Heboh Durian Seharga Rp14 Juta di Tasikmalaya

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 27 Januari 2019 11:49
Heboh Durian Seharga Rp14 Juta di Tasikmalaya
Apa yang membuatnya mahal?

Dream - Meski berbau menyengat, durian menjadi salah satu favorit masyarakat Indonesia. Beragam jenis durian menjadi dari durian petruk, durian bokor, hingga memang punya daya tarik sendiri.

Baru-baru ini,  Plaza Asia Tasikmalaya, Jawa Barat, menjual durian seharga Rp14 juta. Namanya, durian J-Queen.

"Konon, durian ini hanya berbuah 3 tahun sekali," tulis Instagram @realplazaasiatasik, Minggu, 27 Januari 2019.

Harga mahal itu juga karena terbatasnya jumlah durian saat berbuah. Setiap pohon, hanya berbuah di bawah 20 butir. Keistimewaan lain durian ini yaitu tidak adanya benjolan di buahnya.

"Penelitian buat durian J-Queen juga membutuhkan waktu 4 tahun dan ini durian pemenang kontes di Penang, Malaysia," tulis akun tersebut.

Dilaporkan Ayo Bandung, Manajer Supermarket Plaza Asia, Heriyawan Tetan mengatakan, durian J-Queen ini memiliki keistimewaan lain. Buah durian ini merupakan produk lokal Kampung Bogamin, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Bobotnya 4 hingga 5 kilogram.

"Dagingnya terasa lezat," kata Heriyawan.

Sumber: Ayo Bandung

 

1 dari 3 halaman

Usai Pesta Durian, Sopir Angkot di Tangerang Ditemukan Tewas

Dream - Kasus seseorang meninggal karena durian kembali terulang. Adie Syarifudin, pengemudi angkot di Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu, 20 Januari 2019.

Adie ditemukan meninggal di dalam angkotnya. Darah tampak tercecer di wajah pria asal Ciamis, Jawa Barat ini.

Kasat Reskrim Tangerang Selatan, AKP Alexander mengatakan, peristiwa ini bermula saat rekan korban sesama pengemudi angkot menanyakan keberadaan Adie.

" Awalnya diketahui oleh rekannya, mau menanyakan kenapa enggak narik. Pas dicek, korban berada di dalam mobil dan wajahnya penuh darah. Dari penemuan itu, rekan-rekan korban melaporkan kejadian itu kepada kami," ujar Alexander, dilaporkan, Senin, 21 Januari 2019.

Pemeriksaan polisi, kata Alexander, memastikan tak ada bekas luka akibat benda tajam atau tumpul pada tubuh Adie. Tetapi, berdasarkan rekan-rekannya, mereka baru saja pesta durian.

" Korban ini cukup banyak memakan durian kalau cerita teman-temannya, didukung keterangan keluarga yang menyebutkan korban mengidap darah tinggi," ujar dia.

Alexander menyebut, keluarga menolak visum yang dilakukan polisi. Keluarga menerima kematian Adie karena penyakit. Jenazah Adie rencananya akan dimakamkan di Ciamis.

(ism, Sumber: Merdeka.com/Kirom)

2 dari 3 halaman

Langsung Tidur Sehabis Makan Durian, Keponakan Ditemukan Telah Meninggal

Dream - Seorang pemuda ditemukan meninggal di sebuah rumah di Perumahan BTN Bungoro Indah Permai, Katapang, Bungoro, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Mayat pemuda itu terbujur kaku di atas tempat tidur di lantai 2 rumah itu.

Penemuan itu terjadi pada Rabu, 2 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka.

Salah satu kerabat, Hariyanto, mengatakan pemuda itu bernama Baharuddin, 27 tahun yang merupakan keponakannya. Menurut dia, penemuan mayat Baharuddin berawal dari kecurigaannya.

" Terakhir semalam (Selasa malam, 1 Januari 2019) saya ketemu, dia sudah makan durian tiga biji, kemudian tidur," kata Hariyanto, dikutip dari Fajar Online.

 

3 dari 3 halaman

Berawal dari Kecurigaan

Setiap hari, kata Hariyanto, keponakannya selalu bangun pagi untuk sholat Subuh. Tetapi, pada Rabu pagi, Baharuddin tidak juga keluar kamar.

" Paginya dia belum keluar kamar, akhirnya kita dobrak dan ternyata sudah seperti itu keadaannya," kata Hariyanto.

Kapolsek Bungoro, Kompol Asfa, kematian Baharuddin terjadi secara tiba-tiba. Apalagi, pemuda asal Majene, Sulawesi Barat ini sebelumnya sempat bersama keluarga sang paman menikmati durian.

Berdasarkan penuturan keluarga, Baharuddin tidak memiliki riwayat sakit keras.

" Kematiannya ini diperkirakan sekitar 10-12 jam lalu," kata Asfa.

Menurut Asfa, ditemukan lebam pada tubuh korban. Tetapi dia menyatakan lebam tersebut bukan karena pukulan benda tumpul melainkan kematian sudah terjadi cukup lama.

" Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," kata dia.

Lebih lanjut, Asfa mengatakan pihaknya hendak melakukan otopsi terhadap jenazah Baharuddin. " Tetapi keluarga korban menolak," kata dia.

(Sah/ Sumber: Fajar Online)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal