Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 20 Oktober 2026 09:46
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Penguatan pada saham-saham bluechips telah membantu IHSG melaju kembali di atas level 5.000

DREAM.CO.ID - Bursa saham Indonesia hari ini terpantau sedikit lebih tenang dibandingkan kepanikan yang terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir. Meski dibuka melemah, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) perlahan mulai bergerak naik usai 30 menit dari sesi pembukaannya.

IHSG pagi ini (Selasa, 20/10/2026), dibuka melemah 0,33% ke level 4.980. Namun, pelemahan ini berlangsung singkat setelah investor mulai kembali turun ke lantai bursa sehingga turut mendorong IHSG kembali ke teritori hijau.

Data perdagangan BEI mencatat IHSG dibuka di level 4.999,45 dan mulai merangkak naik dalam 5 menit perdagangan ke posisi 5.057,77. IHSG untuk saat ini mencapai titik tertinggi di level 5.131,11 sebelumnya akhirnya kembali dilanda tekanan jual dan bergerak turun.

Hampir seluruh indeks sektoral bergerak menguat dipimpin oleh saham-saham transportasi yang naik 2,78%, diikuti teknologi 2,60%, keuangan 1,78%, properti 1,53%, dan barang konsumsi non cylical yang menguat 1,13%.

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Sementara dua indeks sektoral terpantau masih mengalami tekanan masing-masing sektor energi sebesar 1,10% dan industri dasar 0,78%.

MNC Sekuritas dalam risetnya menerangkan IHSG pada perdagangan kemarin tetap melanjutkan penurunannya dengan mengalami koreksi 3,64% menjadi 4.996,61. Dengan mencatat penjualan asing bersih sebesar Rp1,72 triliun, semua sektor ditutup di wilayah negatif dipimpin oleh bahan dasar (-4,57%) dan infrastruktur (-4,45%).

" Indeks terus melemah setelah aksi jual tajam pada sesi perdagangan sebelumnya, di tengah kinerja yang beragam di pasar Asia," tulis riset tersebut.

Koreksi IHSG kemarin juga dipengaruhi tekanan jual yang terus berlanjut, terutama didorong oleh sentimen negatif seputar potensi reklasifikasi pasar ekuitas Indonesia oleh MSCI menjadi status Pasar Mandiri, yang mendorong banyak saham turun ke batas penolakan otomatis (ARB) terendah.

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

" Investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang hasil diskusi antara IDX dan MSCI mengenai potensi reklasifikasi tersebut," tulis riset itu yang memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak dalam kisaran harga 4.921-5.092.

1 dari 1 halaman

Sementara itu, Phintraco Sekuritas dalam risetnya menilai aksi beberapa emiten yang mengumumkan akan melakukan aksi buyback telah membuat harga saham mulai bangkit dari level ARB.

" Secara teknikal, tekanan pada IHSG masih berpotensi berlanjut dengan support 4,800-4,900, terutama jika tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar masih terjadi. Sebaliknya jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk menguat di atas level 5,000 pada perdagangan Selasa (20/10)," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menilai langkah BEI untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar melalui penyesuaian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) serta keterbukaan informasi afiliasi pemegang saham diharapkan dapat mendukung pemenuhan standar MSCI, meskipun hal tersebut bukan jaminan bahwa MSCI akan merespon positif langkah tersebut.

" Kebijakan tersebut bertujuan membuat pergerakan IHSG mencerminkan kondisi pasar yang lebih wajar," tulisnya.

Dalam pelaksanaannya, IHSG berpotensi mengalami penyesuaian dalam jangka pendek, mengingat beberapa saham HSC memiliki bobot yang cukup besar. Proses penyesuaian ini dapat meningkatkan volatilitas pasar, namun diharapkan mendukung pembentukan indeks yang lebih mencerminkan kondisi pasar dan likuiditas saham secara representatif.

Beri Komentar