Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© Gemini Generated Image
DREAM.CO.ID - Coba bayangkan meja makan Indonesia tanpa kecap manis. Nasi goreng jadi hambar, ayam kecap kehilangan jati diri, sate tanpa cocolan hitam kentalnya terasa janggal. Kecap manis begitu melekat dalam masakan Nusantara sehingga banyak orang mengira ia asli buatan Indonesia. Padahal, perjalanannya jauh lebih panjang dan berliku, melibatkan pelayaran ribuan kilometer dari daratan Tiongkok hingga akhirnya menemukan bentuk barunya di tanah Jawa.
Walau sudah menjadi identitas, kecap sebenarnya bukan produk asli Nusantara. Sejarah mencatat, kecap pertama kali ditemukan di Tiongkok sekitar 2500 hingga 3000 tahun yang lalu. Istilah " kecap" sendiri diduga berasal dari bahasa Amoy, yaitu koechiap atau ke-tsiap, kata yang di Tiongkok berarti saus ikan atau kuah ikan. Kata ini juga terkait dengan dialek Hokkien di selatan Tiongkok, chiap atau kicap, dibawa masuk oleh gelombang imigran Hokkien yang berlayar ke Nusantara berabad-abad silam.
Yang menarik, kata dalam bahasa Inggris " ketchup" pun diduga kuat berasal dari akar kata yang sama. Istilah ketchup dalam bahasa Inggris diduga berasal dari koechiap, karena dalam dialek Hanzi artinya merujuk pada saus dari bahan seperti terong kecil atau tomat.
Dari Kecap Asin yang Ditolak Lidah Jawa
Perjalanan kecap manis dimulai dari kegagalan kecil yang justru berujung inovasi besar. Dilansir dari Indonesia.go.id, awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin ke Nusantara. Tapi sesampainya di Jawa, kecap asin ternyata tidak laku di pasaran, sebab lidah masyarakat setempat tidak terbiasa dengan cita rasa asin yang tajam dari saus tersebut.
Kecap asin dibawa masuk, sekitar abad ke-16. Meski sudah diperkenalkan kepada warga setempat, hanya sedikit yang benar-benar menyukai rasa aslinya. Menghadapi situasi ini, para perantau Tionghoa akhirnya melakukan penyesuaian: mereka menambahkan gula kelapa atau gula aren ke dalam kecap asin, hingga rasanya berubah total menjadi manis, sesuai selera warga pribumi yang memang gemar dengan makanan bercita rasa manis.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya