Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Bellasbistro.files.wordpress.com)
Dream - Mungkin ada di antara Anda yang hobi mengonsumsi telur goreng atau telur rebus setengah matang? Atau hobi menenggak minuman yang dicampur dengan telur mentah?
Jika ya, mulai sekarang kurangi kebiasaan Anda mengonsumsi telur setengah matang. Sebab, telur setengah matang memiliki risiko besar ditempeli bakteri Salmonella.
Telur yang mengandung bakteri Salmonella dapat berbahaya bagi kesehatan dan berisiko menyebabkan sakit perut, diare, muntah-muntah parah, demam, sakit kepala hingga muncul darah pada feses.
Meski begitu, bukan berarti Anda tak boleh sama sekali mengonsumsi telur setengah matang. Anda boleh mengonsumsi telur setengah matang. Namun agar aman dan terhindar dari serangan bakteri Salmonella, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengolah telur.
1. Pastikan bahwa telur yang dibeli benar-benar bersih.
2. Masukkan telur yang telah dibeli ke dalam kulkas (suhu kurang dari atau sama dengan 4 derajat celcius) dan mengonsumsinya paling lama setelah 3 minggu dibeli.
3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh telur mentah.
4. Mencuci bersih alat-alat dapur yang terkena telur mentah.
5. Sebaiknya, memasak telur hingga kedua sisi matang. Bila direbus, rebus hingga putih dan kuning telur keras atau rebus minimal 7 menit.
6. Segera makan telur yang sudah dimasak. Jangan biarkan telur berada di luar ruangan lebih dari 2 jam.
7. Sebaiknya orang lanjut usia, anak-anak atau orang yang sedang sakit menghindari makan telur yang setengah atau kurang matang.
(Ism, Sumber: Annida Online)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya