Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
© 2015 Http://www.antarafoto.com
DREAM.CO.ID - Otoritas bursa saham Indonesia bergerak cepat melindungi pasar saham dari aksi jual investor yang menjatuhkan harga saham sejumlah emitem imbas sentimen negatif dari pengumuman Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) terkait status bursa saham Indonesia.
Langkah darurat itu dilakukan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menetapkan batas auto rejection (Auto Rejection Bawah/ARB) dari semula 15% menjadi separuhnya atau 7%.
Penyesuaian ketentuan tersebut diberlakukan melalui Surat Keputusan Direksi (SK) BEI terbaru Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, yang menggantikan ketentuan sebelumnya dalam SK BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026.

" Ketentuan terbaru ini efektif diberlakukan sejak 19 Oktober 2026 sampai dengan 31 Desember 2026, dan akan dievaluasi kembali mengikuti perkembangan yang terjadi di pasar," tulis otoritas BEI dalam pengumumannya.
Langkah ini diambil otoritas bursa sebagai upaya memastikan perdagangan efek dapat berjalan secara teratur, wajar, dan efisien, serta menjaga volatilitas pasar. Didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyesuaian batasan ARB Efek bersifat Ekuitas juga bertujuan memberikan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia, sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan investasi secara lebih baik berdasarkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.
![]()
Dalam peraturan tersebut, penyesuaian batasan ARB ditentukan berdasarkan empat rentang saham yaitu Rp1-10, Rp11- 200, di atas Rp 200-Rp5.000, dan harga saham di atas Rp5.000.
Pada ketentuan sebelumnya ARB untuk keempat rentang harga saham itu ditentukan sebesar Rp1 untuk kategori I dan 15% untuk tiga kategori lainnya.
Sementara pada ketentuan baru, batasan ARB ditetapkan sebesar Rp 1 untuk rentang harga saham Rp1-10, dan 7% untuk tiga kategori harga saham lainnya.
Sedangkan untuk batasan Auti Rejection Atas (ARA), otoritas BEI tetap memberlakukan batasan yang sama yaitu antara 20%-35% tergantung rentang harga saham.

Untuk diketahui, bursa saham Indonesia pada awal pekan ini masih mengalami tekanan hebat dari aksi jual investor. Sentimen penurunan status bursa saham Indonesia ke level standalone market (pasar mandiri) telah memicu kekhawatiran larinya dana asing dari pasar modal Tanah Air.
Pagi ini, IHSG longsor di bawah level 5.000 pada sesi pembukaan perdagangan. Perdagangan saham pada Senin, 19 Oktober 2026 dimulai dengan pelemahan IHSG sebesar 223,23 poin atau 4,31% ke level 4.961,88.
Data perdagangan saham di BEI selama periode 12—16 Oktober 2026 mayoritas mengalami koreksi. Perubahan dialami oleh IHSG sebesar 14,91% sehingga ditutup pada level 5.185,105 dari posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya. Perubahan turut dialami juga pada nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar 14,43% menjadi Rp9.157 triliun dari Rp10.701 triliun pada pekan lalu.
Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan lalu juga mengalami perubahan sebesar 5,22% menjadi 44,102 miliar lembar saham dari 46,533 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami perubahan yaitu sebesar 0,07% menjadi Rp16,21 triliun dari Rp16,23 triliun pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 2,46% menjadi 1,72 juta kali transaksi dari 1,67 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Adapun investor asing pada akhir pekan lalu mencatatkan nilai jual bersih Rp3,34 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp88,19 triliun.
Advertisement
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah