Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
© Pexels.com/Lisa From Pexels
DREAM.CO.ID - Minggu-minggu pertama merantau sering terasa seperti roller coaster emosi. Rasa bangga karena akhirnya diterima kuliah di kampus impian bisa tiba-tiba berubah jadi rasa rindu yang menyesakkan dada saat malam tiba dan kamar kos terasa sepi. Perasaan ini punya nama: homesick. Dan kabar baiknya, ini bukan tanda ada yang salah dengan diri sendiri, melainkan reaksi yang sangat wajar dialami hampir semua orang yang baru pertama kali hidup jauh dari rumah.
Dilansir dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, homesickness tidak dapat dihindari, namun bisa diatasi lewat proses adaptasi yang baik. Perasaan rindu akan keluarga, rumah, makanan, atau tempat tinggal asal adalah hal yang sangat manusiawi dialami siapa pun yang tiba-tiba harus hidup di lingkungan baru yang sama sekali berbeda dari daerah asalnya.
Diketahui bahwa sepertiga dari seluruh mahasiswa pernah merasa depresi atau rindu kampung halaman pada suatu titik dalam kehidupan universitas mereka. Artinya, siapa pun yang sedang merasakan homesick sesungguhnya tidak sendirian, dan hampir setiap mahasiswa rantau lain di sekitarnya pernah mengalami hal serupa.
Terima Perasaan Itu, Jangan Dilawan
Langkah pertama dalam mengatasi homesick adalah menerima perasaan tersebut. Menyadari bahwa rindu adalah reaksi alami saat berada jauh dari keluarga dan rumah justru membuat seseorang lebih mudah mencari cara mengatasinya, tanpa merasa terbebani atau menyalahkan diri sendiri karena merasa rindu.
Jangan mengabaikan rasa kangen pada keluarga yang keluar ketika homesick ini. Biarkan diri merasa sedih, tapi beri batas waktu, misalnya satu hingga dua jam saja, lalu coba bercerita kepada keluarga, saudara, atau teman tentang perasaan tersebut.
Tetap Terhubung, Tapi Jangan Berlebihan
Salah satu cara paling umum dan efektif mengatasi homesick adalah tetap berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Manfaatkan teknologi seperti telepon, chat, atau video call untuk berkomunikasi secara rutin dengan keluarga dan teman-teman di rumah bisa membantu meringankan rasa rindu, sekaligus jadi kesempatan berbagi pengalaman baru yang sedang dijalani di perantauan. Meski begitu, Stekom mengingatkan agar komunikasi ini tidak berlebihan, supaya tetap bisa fokus menjalani kehidupan baru di tempat rantau tanpa terus-menerus menoleh ke belakang.
Bangun Rutinitas dan Cari Teman Baru
Rutinitas yang teratur dan menyenangkan bisa membantu mengalihkan perhatian dari rasa rindu. Membuat jadwal harian yang melibatkan aktivitas yang disukai, seperti berolahraga, memasak, atau mengikuti hobi baru, memberikan rasa nyaman dan stabilitas di tengah lingkungan yang masih asing. Hal pertama yang bisa dilakukan saat merasa homesick di perantauan adalah mulai bersosialisasi dengan teman-teman baru. Salah satu cara paling sederhana adalah memperkenalkan diri kepada teman sekelas, meski mungkin terasa canggung di awal.
Mengikuti komunitas atau organisasi kemahasiswaan juga bisa mengatasi rasa rindu akan kampung halaman. Bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa yang sesuai minat menyita perhatian sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan keterampilan baru. Mencari teman senasib sesama perantau juga membantu, karena beban yang dirasakan bisa terasa lebih ringan begitu tahu ada orang lain yang mengalami hal serupa dan bisa saling menguatkan.
Bawa Sedikit " Sentuhan Rumah" ke Kamar Kos
Kamar kos atau apartemen mungkin terasa asing pada awalnya, tapi bisa dibuat lebih nyaman dengan membawa sedikit sentuhan rumah ke sana. Foto keluarga, barang-barang kenangan, atau bahkan selimut favorit dari rumah bisa menciptakan ruang yang terasa lebih personal dan mengurangi rasa asing terhadap tempat tinggal baru.
Eksplorasi Lingkungan Baru
Penting mengeksplorasi tempat-tempat yang akan jadi kebutuhan sehari-hari di perantauan, seperti mencari tempat makan enak dan murah, tempat belajar yang nyaman, serta mengetahui layanan medis dan psikologis yang disediakan kampus. Berbagai penelitian juga menemukan bahwa mengikuti kegiatan rekreasi dan memperluas pertemanan bisa membantu mengurangi homesickness secara signifikan.
Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional
Meski homesick adalah hal normal, penting untuk tetap waspada jika perasaan ini tidak kunjung membaik. Jika homesick terus berlanjut dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan. Konselor atau psikolog bisa memberikan dukungan profesional untuk membantu mengatasi perasaan tersebut secara lebih terarah.
Jika rasa sedih terus berlanjut meski sudah mencoba berbagai cara, mengunjungi pusat konseling di kampus bisa jadi langkah tepat. Kebanyakan kampus kini menyediakan layanan konseling gratis bagi mahasiswanya, jadi tidak perlu ragu memanfaatkannya.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
