di balik makanan favorit. Perlu diingat, limbah dari industri makanan dan minuman seringkali jadi masalah lingkungan jika tidak diolah dengan baik.

DREAM.CO.ID - Makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari tentunya jadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pembuatannya ada proses panjang hingga siap dan aman dikonsumsi. Termasuk satu hal yang seringkali luput dari perhatian, yaitu limbah yang ditimbulkan dari industri makanan dan minuman.

Permintaan makanan dan minuman kemasan yang praktis, mudah diolah dan dikonsumsi di era yang serba cepat seperti sekarang sangat tinggi. Tanpa kita sadari, selalu ada jejak sampah di balik makanan favorit. Perlu diingat, limbah dari industri makanan dan minuman seringkali jadi masalah lingkungan jika tidak diolah dengan baik.

Banyak kasus area sekitar pabrik makanan dan minuman, terjadi pencemaran air, tanah, udara, polusi udara serta suara. Efek yang ditimbulkan jika limbah industri tidak ditangani sangat masif, bukan hanya pada lingkungan, tapi juga kondisi sosial di sekitarnya. Dikutip dari Universal.co.id  pada rentang tahun 2000 hingga 2019, rata-rata produksi limbah industri pangan di Indonesia mencapai 23 hingga 48 juta ton/tahun, di mana setara dengan 115 hingga 184 kg/kapita.

1 dari 4 halaman

Apa Saja Jenis Limbah yang Ditiumbulkan dari Industri Makanan/ Minuman?

Banyak yang menganggap limbah yang ditimbulkan dari industri makanan dan minuman mudah mengurai di lingkungan sehingga tak diproses dengan baik. Faktanya tak demikian, menurut data Badan Pangan Nasional  masalah limbah pangan atau susut dan sisa pangan (SSP) di Indonesia menyebabkan kerugian ekonomi nasional yang sangat besar, ditaksir mencapai Rp213 triliun hingga Rp 551 triliun per tahun.

Limbah industri pangan

Hal itu karena jenis limbahnya sebenarnya cukup banyak dan tidak semuanya mudah mengurai. Dikutip dari Masoem University, memang sebagian besar limbah industri pangan berasal dari bahan organik, tapi ada juga sisa bahan baku, kulit buah, ampas, minyak, sisa proses pencucian, hingga bahan yang tidak memenuhi standar produksi dapat menjadi limbah apabila tidak dimanfaatkan kembali.

2 dari 4 halaman

Untuk limbah yang muncul dari industri pangan terbagi menjadi dua, dengan risiko dan dampaknya masing-masing.

Limbah industri pangan

Limbah Padat
Jenis limbah pangan padat cenderung berasal dari sisa-sisa kegiatan produksi, mulai dari bahan tidak layak produksi, sisa potongan bahan pangan, atau kardus/ plastik sisa pengemasan bahan pangan. Untuk limbah padat ini, memiliki sifat limbah pangan yang berbeda yaitu mudah terurai dan sulit terurai. Untuk itu, sangat diperlukan pemilahan pada sumbernya agar memudahkan pengelolaan limbah selanjutnya. Untuk sisa potongan bahan pangan, mungkin bisa diolah jadi bahan pakan ternak atau mungkin pupuk.

Limbah Cair
Hal yang juga tak bisa dipungkiri dari indutri pangan adalah limbah cair, yaitu sisa-sisa hasil kegiatan produksi dan aktivitas lain, contohnya proses pembersihan bahan baku/ alat produksi dan juga pasteurisasi. Bukan sekadar air, limbah cair umumnya mengandung bahan kimia hingga bakteri berbahaya dan termasuk limbah yang tidak dapat didaur ulang. Penanganannya harus tepat karena bisa memicu pencemaran air tanah sekitar.

Tak hanya itu, polusi udara dan suara yang muncul juga harus diperhitungkan dengan detail. Pada beberapa kasus, banyak yang mendapat keluhan warga sekitar karena polusi yang ditimbulkan tidak memperhitungkan kondisi lingkungan sekitar sehingga sangat menganggu, bahkan sampai menimbulkan masalah kesehatan.

 

3 dari 4 halaman

Bahaya yang Ditimbulkan Limbah Industri Pangan

Sejumlah industri pangan baik makanan atau minuman sudah memiliki sistem pengelolaan limbah yang terencana dan dengan standar yang baik. Tentunya hal tersebut harus dijalani dengan komitmen penuh agar dampak lingkungan serta sosial yang ditimbulkan bisa diminimalisir. Lalu apa saja bahaya yang muncul jika limbah industri pangan tidak dikelola dengan baik? Berikut beberapa diantaranya.

Level Oksigen Menjadi Rendah
Limbah pangan juga mengandung bahan organik yang berpotensi menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme. Terdengar bisa berdampak positif tapi ini ada syaratnya. Dikutip dari Universal.co.id, jika limbah pangan mencemari lingkungan secara berlebihan maka aktivitas mikroorganisme akan tinggi. Dalam proses metabolisme mikroorganisme tentunya dibutuhkan jumlah oksigen yang cukup besar. Hal ini dapat berdampak terhadap penurunan kandungan oksigen pada perairan. Apabila dibiarkan, kehidupan biota perairan akan terganggu yang berujung pada ketidakseimbangan ekosistem.

Kenaikan pH pada air dan tanah
Perlu diketahui, limbah pangan hasil pengolahan buah-buahan dan sayur-mayur mempunyai kandungan pH yang tinggi. Hal ini karena adanya kandungan penggunaan bahan kaustik seperti larutan alkali pada proses pengupasan, dimana kandungan pH dari bahan tersebut berkisar 12 hingga 13. Apabila dikelola secara tidak bertanggung jawab, dapat menyebabkan peningkatan kandungan pH pada perairan maupun tanah. Dampak yang mungkin muncul dari kondisi tersebut, pH jadi tak stabil (terlalu asam, terlalu basa, atau fluktuatif) dan hal tersebut berkaitan langsung dengan ketersediaan nutrisi, kesehatan akar, serta risiko keracunan bagi organisme dan tanaman. Efek jangka pendek dan panjangnya tentu sangat besar.

 

4 dari 4 halaman

Eutrofikasi
Eutrofikasi adalah fenomena dimana terjadi pertumbuhan ganggang di perairan akibat adanya kandungan nutrien yang berlebihan dari limbah pangan. Fenomena ini dapat menghasilkan beberapa dampak negatif, seperti air sungai menjadi keruh, meningkatnya sedimen pada dasar perairan, dan perubahan suhu rata-rata perairan. Saat eutrofikasi, terjadi perbedaan kandungan oksigen antara malam dan siang hari. Pada malam hari, ganggang masih melanjutkan respirasinya dan terjadi pemecahan oksigen pada perairan. Ganggang yang mati juga akan mengendap pada dasar perairan sehingga akan merubah warna perairan menjadi gelap. Ini juga jadi pertanda kalau ekosistem yang berada di dalam air telah rusak.

Limbah industri pangan

Gangguan kesehatan
Tentunya paparan limbah yang tak ditangani dan tak terkontrol, bisa berdampak langsung pada kesehatan manusia. Gangguan kesehatan yang muncul antara lain seperti gatal-gatal pada kulit, sesak napas atau infeksi saluran pernapasan, diare dan masih banyak lagi. Untuk itu dibutuhkan pengelolaan limbah yang detail, terukur dan dilakukan dengan penuh komitmen sesuai dengan standar. Bukan hanya untuk lingkungan tapi juga sosial dan keberlanjutan kehidupan.

 

Beri Komentar