Kisah Gang Ceker di `Jantung` Jakarta

Reporter : Yusmaisya
Jumat, 26 September 2014 16:26
Kisah Gang Ceker di `Jantung` Jakarta
Di Jalan Cempaka Wangi III RT 3/9, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di tempat itu terkenal sebagai tempat pengolahan ceker sehingga disebut Gang Ceker.

Dream - Ceker ayam atau kaki ayam memiliki kandungan yang sama dengan sirip ikan hiu. Memiliki rasa yang lezat, namun harganya sangat terjangkau. Mudah didapatkan dan diolah. Ceker dapat digoreng, diungkep, dipresto, disate, dibuat soto ceker atau untuk bumbu kaldu.

Di Jalan Cempaka Wangi III RT 3/9, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di tempat itu terkenal sebagai tempat pengolahan ceker sehingga disebut Gang Ceker. Gang Ceker sudah sangat tersohor di kawasan Cempaka Putih sehingga tidak sulit untuk menuju ke sana.

" Saya sudah menjalani profesi ini sejak tahun 1975 dan sudah turun temurun," ujar salah satu pengelola ceker, Sartini, seperti dilansir Merdeka.com.

Dahulu hampir seluruh warga yang tinggal disana menjalani profesi sebagai pengolah ceker ayam yang diabil dari restoran-restoran. Namun kini hanya tinggal Sartini dan keluarganya yang masih menekuni profesi itu.

Selain ceker, dia juga mengolah kulit ayam, kepala dan usus. Dia olah kembali kemudian di jual dengan berkeliling ke pemukiman warga. Harga yang dijual pun sangat terjangkau yaitu Rp 2 ribu pertusuk. Satu tusuk terdiri dari tiga potong.

Namun di bulan Ramadan, biasanya Sartini tidak berjual karena tidak adanya pasokan ceker daro Restoran. Sehingga Ia baru dapat berjualan kembali setelah lebaran.

Mengenai penghasilan dari mengelola dan berjualan ceker, dirinya merasa berkecukupan. Karena baginya, sedikitpun penghasilan yang dia terima merupakan rezeki yang diberikan Tuhan.

(Ism, Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar